Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » PNPM MP di Ulu Rawas Tahun 2012 Terkesan Gagal

PNPM MP di Ulu Rawas Tahun 2012 Terkesan Gagal

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 17 Apr 2015
  • visibility 103

MURATARA, Jurnalindependen.com — Informasi yang diterima dari salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan, Fauzi (32) bahwa Pada tahun 2012 beberapa desa di Kecamatan Ulu rawas yang pada waktu itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Musi Rawas (Kabupaten Induk Muratara sebelum pemekaran) yakni Desa Jangkat, Desa Pulau kidak, Kelurahan Muara Kulam, Desa Kuto Tanjung, menerima Program PNPM Mandiri Pedesaan.

Program pemerintah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat pedesaan agar lebih maju dan mandiri dalam hal penerangan yaitu pembangkit listrik.

“Akan tetapi kenyataan yang diharapkan masyarakat jauh berbeda. Pembangkit listrik tersebut tidak berfungsi dengan baik, ada yang berfungsi selama satu minggu malah ada yang tidak berfungsi sama sekali.

Program PNPM Mandiri Tahun 2012 tersebut terkesan hanya menghamburkan uang Negara saja,” ungkapnya pekan lalu.

Dilain pihak saat dilakukan investigasi ke desa-desa yang menerima program tersebut termasuk salah satunya Desa Jangkat, Pembangkit Listrik disana belum berfungsi sama sekali.

“Sangat sayang sekali pembangkit listrik yang ada belum berfungsi sama sekali, program PNPM Mandiri terkesan gagal. Kami tidak tau masih ada apa tidak alat-alatnya,” ungkap Jau (47) warga Desa Jangkat.

Saat dikonfirmasi salah satu pengurus PNPM Mandiri Desa Jangkat yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan bahwa turbin PLTMH sudah ada pada waktu itu tetapi belum terpasang oleh rekanan karena kegiatan tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan yang ditunjuk oleh UPK.

“Kami harus menggunakan rekanan yang ditunjuk oleh UPK karena kalau tidak menurut, maka dana untuk kegiatan PNPM tidak akan dicairkan,” katanya.

Ditambahkannya, jumlah dana yang dianggarkan untuk kegiatan tersebut lebih kurang Rp 325.000.000,- dan dana untuk rekanan lebih kurang Rp 220.000.000,- untuk pembelian alat PLTMH sisanya untuk pembuatan DAM.

Untuk desa Pulau Kidak, salah satu masyarakat memberikan keterangan lampu listrik dari PLTA (PLTMH), cuma hidup (menyala-red) satu minggu.

Lain halnya untuk Kelurahan Muara Kulam, Rat (43), salah satu masyarakat Kelurahan tersebut mengatakan bahwa lampu Listrik dari PLTA (PLTMH), belum hidup sama sekali.

“Sekarang saya kurang tahu ada apa tidak alat-alatnya,” katanya.

Demikian juga ketika ditanya tentang pengurus PNPM tersebut Rat mengatakan kurang tau masih ada tidak pengurusnya di desa tersebut.

Ditambahkan Bodin (28) warga Kelurahan Muara Kulam bahwa alat–alat PLTMH sudah tidak ada lagi.

“Alat-alat PLTMH itu dak katek (tidak ada-red) dilokasi dan DAM-nya (bendungan-red) itu hanya terbuat dari beronjong dan diatas sekali baru disemen,” kata Bodin.

Di Desa Kuto Tanjung, sebagaimana diungkapkan Usman (52) warga setempat, Proyek PLTMH yang ada di Desa tersebut  pertama sekali Dam-nya jebol kemudian diperbaiki sampai bagus dan bisa digunakan tapi waktu pertama kali menyala seluruh lampu yang terhubung putus semua tidak tahu kenapa.

Mungkin ketinggian tegangannya, setelah itu menyala normal tapi tidak lama paling sekitar 10 hari.

Ditambahkan Anas (34) warga yang sama membenarkan apa yang terjadi.

”Benar seperti itulah yang terjadi, sesuai pula jebol Dam atau bendungan-nyo karna cuma dibuat dari beronjong yang diatasnyo baru di semen dan juga kalau menurut jumlah dana yang tercantum di Rumah Jaga tempat PLTA (PLTMH) itu Jumlah dananya lebih kurang Rp 220.000.000,- dan listrik itu untuk mengaliri Rumah sebanyak 280 KK, dan pengurusnya entah dak tau kemana sekarang,” ungkapAnas.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa KutoTanjung mengatakan, pertama sekali Dam-nya jebol kemudian diperbaiki sampai bagus dan bisa digunakan tapi waktu pertama kali menyala seluruh lampu yang terhubung putus semua dikarenakan ketinggian tegangannya.

