Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Panen Sawit Illegal dan Rusak Kantor, Tiga Oknum Warga Diamankan

Panen Sawit Illegal dan Rusak Kantor, Tiga Oknum Warga Diamankan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 31 Mei 2019
  • visibility 88

MUSIRAWAS – |Petugas gabungan keamanan (Security) area perkebunan PT Lonsum di Blok 06110841 Div 01 Kebun Kencana Sari Estate (KCE) Desa Suka Makmur SP III, Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat. Mengamankan tiga oknum masyarakat yang diduga melakukan panen buah kelapa sawit dan klaim kepemilikan lahan, kemarin.

Ketiga oknum warga tersebut yakni pelaku
Wiriadi membawa senjata api laras panjang dan pisau dipinggang; Suherman alias Anggok membawa senjata tajam (Sajam) jenis pedang panjang dan Umarlie. Ketiganya warga Desa Suka Makmur SP III Kecamatan Gumay Talang.

Usai dicegah dan diamankan melakukan panen di lokasi itu. Pihak perusahaan melakukan langkah persuasif dengan mediasi terhadap oknum warga tersebut . Mirisnya, saat mediasi dilakukan oknum warga itu melakukan tindakan anarkis dan brutal

merusak properti diruangan mediasi dan memukul Koordinator Lapangan (Koorlap) Security PT Lonsum serta melawan petugas PAM pengamanan kebun dari TNI/Polri.

Akhirnya petugas keamanan mengambil tindakan tegas menghentikan aksi anarkis dan brutal tersebut dengan mengeluarkan tiga tembakan peringatan ke udara agar ketiga pelaku tidak melakukan tindakan yang memakan korban jiwa. Seketika itu juga para tersangka diamankan dan dibawa ke Polda Sumsel untuk diproses secara hukum

Penasehat hukum (Lawyer) PT Lonsum Palembang Tbk, Agus Effendi didampingi Humas PT Lonsum Palembang Tbk, Sohirin SE mengatakan aksi panen buah kelapa sawit di lokasi Kebun Kencana Sari Estate Desa Suka Makmur SP III Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat dilakukan oknum warga keluarga Baki Dkk. Mereka menggunakan senjata api (Senpira) dan senjata tajam (Sajam).

Aksi panen oknum warga tersebut diketahui petugas security gabungan kebun setempat. Ketiganya mengklaim lahan tersebut milik mereka sehingga melakukan panen. Padahal lahan tersebut sesuai aturan hukum telah dikuasai PT Lonsum KCE dan dilengkapi dengan plang pemberitahuan kepemilikan lahan.

“Petugas security melakukan langkah persuasif menghentikan aksi panen kelapa sawit yang dilakukan tiga oknum warga itu dan mengajak ketiga mediasi di Kantor KCE,”jelas Agus Effendi dalam press releasenya. Jumat (31/5).

Dikatakan Agus, dalam mediasi ketiga oknum tersebut ngotot mengklaim lahan tersebut milik mereka dengan menunjukkan berkas klaim lahan. Padahal sudah jelas lahan tersebut milik PT Lonsum KCE Tbk tertuang dalam dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah. Akhirnya, situasi memanas dan terjadi keributan. Ketiganya melakukan tindakan anarkis merusak kursi, meja dan properti ruang meeting Kantor PT Lonsum KCE Tbk.

Tidak hanya merusak tetapi oknum warga tersebut memukul Pandu, Koordinator Lapangan (Koorlap) Security KCE. Bahkan, ketiganya juga melawan petugas keamanan kebun dari TNI/Polri saat mediasi digelar.

Untuk mencegah agar tindakan anarkis meluas dan memakan korban jiwa. Kata Agus, petugas melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara menghentikan aksi anarkis dan brutal oknum warga tersebut.

“Akhirnya petugas gabungan Security meringkua ketiga oknum warga tersebut. Dan membawa ketiganya ke Polda Sumsel agar diproses secafa hukum,”tegas dia.

Agus menjelaskan manajemen perusahaan tidak mentolerir aksi panen sepihak, klaim lahan, pengrusakan dan tindakan anarkis pengancaman atau tindakan hukum lainnya  yang dilakukan ketiga oknum warga tersebut. Apalagi, ketiganya telah melakukan panen buah kelapa sawit sebanyak 167 janjang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit seberat 2.520 Kilogram (Kg). NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulok Mura Darussalam Lebih Utamakan Penerapan dalam Sehari-hari

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Kurikulum Muatan Lokal Mura Darussalam sudah mendekati ideal, namun karena keterbatasan jumlah pelajaran terasa kurang bagi pendidik maupun peserta didik, kata Kepala Sekolah SMP N Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Muhsin saat dibincangi Jurnalindependen.com, siang tadi senin (14/09/2015) dikantornya. “Ya kalau mau lengkap secara komprehensif terbatas oleh jam pelajaran, seminggu hanya 2 jam […]

  • KPUD Mura : Batas Akhir DPT dan DPT-b Enam Hari Sebelum Pemungutan Suara

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Adanya temuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda dibenarkan Anggota KPUD Musi Rawas (Mura), Supriyadi. “Temuan Panwas memang benar ditemukan DPT Ganda di Kecamatan Muara Beliti, ada 24 pemilih dan sudah dihapus karena nama dan indentitas lainnya sama,” ungkap Supriyadi, Divisi Teknis KPUD saat ditemui dikantornya, Senin (23/11/2015). Saat ini menurut Supriyadi, pihaknya […]

  • Pasal Batas Tanah, KS Ngancam Pakai Parang Lalu Diringkus Polisi

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MURATARA- KS (50) warga Desa Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Muara Rupit. Pria berprofesi sebagai petani ini diringkus karena diduga melakukan pengancaman terhadap korban Yudi Susanto (44) yang juga warga Desa Noman Baru Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Dugaan pengancaman itu terjadi Kamis (29/03) […]

  • Tetapkan Calih, KPU Mura Selesaikan Tahap Akhir Pemilu 2019

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah menyelesaikan tahap akhir Pemilu 2019. Hal ini di tandai dengan selesainya penetapan Calon Legislatif Terpilih (Calih) DPRD oleh KPU Kabupaten Mura, Senin (12/08) di Gedung Serbaguna, Muara Beliti. Ketua KPU Kabupaten Mura, Anasta Tias mengatakan dengan selesainya penetapan Calih berarti pihaknya telah […]

  • Perkembangan Ekraf Terkendala Modal

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    EKONOMI Kreatif (ekraf) mengalami perkembangan yang sangat signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) selama kurun waktu 2010-2015 menunjukkan bahwa besaran Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf baik dari Rp 525,9 triliun pada 2010, menjadi Rp 852,2 triliun pada 2015, atau meningkat rata-rata 10,14 persen per tahun. Namun masih ada beberapa kendala […]

  • Mura Terpantau 4 Titik Hospot

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kendati hingga penghujung juni 2019, hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) belum ditemukanya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hanya saja, sedikitnya  terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, setidaknya ada sebanyak 4 titik api (Hospot) terpantau wilayah Kecamatan Muara Lakitan. Kepastian itu disampaikan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah […]

expand_less