Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kejar Pembangunan Tol, 4 BUMN Terancam Bangkrut

Kejar Pembangunan Tol, 4 BUMN Terancam Bangkrut

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 8 Jun 2018
  • visibility 111

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengapresiasi pencapaian pembangunan tol yang sudah dilakukan pemerintah. Namun, ia mengingatkan ancaman kebankrutan terhadap 4 BUMN Karya, karena terlilit utang jangka pendek untuk mengejar pembangunan infrastruktur.

“Saya mengapresiasi pencapaian pemerintah untuk pembangunan jalan tol. Ini hal yang luar biasa karena optimis target 1000 km tol bakal tercapai di 2019. Namun, saya ingatkan ada ancaman yang membahayakan APBN kita ke depan karena informasi yang saya dapat, ada 4 BUMN Karya kita yang secara Technically Bankrupt karena terlilit utang jangka pendek untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah,” kata Sigit dalam rilis yang diterima Parlementaria, Kamis (7/6/2018).

Menurut politisi PKS ini, dari data yang dimilikinya, 4 BUMN Karya yang mendapat penugasan pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur terlilit utang berjangka sebesar Rp156 triliun, dimana Rp115 triliun adalah utang jangka pendek yang harus dilunasi dalam jangka waktu 1 tahun.

“Bisa dibayangkan sebuah perusahaan milik negara punya utang jangka pendek ratusan triliun yang harus dilunasi. Kalau sampai tidak mampu bayar dan negara harus meng-cover dengan menyuntikan dana APBN, ini sangat akan membebani dan akan mengganggu program pembangunan infrastruktur lainnya. Seperti program pemantapan jalan nasional yang dalam evaluasi RPJMN paruh waktu rapornya kuning dan perlu kerja keras. Jangan sampai mengejar proyek jalan tol, tapi kemantapan jalan nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan diamanatkan UU justru terbengkalai,” kritisi Sigit.

Untuk itu, Sigit juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengevaluasi kembali sejumlah proyek tol yang tidak layak investasi, seperti proyek tol Serang—Panimbang yang akan membebani APBN. Sebaiknya, kata Sigit, APBN difokuskan untuk mengejar program pemantapan jalan nasional 98 persen yang masih perlu dikejar. Dari target kemantapan jalan nasional 98 persen dalam RPJMN, sampai saat ini baru tercapai 91 persen.

“Seperti yang disampaikan Menteri PUPR dalam raker, tol Serang—Panimbangan ini IRR-nya sangat rendah, sehingga perlu support APBN. IRR rendah artinya tidak layak untuk investasi, sehingga perlu dukungan APBN. Untuk itu, kami minta proyek-proyek jalan tol ini dievaluasi. Jika perlu dilakukan moratorium. Kami bukan menghambat pembangunan jalan tol, tapi ingin pemerintah lebih realistis memilah mana program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Kalau memang tol tidak layak investasi dan akan membebani APBN, sebaiknya dievaluasi dan distop,” tegasnya.

Politisi dapil Jatim itu menambahkan, sebaiknya APBN yang terbatas digunakan untuk memperbaiki jalan nasional yang sudah jelas-jelas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat daripada membangun jalan tol yang sebenarnya tidak layak investasi dan hanya akan membebani APBN. (ann/sf–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Puskesmas Mura Tak Ada Dokter Gigi

    • calendar_month Ming, 14 Des 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS,Jurnalindependen.com — Sedikitnya ada 16 dari 19 Puskesmas diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) tidak memiliki dokter gigi. Indikator ini menandakan bahwa Kabupaten Mura Provinsi Sumatera Selatan dikategorikan kekurangan dokter gigi. Walaupun kurang pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura H Tjahjo Kuntjoro melalui Kabid Kepegawaian Lumbab mengakui bahwa kabupaten  […]

  • Pemprov Sumsel Cari Formula BUMD Sehat

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di  Provinsi Sumatera Selatan diharapkan dapat  menerapkan  strategi jitu dalam menjalankan usahanya, sehingga dapat menjadi badan usaha yang sehat dan kuat. “BUMD dan perangkatnya harus mampu mengatur strategi. Kita harus kembangkan kelebihan masing-masing, terutama komisaris dan jajarannya harus berkolaborasi dalam memberikan pandangan serta pemikiran demi jalannya perusahaan […]

  • Edo Tewas Diamuk Massa, Roki “Keok” Dipelor

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    *Berakhirnya Sepak Terjang Kawanan Begal di Mura MUSI RAWAS – | Sepandai pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga perumpamaan yang pantas diberikan Dua kawanan pelaku begal sadis bersenjata Leonardo alias Edo (30) dan Roki Saputra (18) keduanya warga Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas (Mura). Betapa tidak, belum sempat nikmati hasil curiannya. Masing-masing pelaku, […]

  • Musda KNPI Mura Ricuh, Ketua Terpilih …………… ?

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Oleh : Bambang Sudarto BALLROOM Hotel Hakmaz Taba, Lubuklinggau, lebih sering kosong dan lenggang, Sabtu (13/8). Padahal siang itu sedang berlangsung Musda (Musyawarah Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonsia (KNPI) Kabupaten Musirawas. Ruangan yang seharusnya penuh peserta sidang yang tengah menggodok proses pemilihan ketua KNPI yang baru, itu lebih sering ditinggalkan kosong karena peserta walkout atau meninggalkan […]

  • Revisi UU MD3 Sudah Melalui Berbagai Pertimbangan

    • calendar_month Sab, 14 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian (BK) DPR RI Indra Pahlevi memastikan, revisi Undang-Undang  MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua UU MD3, sudah melalui berbagai pertimbangan dan perjalanan yang panjang. Produk hukum yang dijalankan dengan proses politik ini memiliki tujuan untuk […]

  • Belanja Protokol Muratara Hampir 1 Miliar Dinilai Janggal, Jadi Sorotan Publik

    Belanja Protokol Muratara Hampir 1 Miliar Dinilai Janggal, Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.770
    • 0Komentar

    MURATARA – Ketua Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi (Jakor) Sumatera Selatan, Fatrianto, T.H., S.H., menyoroti anggaran di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Dikethaui, belanja fasilitasi keprotokolan dengan nilai mencapai Rp925.600.000,00 Tahun Anggaran 2025 dinilai janggal dalam alokasinya. Anggaran yang bersumber dari APBD tersebut diketahui hanya difokuskan […]

expand_less