Diduga waktu pertama kali PLTMH itu beroperasi tidak di damping oleh teknisi yang mengerti tentang PLTMH, setelah itu menyala normal tapi tidak lama paling sekitar 10 hari dan sekarang damnya sudah jebol lagi.

”Hingga kini Pengurus PNPM Mandiri entah dimana mereka,” kata Kades.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Mura, H Dian Chandera melalui Kabid Pengentasan Kemiskinan, Junianto  mengatakan bahwa BPMPD cuma sebagai pendamping administrasi pelaporan untuk pencairan dana PNPM Mandiri.

“Sebelum pencairan kami melakukan croscek dilapangan, bagaimana realisasinya dan baru dibuat pengajuan dana untuk pencairan tahap selanjutnya. Perlu diketahui Pemerintah Daerah mengangarkan dana pendamping untuk kegiatan PNPM Mandiri tersebut sebesar 10%, melalui bantuan sosial kemasyarakat,” kata Junianto. (Pr)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Inginkan Alumni STPP Jadi Konglomerat

    • calendar_month Sel, 13 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MAGELANG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ingin alumni Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang menjadi konglomerat. Apalagi, mayoritas dari 10 orang terkaya di Indonesia bisnisnya di sektor pertanian. “Kami ingin anak-anakku sekalian nanti setelah tinggalkan kampus ini, Anda menjadi orang yang tangguh. Insya Allah sukses. Tapi, tergantung apa yang Anda lakukan hari ini,” ujarnya […]

  • Penguji UU Pemilu Pertegas Kedudukan Hukum

    • calendar_month Kam, 6 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MAHKAMAH Konstitusi kembali menggelar sidang pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) pada Selasa (4/12) di Ruang Sidang Panel MK. Perkara yang teregistrasi Nomor 93/PUU-XVI/2018 ini dimohonkan oleh Palaloi, Abdul Rasyid, Sitefano Gulo, dan Alex yang berprofesi sebagai wiraswasta serta Melianus Laoli yang merupakan mahasiswa. Mustafa Kamal Singadirata selaku salah satu […]

  • Pemkab Mura Promosikan Produk Daerah di JSC

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Moment Asean Games tahun 2018 di Palembang Provinsi Sumatera Selatan, memberi kesempatan masing-masing daerah untuk promosi produk unggulan dan ciri khas daerah. Tak terkecuali Kabupaten Musi Rawas turut serta melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) membuka pameran berupa stand di area Dekranasda Jakabaring, selama 10 hari, (16 – 25/08). […]

  • Pokja REDD+ Tidak Ada Anggaran. PDNRI : Mustahil

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Untuk mengambil langkah strategis mengatasi perubahan iklim (menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca), Pemerintah Kabupaten Musi Rawas telah membentuk tim koordinasi pelaksanaan Program Kerja (Pokja) Reducing Emissions From Deforestation And Forest Degradations (REDD+). Akan tetapi sangat miris, berdasarkan keterangan Ketua  Pokja, Tri Retiyanto kepada Jurnalindependen.com, Rabu (03/06/2015) dikantornya, Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, […]

  • Tiga Pilar Kamtibmas Gelar Lomba Kelurahan Tangkal Covid

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa pimpin apel persiapan lomba kelurahan tangkal covid-19 se Kota Lubuklinggau. Apel diikuti tiga pilar kamtibmas di halaman posko induk. Senin (8/6). Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa di kelurahan masing- masing nantinya ada penilai dari TNI, Polri dan Pemerintah Kota Lubuklinggau. “Penilaian dilakukan tidak hanya sebulan, tapi direncanakan dua […]

  • Legislator Minta UU KSDA Direvisi

    • calendar_month Ming, 9 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwanto mengatakan bahwa Undang Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (UU KSDA) perlu direvisi. Mengingat saat dihadapkan pada isu kerusakan lingkungan patut diwaspadai mengingat dampaknya luar biasa bagi kelangsungan hidup. ”Seperti kita lihat beberapa waktu lalu masalah yang sangat serius, sampah plastik hasil dari produk […]

expand_less