Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politik » Utang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

Utang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 10 Apr 2018
  • visibility 107

JAKARTA – Melihat kemampuan membayar utang, maka utang Indonesia dinilai sudah masuk kategori mengkhawatirkan atau lampu kuning. APBN selama ini lebih banyak tersedot untuk membayar utang yang sudah mencapai Rp420 triliun. Ini harus jadi perhatian pemerintah.

Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir sebelum mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018) mengemukakan, “Kalau kita bicara melalui rasio yang ada, utang masih dikategorikan di atas normal dan terkendali. Tapi beberapa pihak mengatakan bahwa sebetulnya utang kita kalau dianalisa di luar rasio GDP, maka sudah masuk kategori cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Di negara mana pun, rasio utang selalu diasumsikan terhadap GDP. Besarnya utang dihitung perbandingannya terhadap GDP. Utang Indonesia tidak bisa dinilai lebih baik daripada Jepang dan Amerika. Dua negara besar itu punya kemampuan bayar yang tinggi dan aset yang juga jauh lebih besar. Indonesia hanya bisa dibandingkan utangnya dengan negara seperti Brazil, karena punya kasus yang hampir sama.

“Ketika sebagian pihak mengatakan utang kita lebih baik daripada Jepang dan Amerika. Ini jadi kendala. Mestinya kita tidak membandingkan seperti itu. Kalau mau membandingkan, ya dengan Brazil yang kasusnya sama dengan kita. Jepang punya kemampuan membayar yang jauh lebih tinggi daripada kita. Aset mereka juga jauh lebih tinggi. Jadi, tidak bisa negara seperti Jepang dan Amerika direfer untuk pembanding,” papar  politisi PAN tersebut.

Para ekonom yang diundang ke Komisi XI, sambung Hafisz, juga melihat kalau dikaitkan dengan rasio kemampuan membayar, maka utang Indonesia sudah lampu kuning. Neraca dan APBN terkuras untuk proyek infrastruktur dan bayar utang.

“Kita melihat bahwa yang tertinggi itu adalah pembayaran utang dari semua anggaran APBN kita. Tapi, GDP kita dibandingkan dengan utang masih aman. Cuma di dalam GDP itu ada institusi-institusi asing. Itulah yang menyebabkan GNP kita tidak sebaik yang diharapkan,” tutup Hafisz. (mh/sc–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Dukung Pemerintah Keluarkan Perpres Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Taufik Kurniawan, menyatakan DPR mendukung langkah pemerintah yang akan mengeluarkan Peraturan Presiden tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting untuk mengendalikan ketersediaan dan stabilitas harga. “DPR mendukung penuh setiap langkah yang konkrit terkait aspek kebutuhan pangan masyarakat. Perpres itu bisa menjadi payung hukum bagi […]

  • Soal Komentar LSM PPNI, Karyasid : “Bila Perlu Aku Cucuk Mulutnya”

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, SBP.com – Dikonfirmasi H Karyasid Helmi selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Via Handphone dengan No 08137305xxxx Rabu 17 Mei 2017 mengatakan, “Apa pun yang di sampaikan itu tidak benar apa lagi yang soal menantang LSM Peduli Pembangunan Nasional Indonesia (PPNI) yang ketuanya Subar […]

  • Pemkab Mura Terima CSR Mobil Skylift dari PT SRMD

    • calendar_month Rab, 11 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Musi Rawas – PT Seleraya menyerahkan bantuan hibah CSR berupa satu unit mobil SkyLift ke Pemkab Musi Rawas, acara penyerahan bantuan ini dilaksanakan di halaman kantor Bupati Musi Rawas (Mura), Muara Beliti, Rabu (11/07). Bantuan tersebut merupakan hibah CSR dari PT Seleraya yang diserahkan langsung ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dan diterima langsung oleh Bupati […]

  • GMSS, Inovasi Pembangunan Menyentuh ke Masyarakat

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS), telah melahirkan satu modal pembangunan yang paling besar inovatif yang langsung menyentuh ke masyarakat, demikian disampaikan Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan pada kegiatan GMSS di Desa SP5 Karya Teladan, Kecamatan Muara Kelingi, Selasa (13/11). Menurutnya, GMSS telah menjadi program rutinitas Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dalam […]

  • Bagi-bagi Duit Ala Humas Muratara Tanpa Dilengkapi Administrasi

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    MURATARA,– Aneh, baru kali ini terjadi pembayaran kegiatan publikasi di Bagian Humas, berupa tagihan berita Advertorial (Adv) terhadap sejumlah media tanpa dilengkapi administrasi. Pembayaran seperti itu dipertanyakan, terkesan pihak Humas bagi-bagi duit. Hal ini dialami Bagian Humas Setda Muratara, Propinsi Sumatra Selatan, belum lama ini. Post Views: 462

  • Inilah 10 Fatwa MUI yang Kontroversial

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Konferensi Internasional Tahunan tentang Studi Fatwa di Depok, Jumat (26/7).  Dalam forum ini, salah satu pemateri, Marwadi, yang merupakan akademisi dari IAIN Purwokerto memaparkan soal 10 fatwa MUI yang kontroversial dari sisi sosiologi hukum. Fatwa-fatwa yang disebutkan Marwadi, yakni terkait perayaan natal bersama, infotainment, Badan Penyelenggara […]

expand_less