Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dakwah » Pidato Gus Mus di Muktamar NU, Luluhkan Hati Muktamirin

Pidato Gus Mus di Muktamar NU, Luluhkan Hati Muktamirin

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 3 Agu 2015
  • visibility 125

JOMBANG — Sidang Pleno pembahasan tata tertib Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama akhirnya selesai. Ini setelah Rais Am NU KH Mustofa Bisri menyampaikan pidatonya yang menggetarkan hati dan membuat tak sedikit muktamarin meneteskan air mata.

Pidato yang disampaikan usai pertemuan para rais syuriyah di Pendopo Kabupaten Jombang tersebut sekaligus mengakhiri sementara polemik ahlul halli wal aqdi di sidang pleno. Berikut ini pidato lengkap Gus Mus di hadapan muktamirin, Senin (3/8).

“Saya menangis, setelah melihat sidang. Malu kepada Allah SWT, KH Hasyim Asyari, KH Bisri Bisri yang mengajarkan kita.

Dengarkan saya, kalau tidak lupakan saya, kalau perlu saya ciumi kaki-kaki anda, supaya anda menunjukkan diri sebagai seorang ulama.

Rata-rata prihatin semua, prihatin yang sangat mendalam. Di sini NU dibangun, di sini mau diruntuhkan? Saya mohon lepaskan dan memikirkan Allah dan pendahulu.

Setelah mempelajari situasi, kiai berkumpul tadi siang. Menyampaikan beberapa poin yang perlu jadi pembahasan selanjutnya.

Pertama, apabila ada pasal yang belum disepakati dalam tata tertib muktamar tentang pemilihan rais am dan tidak bisa diputuskan melalui musyawarah mufakat maka akan dilakukan pemungutan suara oleh para rais syuriyah. Kalau ini khusus Rais Aam.

Kedua tentang mekanisme pemilihan ketua umum segala macam sama dengan di AD/ART. Ini juga sama. Di AD/ART pasal 41 ayat 1 Kalau bisa dilaksanakan musyawarah mufakat, kalau tidak bisa lalu dilakukan pemungutan suara.

Kalau nanti antara Anda sekalian yang berpihak antara A dan B tidak bisa disatukan lagi, mungkin karena masing-masing sudah apriori maka saya dengan para kiai bikin solusi yakni, kalau bisa melalui musyawarah mufakat tapi kalau tidak dilakukan pemungutan suara. Itu bunyi AD/ART kita.

Tapi karena ini urusan memilih rais aam jadi para kiai berpikir adalah kiai-kiai akan memilih pemimpin kiai. Kiai-kiai akan memilih imam para kiai. Maka itu solusi yang ditawarkan tadi adalah, kalau memang tidak bisa dilakukan mufakat maka akan dilakukan pemungutan suara oleh rais-rais syuriah.

Tatib yang sdh disepakati perlu segera ditetapkan. Ini yang bisa saya lakukan sebagai penanggung jawab dalam Muktamar ini. Kalau ini Anda tidak sepakati juga karena anda memandang saya hanya Mustofa Bisri saya akan terima dengan baik dan kerendahan hati.

Tapi tolong saya mendapat amanat dari Allah karena saya mendapat kecelakaan menjadi wakilnya Kiai Sahal (almarhum), sehingga ketika Kiai Sahal diambil oleh Allah saya harus menjabatnya sebagai Rais Aam sementara.

Doakan semoga saya sekian saja untuk menjadi Rais Aam. Tapi yang saya sampaikan betul-betul anda memperhatikan sebagai saya pejabat rais aam. Kalau tidak maka apapun hanya percuma saya dipilih sebagai pejabat segala macam. Lepaskan saja saya, supaya saya jadi mahluk biasa, warga NU biasa, demikian saya mohon yang sebesar-besarnya.

Saya sejak semalam belum tidur bukan apa-apa karena memikirkan anda-anda sekalian. Sekali lagi saya sampaikan sebagai penanggung jawab muktamar mohon maaf kepada muktamirin dari jauh terutama yang tua-tua yang karena teknis dari panitia mengecewakan. (Dengan nada parau dan menahan tangis)

Saya dengan kerendahan hati memohon maaf. Mohon keikhlasan kalian, maafkanlah mereka, maafkanlah saya. Itu kesalahan saya, penanggung jawab, maka saya yang meminta maaf kepada kalian. Mudah-mudahan anda membuka hati memaafkan saya.” (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Main Basket dengan Pemain DBL

    • calendar_month Sab, 12 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SEBELUM bertolak ke Pasuruan untuk melakukan kunjungan kerja, Presiden Joko Widodo menyempatkan untuk berolahraga. Sabtu, 12 Mei 2018 pagi, Presiden mengajak pemain yang tergabung dalam Developmental Basketball League (DBL) untuk bermain basket. Presiden tiba di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor yang telah disulap menjadi lapangan basket sekitar pukul 07.40. Ia tampak mengenakan jaket Asian Games […]

  • Lembaga KPK Apresiasi Tampal Jalinsum Lubuk Besar

    • calendar_month Sel, 6 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Giat warga Desa Lubuk Besar Kecamatan TP Kepungut menampal jalan lintas Sumatera yang berlobang patut di apresiasi. Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Kabupaten Musi Rawas, Ali Mu’ap mengapresiasi kinerja yang baik tersebut. “Kami apresiasi upaya yang dilakukan Kades Lubuk Besar beserta warganya secara gotong royong menampal lobang jalan yang dilakukan […]

  • Upaya Pemkab Mura Stabilkan Harga Sembako dengan GPM

    Upaya Pemkab Mura Stabilkan Harga Sembako dengan GPM

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah program pemerintah sebagai stabilisator harga pangan di masyarakat. GPM diharapkan dapat membantu masyarakat ekonomi lemah dibawah garis kemiskinan dalam suatu wilayah. Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menyambut baik GPM ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau rendah di Kabupaten Musi Rawas agar dapat membeli sembako […]

  • UJI UU PT – Bukan Masalah Konstitusionalitas Norma

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    DIREKSI adalah organ perseroan yang bertanggung jawab atas pengurusan perseroan, baik di dalam dan keluar pengadilan sesuai Anggaran Dasar organisasi. Berdasarkan Pasal 146 ayat (1) huruf c butir a UU PT bahwa pembubaran perseroan diajukan lebih dahulu oleh direksi, sedangkan pengadilan sesuai dengan kewenangannya hanya menerima alasan pembubaran dari perseroan. Dengan demikian, Pemerintah berpendapat tidak […]

  • Prediksi Normal Agustus 2020 Jika Disiplin Cegah Covid-19

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Disiplin cegah penularan Covid-19 dengan berdiam diri di rumah, jaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker jika harus ke luar rumah dan rajin cuci tangan dapat memutus rantai penularan SARS-CoV-2. Jika semua pihak melaksanakan hal tersebut maka kondisi Indonesia diprediksi normal pada Agustus 2020. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto […]

  • KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    KPK Bidik Kadis dan Staf PU BM Banyuasin karena Beri Keterangan Palsu

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dari 10 saksi yang rencananya akan dihadirkan, satu saksi tidak hadir dan sudah berkoordinasi karena ada pekerjaan. Ahmad Kadafi yang merupakan rekanan dinas di Pemkab Banyuasin rencananya akan dihadirkan pada persidangan pekan depan. Post Views: 560

expand_less