Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pokja REDD+ Tidak Ada Anggaran. PDNRI : Mustahil

Pokja REDD+ Tidak Ada Anggaran. PDNRI : Mustahil

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2015
  • visibility 163

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Untuk mengambil langkah strategis mengatasi perubahan iklim (menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca), Pemerintah Kabupaten Musi Rawas telah membentuk tim koordinasi pelaksanaan Program Kerja (Pokja) Reducing Emissions From Deforestation And Forest Degradations (REDD+).

Akan tetapi sangat miris, berdasarkan keterangan Ketua  Pokja, Tri Retiyanto kepada Jurnalindependen.com, Rabu (03/06/2015) dikantornya, Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, bahwa pihaknya tidak ada anggaran dalam melaksanakan program tersebut.

“Kita tidak memiliki anggaran, semuanya dari pihak ketiga yakni dari Locally Appropriate In Indonesia (LAMA – I), yang didukung langsung  oleh Danish International Development Agency (DANIDA) diinisiai oleh World Agroforestry Center (ICRAAF) bekerja sama dengan Deutsche Geselischaft For Internationale Zummenarbeit (GIZ), Center For Climate Risk and Opportunity Management In Southeast Asia and Pacific, Bogor Agriculture University (CCROM – IPB).

Dalam melaksanakan program ini mereka (pihak ketiga) yang menyiapkan, kita beruntung mendapatkan itu, karena kalau kita yang mengeluarkan dana sudah berapa. Ini, kita bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu,” kata Tri Retiyanto yang juga merupakan Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas.

Diketahui sebelumya Pemkab Musi Rawas melalui Pokja REDD+ bekerja sama dengan LAMA – I telah melakukan 17 aksi mitigasi ditujukan untuk mempertahankan tutupan hutan pada elevasi tinggi sepanjang bukit barisan seperti  kawasan hutan dalam dan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan melakukan perlindungan terhadap kawasan hutan lindung, serta rehabilitasi lahan kritis dan pengelolaan tata guna lahan berkelanjutan pada kawasan hutan, perkebunan dan areal pertambangan.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemantau Dana Negara Republik Indonesia (PDNRI), Ahmad Rudi mengatakan tidak mungkin Tim Pokja dibentuk tidak ada anggaran dari Pemkab Musi Rawas, karena setiap tim yang dibentuk pasti melalui SK Bupati, penugasan tersebut pasti ada anggarannya.

“Mustahil. Tidak mungkin tim pokja tersebut tidak ada anggaran, dan hanya mengandalkan pihak ketiga. Bagi kami itu mustahil,” kata Ahmad Rudi. (fs)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Tegaskan Parpol Tak Penuhi Syarat, Tak Bisa Daftar Pilkada

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan kepada semua partai politik untuk memenuhi persyaratan dalam mendaftarkan pasangan calon untuk Pilkada serentak. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan persyaratan tersebut harus dipenuhi sampai batas akhir pendaftaran. Jika tidak, parpol harus menerima konsekuensi tidak bisa mendaftarkan calonnya dalam Pilkada. “Mohon maaf memang harus begitu, injury time berlaku […]

  • Wabup Resmikan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia Sako SPN Mura

    • calendar_month Sel, 31 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sako Sekawan Persada Nusantara bersama DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menggelar Perkemahan Akhir Tahun (Perata) Cinta Alam Indonesia Muda-Mudi LDII tingkat Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau. Selasa (31/12) di Bumi Perkemahan Kelurahan Megang Sakti. Perkemahan Cinta Alam Indonesia berlangsung selama dua hari, 31 Desember 2019 sampai […]

  • Curi Motor Petani, Tekirin Babak Belur Dihajar Massa

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Apes menimpa Tamrin alias Tekirin (38) satu dari tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Betapa tidak, belumlah sempat kabur jauh usai menggasak unit sepeda motor milik seorang petani warga Desa Rejosari Kecamatan Purwodadi yang diparkir pinggir jalan. Pria kawanan spesialis curanmor asal Desa babat, Kecamatan STL Ulu terawas tak berkutik babak […]

  • Inilah Dugaan Penyimpangan Tender Supervisi Proyek Jalan Simpang Jatun

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pemenang tender Konsultasi Pengawasan peningkatan jalan Desa Mambang (simpang jatun), yang dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) Kabupaten Musi Rawas, disinyalir sarat penyimpangan. Berdasarkan Uraian Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nomor 88/LHP/XVIII.PLG/12/2018. Pekerjaan jasa konsultansi pengawasan/supervisi pekerjaan peningkatan Jalan Mambang (Simbang Jatun) – Muara Megang dilaksanakan oleh CV SU […]

  • PMT Minta Walikota Lubuklinggau Tindak Dugaan Pungli di PBS

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Ketua Pemuda Mandala Trikora (PMT) Lubuklinggau Mirwan Batubara minta Walikota Lubuklinggaubertindak cepat selesaikan masalah dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Pasar Bukit Sulap (PBS) Kota Lubuklinggau. “Dugaan pungli ini dilakukan oleh oknum Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Lubuklinggau, dengan kedok pajak, sewa-menyewa dengan nominal yang sangat memberatkan para pedagang. Pungutan bervariasi, tergantung […]

  • Kejuaraan Sepeda Gunung Dispora Lubuklinggau Diduga Mark Up

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU — Tahun 2014 Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Selatan, menyelenggarakan kejuaraan sepeda gunung. Kegiatan ini bertempat di Bukit Sulap dengan menghabiskan dana sebesar Rp 1,9 milyar. Tapi, biaya yang dianggarkan itu diduga beraroma penggelembungan dana (mark up) dan terkesan tidak masuk akal. Pasalnya, ada beberapa item kegiatan tersebut yang […]

expand_less