Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Desa » PUCKTR Janjikan Lampu Jalan Bulan Depan di Leban Jaya

PUCKTR Janjikan Lampu Jalan Bulan Depan di Leban Jaya

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 12 Apr 2018
  • visibility 140

MUSIRAWAS- Masyarakat Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas yang meminta 17 titik sarana lampu jalan di desa itu difungsikan diharapkan untuk bersabar.

Pihak Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pemukiman (CKTRP) Musi Rawas berjanji akan merealisasikan keinginan warga itu pada Mei 2018 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU CKTRP Musi Rawas melalui Kasi Listrik, Ariandi, Kamis (12/04).

“Insyaallah Mei bulan depan sarana lampu jalan di Leban Jaya kami fungsikan,” kata Ariandi.

Dikatakan dia, pemungsian lampu jalan di desa itu akan menggunakan sistem manual, bukan menggunakan sistem pengaturan waktu (timer ).Artinya jelas dia, diminta partisipasi kades untuk menyiapkan warga yang bertugas mengatur stop kontak lampu jalan.

Apabila saat difungsikan nanti mempengaruhi daya listrik (spaning rendah) di rumah rumah warga, pemungsiannya akan dihentikan dan akan dilakukan penambahan travo terlebih dahulu.Untuk pengadaan travo ini jelas Ari, tidak serta merta langsung bisa direalisasikan, sebab harus diusulkan dahulu dan atas persetujuan DPRD Musi Rawas untuk menganggarkannya.Artinya, perlu waktu satu tahun lagi untuk pengadaan travo itu nanti.

” Kita minta bersabar, Insyaallah Mei nanti kita coba untuk memungsikannya,” kata dia.

Menampik adanya anggapan masyarakat bahwa setiap bulan warga dikenai pajak penerangan lampu jalan seperti tertulis di kwitansi pembayaran listrik rumah warga, menurut Ari itu bukan pajak lampu penerangan jalan.

” Pajak itu bukan pajak penerangan lampu jalan, tapi pajak pemakaian listrik di rumah warga sebesar 10 persen dari tarif pemakaian.Pajak itu masuk ke KAS daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas dia.

Dari pajak inilah nantinya menurut Ari, untuk biaya pemeliharaan sarana lampu jalan dan sebagainya.

Sementara itu sebelumnya masyarakat Desa Leban Jaya berharap sarana lampu jalan di desa itu difungsikan.Pasalnya sejak sekitar 7 tahun lalu sarana lampu jalan di desa itu dipasang, namun belum pernah difungsikan.
Padahal menurut warga, setiap bulan mereka dikenakan pajak penerangan lampu jalan.

” Jika tidak difungsikan untuk apa sarana lampu jalan di desa itu dipasang,” kata Agus Utomo (34) belum lama ini.

Tidak difungsikannya lampu jalan di desa itu menurut Agus, membuat kondisi jalan pada malam hari sangat gelap.

Agus menambahkan, padahal 17 titik sarana lampu jalan yang telah terpasang itu berada di titik keramaian penduduk.

” Kami berharap kepada Pemkab Musi Rawas melalui dinas terkait memungsikannya, agar desa kami bisa maju dan berkembang,” katanya.(MS)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuti Bersama Lebaran Tetap Tujuh Hari

    • calendar_month Sen, 7 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) memutuskan jumlah hari cuti bersama Lebaran 2018 tetap berdasarkan kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani 18 April 2018. Diharapkan pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1439 H, dapat berjalan dengan baik, bagi masyarakat dapat memperoleh kenyamanan saat mudik, dan dunia usaha […]

  • Dugaan Kurang Volume Alun-alun Muara Lakitan, Ini Kata LSM LII

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Koordinator Wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Lubuklinggau, Muratara LSM Lembaga Informasi Independen (KORWIL LSM LII), Arizal menduga pekerjaan pembangunan alun-alun di Kelurahan Muara Lakitan kurang volume. “Pekerjaan senilai 1.070.000.000,- harga terkoreksi 1.064.650.000,- tahun anggaran 2018 dari APBD Kabupaten Mura tersebut disinyalir tidak memakai besi. Padahal berdasarkan data Divisi Pekerjaan Beton, pekerjaan […]

  • Baliho “OGAH GANTI LURAH” Jadi Trend di Pilkades Sukaraya

    • calendar_month Rab, 1 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Bekasi – Masyarakat desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, masih menginginkan kepemimpinan Heryadi calon nomor urut 3 pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 26 Agustus 2018 mendatang. Pasalnya, mereka menilai apa yang sudah dilakukan oleh Heryadi selaku calon Incumbent telah terbukti dalam membangunan desa Sukaraya. Selain itu masyarakat menilai sosok Heryadi dikenal displin, serta berkwalitas dan […]

  • Polri Diminta Perbaiki Manajemen Pengendalian Massa

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana minta Kepolisian memperbaiki manajemen pengendalian massa. Pernyataan tersebut ia ungkapkan menanggapi tindakan oknum kepolisan yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten. Eva menyayangkan kejadian aparat membanting mahahasiswa dalam unjuk rasa tersebut. Ia mengatakan setiap pengamanan aksi massa demonstrasi […]

  • Tanah HGU dan HGB Terlantar Bisa Redistribusi

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – | Tanah status Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang ditelantarkan terlalu lama bisa jadi objek redistribusi. Identifikasi tanah HGU dan HGB telantar ini sedang giat dilalukan Komisi II DPR RI. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Hugua usai mengikuti pertemuan dengan otoritas pertanahan di Balikpapan, Kalimantan Timur, […]

  • Banyak Remaja Perempuan Korban Seksual di Hari Valentin

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    PALEMBANG–Banyak remaja, khususnya perempuan, yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran (KDP) menjadi keprihatinan dan fokus perhatian Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang. WCC merupakan sebuah yayasan yang peduli perempuan. Pada acara “Dialog Publik dalam Rangka Hari Anti Kekerasan Seksual dan Hari Kasih Sayang,”  Jumat (13/2), Direktur Eksekutif WCC Yeni Roslaini Izi mengatakan, “Tiga bulan atau empat bulan setelah […]

expand_less