Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
  • visibility 60

JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan.

Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah berbiaya mahal. Seorang calon legislatif atau calon kepala daerah harus memiliki uang banyak agar dapat maju dalam pemilu. Artinya, sistem demokrasi seperti ini akan memaksa seorang calon untuk mencari sponsor. Dari sponsor pasti punya kepentingan yang memboncengi.

Menurut Mahyudin, meskipun sudah dibuat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), politik uang masih memiliki ruang gerak bebas. Panwaslu pun rentan tergoda untuk menikmati uang dari calon peserta pemilu.

Jadi, dua kali melaksanakan pemilu langsung, harus mulai dievaluasi apakah sistem ini cocok untuk Indonesia. Sebab, sistem pemilu langsung ini sudah terbukti menelan biaya terlalu besar untuk sebuah pesta demokrasi.

“Saya akan lobi ke beberapa parpol untuk mendorong dikembalikannya sistem pemilu proporsional tertutup,” kata dia pada wartawan, Sabtu (14/11).

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sistem proporsional tertutup sebenarnya sudah diajukan oleh Golkar di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sistem itu mendapat penolakan.

Sikap Partai Demokrat yang awalnya juga mendukung sistem ini, imbuh Mahyudin, menarik dukungan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Saat ini, imbuh dia, dukungan untuk mengembalikan sistem pemilu dengan proporsional tertutup mulai banyak oleh parpol yang ada. Parpol mulai menyadari bahwa sistem pemilu langsung berdampak besar bagi naik tajamnya ongkos politik. Dengan sistem proporsional tertutup, penyaringan calon dapat dilakukan oleh parpol.

Sehingga, proses seleksinya yang harus diperketat. Kader-kader terbaik yang akan dimajukan. Bukan orang yang memiliki banyak kekayaan. Selama ini, yang gencar menolak sistem pemilu dengan proporsional tertutup adalah lembaga survei.

“Kalau itu (proporsional tertutup), tujuannya baik, yang banyak protes kan lembaga-lembaga survei,” kata Mahyudin.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman juga menegaskan, partainya akan mengusulkan mengembalikan sistem pemilu langsung menjadi proporsional tertutup. Agenda itu akan menjadi agenda prioritas PKS selama 5 tahun kepemimpinan Sohibul sebagai Presiden PKS.

Menurut PKS, dengan sistem pemilu langsung, sudah terbukti menelan biaya politik yang sangat besar. Terlebih di pemilu 2014.

“Kita ingin mengembalikan ke proporsional tertutup, nanti yang akan dikenalkan adalah partai, itu membuat ongkos poitik rendah,” kata Sohibul.

Dari sisi detail, dengan proporsional tertutup, kertas suara pasti lebih dpaat dihemat. Sebab, besar kertas suara tida sebesar kertas suara dengan sistem pemilu langsung yang menampilkan foto-foto calon. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBWSS VIII Sosialisasi Jadwal Pengeringan Saluran Rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII melakukansosialisasi jadwal pengeringan saluran untuk pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi D.I Kelingi Tugumulyo yang di laksanakan pada Rabu (07/06) di Auditorium Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas. Kepala BBWSS VIII, Birendrajanasecara detail menerangkan untuk pekerjaan disaluran primer yaitu pengangkatan sedimen (lumpur) dari BK0-BK17 dan pemasangan Lening (dinding […]

  • Soal Sengketa Lonsum – Muara Rengas, Tapem : Rekomendasi Sudah Ke Bupati Mura

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com —Rekomendasi dari Tim Adhoc Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) tentang penyelesaian sengketa lahan PT Lonsum dengan LU2 Tranmigrasi Sisipan Muara Rengas dan Tanah Pemerintah Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan, telah disampaikan ke Bupati Musi Rawas. Demikian ungkap Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Mura, Rehal Ikmal kepada Jurnalindependen.com, siang […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp88,-/kg – Jum’at 24 September 2021

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 24 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.168,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.418,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.501,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Naik Rp178,-/kg – Kamis 23 September 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 9.584,-/kg 5. KKK 40% […]

  • Mendes PDTT minta para Bupati tentukan produk unggulan

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meminta para bupati untuk menentukan produk unggulan. Post Views: 372

  • KemenPUPR Hibahkan BMN Rp 38,570 Milyar ke Pemkab Mura

    • calendar_month Kam, 16 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menerima Hibah Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp 38,570 Milyar yang terbagi atas 23 Aset. Serah terima BMN ini ditandangani oleh Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan bersama Direktur Jendral Cipta Karya Ir Sri Hartoyo, Dipl, SE, ME di Ruang Pendopo Kantor Direktorat Jendral Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan […]

  • Tingkatkan Hasil Pertanian, Bupati Serahkan Bantuan Alsintan

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian, Minggu (02/12/2018) Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menyerahkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Kelompok Tani di Kecamatan Sumberharta. Penyerahan Alsintan ini dilaksanakan di halaman Kantor Kepala Desa Sumber Sari. Sebelum menyerahkan alsintan ini, Bupati dan Petani melaksanakan Gotong Royong membersihkan saluran irigasi persawahan. Bupati pada kesempatan […]

expand_less