Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 12 Des 2015
  • visibility 61

Bandung — Untuk mewujudkan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan dan akuntabel, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar “Seminar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Antikorupsi 2015 yang dihelat di Ruang B2, Sasana Budaya Ganesa, Jalan Taman Sari, Kota Bandung pada Jumat (11/12).

Dalam seminar tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Dadang Kurnia, serta Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh gubernur, walikota, bupati, Ketua DPRD, kepala perwakilan BPKP seluruh Indonesia, serta Tim Korsupgah Pusat dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Menurut Wakil Ketua KPK Zulkarnain, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan BPKP yang bertujuan mendorong pengelolaan APBD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengidentifikasi permasalahan, risiko, dan penyebab pada bidang APBD.

“Yang tak kalah penting, menurunkan potensi tingkat korupsi, dan perbaikan Sistem Pengendalian Intern atas pengelolaan APBD pada pemerintahan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain juga menyampaikan hasil evaluasi kegiatan Korsupgah sebelumnya yang digelar pada Oktober-Desember di 32 provinsi. Pertama, dalam proses penyusunan dan alokasi anggaran adanya intervensi pihak luar, pengelolaan hibah-bansos yang tidak sesuai, dan alokasi anggaran yang tidak berfokus pada kepentingan publik.

Kedua, dalam pengadaan barang dan jasa, proses yang tidak transparan, adanya markup harga, dan spesifikasi barang yang berbeda. Ketiga, dalam pelayanan publik berhubungan dengan masalah perizinan, masih terdapat praktik-praktik gratifikasi, belum terwujudnya pelayanan prima dalam bentuk Pelayanan Terpadu Satu pintu (PTSP), dan masih belum transparannya perizinan yang ada.

“Untuk kebutuhan tersebut, kami akan mengumpulkan praktik-praktik terbaik pengelolaan APBD yang ada di negeri ini,” katanya.

Tahun ini, kegiatan Korsupgah difokuskan untuk mendorong pengelolaan APBD yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku; Mengidentifikasi berbagai persoalan, risiko, dan penyebab pada bidang APBD; Menurunkan potensi tingkat korupsi; serta Perbaikan sistem pengendalian internal atas pengelolaan APBD pada pemerintah daerah.

“Ini penting, sebab telah banyak program pemerintah yang bergulir baik melalui APBN maupun APBD, namun hasilnya belum secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah,” kata Zulkarnain.

Dari sini, kegiatan Korsupgah akan memantau dan mengevaluasi pada tiga hal utama, yakni Tindak lanjut hasil Korsupgah pada tahun 2014; APBD tahun anggaran 2014/2015, mulai dari perencanaan dan penganggaran, belanja hibah dan bantuan sosial (bansos), dan pengadaan barang dan jasa; serta Kepentingan nasional pada bidang pendapatan. Humas–KPK

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinkronisasi Rencana dan Program, Bappeda Gelar Rapat Forum PD

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Untuk sinkronisasi berbagai perencanaan dan program, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas gelar paparan mengenai rencana pembangunan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA) Kabupaten Musirawas, H Suharto Patih usai rapat hari pertama rapat Forum Perangkat Daerah (PD) dikantornya, Kamis (09/03). “Untuk sinkronisasi berbagai rencana atau kegiatan, termasuk hasil Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan […]

  • Ketua ABPEDNAS Mura Minta Anggota Dukung Kades

    • calendar_month Rab, 24 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Musi Rawas, Deden Komaludin meminta anggotanya dukung program Kepala Desa di tempat masing-masing. Hal ini disampaikan Deden pada pelantikan Pengurus DPC ABPEDNAS Musi Rawas di Auditorium Pemkab Mura, Rabu (24/01). “Anggota BPD mesti betul-betul memahami regulasi tentang desa sehingga […]

  • Pengelolaan dan LPJ Dana BOS Belum Memadai

    • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MALUKU UTARA – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Willgo Zainar menjelaskan bahwa BAKN menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Maluku Utara dan juga kabupaten/kota Semester I Tahun 2017, dimana terdapat temuan tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang […]

  • Indonesia Dukung Perdamaian di Semenanjung Korea

    • calendar_month Sen, 30 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menyambut baik perkembangan di Semenanjung Korea khususnya hasil Pertemuan Tingkat Tinggi antara Republik Korea dan Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK). Oleh karenanya, Indonesia sangat mendukung upaya perdamaian yang sedang dijajaki oleh Presiden Republik Korea Moon Jae-in dan Presiden Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong-un. Dukungan Indonesia bagi perdamaian kedua negara tersebut disampaikan […]

  • Kasat Minta Maaf, Oknum Pol PP Arogan Ditarik dari DPRD Mura

    • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kepala Satuan (Kasat) Pol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Marsono minta maaf atas sikap arogansi anggotanya dengan wartawan Palembang Pos dan GM Silampari TV saat bertugas di Sekrerariat DPRD Mura kemarin. Marsono mengatakan, akan segera menarik oknum bersangkutan ke Kesatuan Pol PP. Namun demikian, ia menyesalkan […]

  • Disdik Ancam Pecat Kepsek Pungut Biaya Siswa Miskin

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengancam akan memecat kepala sekolah SMA/SMK yang kedapatan menarik pungutan terhadap siswa miskin.  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Widodo di Palembang, Selasa, mengatakan, tindakan tegas ini dilatari peraturan yang mengharuskan sekolah untuk menyisihkan dana untuk 20 persen siswa prasejahtera (miskin). “Kepsek yang masih meminta sejumlah pungutan, padahal […]

expand_less