Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Alex Noerdin Gusar, Proses Tender Enam PLTU Mangkrak

Alex Noerdin Gusar, Proses Tender Enam PLTU Mangkrak

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 8 Nov 2015
  • visibility 70

PALEMBANG — Rencana pembangunan enam Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumatera Selatan (Sumsel) sampai saat ini masih mangkrak. Pada peresmian groundbreaking PLTU Banko Tengah di Kabupaten Muara Enim akhir pekan lalu Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan kegusarannya ihwal tak kunjung selesai proses tender pembangunan PLTU di daerah itu.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyoroti kinerja PT PLN dalam proses tender pembangunan PLTU yang terhambat karena proses tendernya yang tidak ada kepastian. “Sayang Bapak Presiden tidak datang, kalau datang saya sudah berniat akan menyampaikan uneg-uneg ini. Saya mohon maaf kepada PLN, tetapi ini demi kemajuan bersama,” katanya pada peresmian yang dihadiri Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Ahad (8/11).

Alex Noerdin mengatakan, “Masih banyak proyek-proyek PLTU mulut tambang di Sumatera Selatan yang sampai saat ini masih bermasalah, seperti PLTU Sumsel 1, PLTU Sumbagsel 1, PLTU Sumsel 6, PLTU Sumsel7, PLTU Sumsel 9, dan PLTU Sumsel-10, masih bermasalah. Proses tender PLTU tersebut ada yang sudah lebih dari lima tahun.”

Gubernur Sumsel menyatakan, berlarut-larutnya proses tender tersebut tentu sangat merugikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan tentunya merugikan Pemerintah Indonesia. “Apa bila pemerintah daerah dilibatkan maka proses pengadaan dan pembangunan PLTU-PLTU tersebut akan dapat terlaksana tepat waktu. Seperti halnya pengadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dilakukan pemerintah daerah semuanya berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya.

Pada peresmian groundbreaking PLTU Banko Tengah atau PLTU Sumsel 8 yang juga dihadiri Direktur Utama PTBA (PT Bukit Asam) Tbk Milawarma, Gubernur Sumsel menjelaskan, setelah PLTU Sumsel 8 dan PLTU Banjarsari yang kini sudah beroperasi akan menyusul beroperasinya PLTU Sumsel 5 dengan kapasitas 2 x 150 MW di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan PLTU Keban Agung kapasitas 2 x 110 MW di Kabupaten Lahat.

Mendengar uneg-uneg yang disampaikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Menteri ESDM Sudirman Said meminta kepada PT PLN untuk mempertegas komintmennya menjadi penyedia listrik di Indonesia. “Permasalahan yang terjadi terutama soal perizinan memang menjadi kendala utama. Saya minta kepada PLN mempehatikan konstelasi pemain listrik masa akan datang, lima tahun ke depan akan berbeda, pemasok listrik tidak hanya PLN tetapi juga swasta. “PT PLN harus mengubah cara pandang,” kata Sudirman Said. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaksanaan UNBK 2018 Diharapkan Berjalan dengan Baik

    • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengharapkan pelaksanaan UNBK (ujian nasional berbasis komputer) atau UNKP (ujian nasional berbasis kertas dan pensil) tahun 2018 ini dapat berjalan dengan baik.  Sejumlah persoalan yang muncul dalam pelaksanaan UNBK di tahun sebelumnya seperti persoalan pasokan listrik,  ketersediaan lembar soal serta potensi kebocoran soal dapat diantisipasi agar […]

  • Soal Keputusan Menkumham Tentang Parpol, DPR Layangkan Hak Angket

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi melayangkan hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly. Hak para legislator untuk melakukan penyelidikan suatu kebijakan pemerintah itu menyusul dugaan turut campurnya Kemenkumham dalam kisruh di internal partai politik (parpol), Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Inisiator hak angket John Kennedy Aziz mengatakan hak angket […]

  • KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

    KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

    • calendar_month Sab, 12 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Bandung — Untuk mewujudkan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan dan akuntabel, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar “Seminar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Antikorupsi 2015 yang dihelat di Ruang B2, Sasana Budaya Ganesa, Jalan Taman Sari, Kota Bandung pada Jumat (11/12). Dalam seminar tersebut […]

  • KPU Musi Rawas Beri Kesempatan Sanggah PPK Terpilih Hingga 21 Februari

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) memberikan kesempatan masyarakat untuk mengoreksi dan menyanggah terhadap anggota PPK terpilih. “Kita buka pengaduan dan sanggahan dari masyarakat dengan pembuktian dalam perekrutan anggota PPK dan terpilih sementara untuk 14 Kecamatan di Musi Rawas. Pengaduan ini telah kita buka dari 15 Februari lalu hingga 21 Februari 2020, […]

  • Talud dan Trotoar Ambrol di Mesat Seni, Jadi Sorotan Warga

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Pengerjaan talud dan trotoar di RT 02 Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 2, Kota Linggau menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek talud dan trotoar sepanjang 20 meter yang dikerjakan pada 2018/2019 tersebut kini dalam kondisi ambrol. Kedua proyek tersebut diduga ambrol akibat hujan yang melanda. Ketua RT 02 Kelurahan Mesat Seni, […]

  • Setiap Musim Tanam Pupuk di Mura Langka

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com — Setiap musim tanam tiba pupuk diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) selalu mengalami kelangkaan. Kekurangan pupuk bersubsidi tersebut dikeluhkan petani diwilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Usut punya usut kelangkaan terjadi lantaran produsen pupuk PT Pusri menunggu Peraturan Bupati (Perbub) yang belum turun untuk menyalurkan pupuk tersebut. Seorang petani Dedi, mengakui hampir setiap […]

expand_less