Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Pentingnya Pengaturan Sistem Perbukuan

Pentingnya Pengaturan Sistem Perbukuan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 7 Des 2015
  • visibility 128

Buku merupakan jendela dunia. Buku juga merupakan salah satu sumber utama dari ilmu pengetahuan, informasi, teknologi, seni dan budaya. Karena itu, hingga saat ini, buku masih merupakan sarana pembentukan dan pengembangan peradaban suatu bangsa.

Oleh karena itu, maka negara dalam hal ini Pemerintah, perlu mengembangkan kebijakan perbukuan nasional yang memungkinkan masyarakat dapat dengan mudah memperoleh dan memanfaatkan buku untuk mengembangkan dirinya dan memperoleh ilmu pengetahuan guna mewujudkan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Kharis Almasyhari, saat membacakan kata pengantar saat memimpin kunjungan kerja Panja Rancangan Sistem Perbukuan Komisi X DPR ke Provinsi DI Yogyakarta, Jumat (4/12/15).

Tim Kunjungan terdiri dari Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan dan My Esti Wijayati dari F-PDI Perjuangan, Yayuk Basuki (F-PAN), Dedi Wahidi (F-PKB), dan Dadang Rusdiana (F-Hanura).

Kunjungan Tim Panja RUU Sisbuk disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi DI Yogyakarta, Ichsanuri; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Baskara Aji, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul, Masharun; Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Totok Sudarto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono, hingga Forum Lingkar Pena.

“Kita bisa mengetahui apa yang di luar kita, dan berbagai macam yang belum pernah kita lihat, dan pernah kita lihat, itu dari buku. Penelitian yang belum pernah kita bayangkan, hingga sejarah masa lalu juga dari buku. Buku adalah jendela dunia, itulah ungkapan yang paling tepat,” kata Kharis.

Kharis mengaku, kebijakan dan sistem perbukuan yang ada di Indonesia belum tertata dengan baik dan masih menyisakan beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut antara lain mengenai ketersediaan kertas yang masih sulit diakses oleh penerbit dan percetakan. Harga kertas yang tinggi, membuat penerbit kesulitan untuk menerbitkan buku.

“Tidak hanya itu, tingginya harga kertas pada akhirnya berpengaruh pada harga jual buku kepada masyarakat. Kondisi geografis yang tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia, membuat distribusi buku hanya dapat menjangkau kota-kota besar saja. Biaya distribusi yang tinggi menyebabkan buku tidak mudah didapatkan di daerah-daerah terpencil, dan membuat harga buku menjadi mahal,” imbuh Kharis.

Politisi F-PKS itu menambahkan, kebijakan dan sistem perbukuan di Indonesia perlu disusun secara komprehensif sebagai upaya yang dilakukan oleh sebuah negara untuk menjadikan buku dapat diperoleh dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan mudah dan tanpa diskriminasi.

Diharapkan, dengan adanya RUU Sistem Perbukuan nanti, masyarakat dapat memperoleh buku berkualitas yang memiliki isi atau konten mencerminkan nilai-nilai kepribadian Indonesia. Masyarakat juga mudah mengakses buku berkualitas dengan harga terjangkau, hingga pengakuan hak cipta para pelaku industri perbukuan.

Selama pertemuan dengan stakeholder dan pelaku pendidikan di Kota Gudeg, Kharis mengaku mendapat banyak masukan yang akan dipertimbangkan untuk masuk ke dalam draft RUU Sistem Perbukuan.

“Selama ini kita hanya mendapat masukan lebih banyak tentang tata kelola, harga, produksi, percetakan, distribusi dan lain sebagainya. Namun, hari ini kami banyak mendapat masukan tentang konten, salah satunya bagaimana pendidikan karakter bangsa, jangan sampai ada buku yang tidak senonoh, mengarahkan ke hal-hal tidak baik,” imbuh politisi asal dapil Jawa Tengah itu.

Kharis berharap, secepatnya dapat menyelesaikan Draft RUU Sistem Perbukuan yang terdiri dari 14 Bab dan 92 Pasal itu. Pasalnya, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah dimulai. Sehingga, jika belum ada aturan yang jelas, pasti, akan terjadi permasalahan yang tak terduga di masa mendatang.

“Namun, ini saya kira bukan kita karena khawatir dan ketakutan, tapi harus diawasi dengan aturan yang jelas,” imbuhnya. (sf-DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mura Salurkan Bantuan Ambulans Untuk Desa Sukowono, Donorejo dan Ngestiboga II

    Bupati Mura Salurkan Bantuan Ambulans Untuk Desa Sukowono, Donorejo dan Ngestiboga II

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud salurkan bantuan ambulans untuk Desa Sukowono, Donorejo, dan Ngestiboga II Kecamatan Jayaloka, Kamis (22/12/2022). Penyerahan bantuan ambulans yangterpusat di Desa Donorejo ini merupakan realisasi Bupati Musi Rawas terhadap salah satu 9 program kerja unggulannya, yaitu satu desa satu ambulans. Hal ini merupakan upaya Bupati dalam memberikan […]

  • Bupati Musi Rawas Melantik dan Mengambil Sumpah 59 Kades

    Bupati Musi Rawas Melantik dan Mengambil Sumpah 59 Kades

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud melantik 59 Kepala Desa (Kades) beserta Ketua TP PKK Desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Senin (08/05/2023). Bupati Ratna Machmud mengucapkan selamat kepada Kades terpilih yang telah dilantik. Beliau berharap, performa dari Kades yang dilantik harus lebih baik dari […]

  • Fadli Zon: Lapangan Kerja Dikuasai Asing

    • calendar_month Jum, 27 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Tenaga Kerja Asing (TKA), karena selama ini lapangan kerja di Indonesia sudah banyak dikuasai oleh buruh asing. Ia pun menggalang dukungan untuk bisa membentuk Pansus TKA, menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA. “Menurut saya, apa […]

  • Inovasi Aeromodeling Musi Rawas Raih Juara Tingkat Nasional TTG XX 2018

    • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    INOVASI kreasi alat pengusir burung sawah Aeromodeling dengan bahan bekas yang diciptakan oleh Sugeng Riyanto yang merupakan warga Kelurahan Sumberharta, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas berhasil meraih Juara Harapan III tingkat Nasional pada ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) XX 2018 yang dilaksanakan di Bali, 19-22 Oktober 2018. Penghargaan ini serahkan langsung oleh Direktur Pendayagunaan […]

  • Bangub Satu Juta Bibit Sambung Pucuk Tanaman Kopi Tembus Rekor MURI

    • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    PAGARALAM – | Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) melaunching Gerakan Sejuta Sambung Pucuk Tanaman Kopi di Desa Rempasai, Pagaralam, Sabtu, (4/9/2021) yang merupakan program bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Dikesempatan tersebut MY mengatakan bahwa bantuan bibit kopi sambung pucuk merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sumsel kepada petani kopi yang ada […]

  • Gubernur dan Bupati H2G Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Stadion Sepak Bola Musi Rawas

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Mendampingi Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan hari ini melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tribune Stadion Sepakbola Musi Rawas, Sabtu (12/09/2020) di Kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. Hadir dalam acara tersebut,  Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Yohanes Hasiholan Toruan, Manager CSR PT Bukit […]

expand_less