Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Soal Kurikulum, DPD Minta Menteri Anies Tingkatkan Kualitas Guru

Soal Kurikulum, DPD Minta Menteri Anies Tingkatkan Kualitas Guru

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 29 Des 2014
  • visibility 66

JAKARTA -— Penghentian Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan membuat sekolah di Indonesia tidak punya kurikulum yang seragam. Walau sudah dihentikan, Kurikulum 2013 masih diterapkan di 6.221 sekolah di seluruh Tanah Air.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris berharap Mendikbud membuat kurikulum pendidikan yang asyik dan menyenangkan siswa. Fahira mengaku mendapat banyak SMS dan email dari berbagai daerah terutama dari orang tua yang menginginkan ada sebuah formulasi kurikulum yang mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang disukai siswa.

“Harapan saya, kondisi seperti ini (ada dua kurikulum yang diterapkan) jangan terlalu lama berlangsung,” ujar wanita yang juga Wakil Ketua Komite III DPD yang salah satu bidangnya mengurusi pendidikan ini, Senin (29/12).

Salah satu persoalan mendasar pendidikan Indonesia, kata Fahira, adalah kualitas  guru. Oleh karena itu kurikulum ke depan harus menjawab persoalan peningkatan kualitas guru.

Menurut Fahira, jika ingin mengubah wajah pendidikan nasional, bukan melulu soal mengganti kurikulum. Tetapi, bagaimana melatih guru agar mampu membuat proses belajar mengajar menjadi asik dan menyenangkan.

Selain guru, jelas Fahira, dalam setiap perumusan kurikulum, peserta didik harus didengar aspirasinya.  Hal ini menjadi penting karena para guru dan peserta didiklah yang menjadi aktor utama penerapan kurikulum.  

Salah satu alasan seringnya pergantian kurikulum di Indonesia, lanjut Fahira, karena nilai peserta didik di Indonesia pada tingkat internasional dianggap rendah. Padahal, anak-anak Indonesia pintar.  “Lihat saja, setiap ada Olimpiade matematika, fisika, sains tingkat dunia, anak-anak kita selalu dapat medali emas," kata dia.

Artinya, Fahira menegaskan Indonesia perlu guru yang berkualitas. Satu lagi yang paling penting dalam penerapan kurikulum, tambah Fahira, adalah kesiapan guru-guru di daerah terutama di Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parliamentary Threshold Sifatnya Nasional

    • calendar_month Sen, 4 Jun 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI Inosentius Samsul menjelaskan bahwa parliamentary threshold atau ambang batas parlemen bersifat nasional. Artinya partai yang lolos ambang batas parlemen nasional, secara otomatis lolos masuk parlemen daerah. Sebaliknya, partai yang tidak lolos ambang batas parlemen nasional, tidak lolos untuk DPRD kabupaten/kota. “Jadi suara sah yang ditetapkan itu […]

  • Bakal Calon Bupati Ristanto Wahyudi Didukung Nasdem Untuk Musi Rawas MAJU, Berikut Visi Misinya

    Bakal Calon Bupati Ristanto Wahyudi Didukung Nasdem Untuk Musi Rawas MAJU, Berikut Visi Misinya

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Bakal Calon Bupati Musirawas, H. Ristanto Wahyudi memenuhi panggilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Sumatera Selatan dalam penjajakan calon Kepala Daerah se-sumsel di sekretariat Partai Nasdem Provinsi Sumatera Selatan di Jalan Tanjung Api-Api kota Palembang. Dalam kesempatan tersebut, Ristanto memaparkan visi dan misi serta kematangan persiapan dirinya dalam maju calon Kepala […]

  • Pertemuan Jokowi-Prabowo, Tidak Ada Cebong atau Kampret Lagi

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto sudah disusun dengan persiapan yang lama. “Pertemuan ini sudah digagas cukup lama dan tentunya dengan keterbatasan waktu Pak Prabowo dan Pak Jokowi sehingga baru diatur pada hari ini,” kata Pramono Anung di pusat perbelanjaan FX Jakarta, Sabtu. Joko Widodo akhirnya […]

  • Zulkifli Idris Sempat Mangkir, Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik Terkait Biaya Diklat Kepsek

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sempat mangkir dari panggilan penyidik Kejari, Kamis (11/7), akhirnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Musi Rawas, Zulkipli Idris penuhi panggilan penyidik terkait pusaran pungutan diklat 283 Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Musi Rawas di Hotel Hakmaz Taba. Senin (15/7). Zulkipli Idris diperiksa penyidik Kejari diperkirakan pukul […]

  • Bupati Serahkan “Raport” Pejabat

    • calendar_month Sel, 15 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Setelah mengikuti sistem penilaian Kinerja (Jobfit) pada bulan Januari dan Februari 2018 lalu, seluruh pejabat eselon II dan III menerima “Raport” yang diserahkan oleh Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, Selasa (15/05/2018) di Ruang Kerjanya. Raport Penilaian Kinerja ini dikeluarkan berdasarkan hasil penilaian oleh Tim Jobfit yang terdiri dari Prof. Dr. Kgs […]

  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB. Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15. Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana. Owi/Butet bangkit […]

expand_less