Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Bisnis » Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 17 Des 2019
  • visibility 130

PALEMBANG – | Pada proyeksi kedepan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkeinginan lebih mendorong penyaluran kredit pada usaha-usaha mikro, mengurangi tingkat pengangguran, mengurangi tingkat kemiskinan yang pada akhirnya peningkatan kesejahteraan melalui kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kepala OJK Kantor Regional 7 Sumatera Selatan (Sumsel), Panca Hadi Suryanto menyampaikan, saat ini penyaluran KUR di Sumsel cukup baik dan menjadi salah satu potensi untuk pengembangan usaha-usaha mikro di provinsi ini.

“Untuk Sumsel ini cukup baik, karena penyaluran KUR disini mencapai target. Hal ini jadi peluang kita untuk terus memperluas akses keuangan daerah,” sampainya disela-sela seminar kajian potensi ekonomi dan akses keuangan daerah (KPAKD) Provinsi Sumsel tahun 2019 di kantor OJK Regional 7 Sumsel, Senin (16/12/19).

Saat ini, sambung Panca, untuk bank penyelenggara KUR ada 11, dalam evaluasi triwulan ketiga kemarin, ada bank yang melampaui target yang ditetapkan ada yang tidak melampaui target. Dimana, sektor yang paling besar pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Ada bank yang tidak melampaui target di Sumsel, tapi bukan berarti secara nasional tidak mencapai target. Karena bisa saja capaian target terpenuhi dari daerah lain,” terangnya.

Panca mengungkapkan, total KUR yang telah disalurkan 3,181 Triliun, dengan rincian KUR Mikro 1,370 Triliun, KUR kecil atau retail 1,806 Triliun dan sedikit KUR TKI 4,39 Miliar hanya BRI.

“Untuk KUR cukup baik dan NPL nya bagus 0,15% dan ini sangat kecil untuk KUR Mikro,” ulasnya.

Sementara itu, anggota KPAKD, Dr Azwardi mengtakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Sumsel lebih tinggi dibanding nasional. Dimana, nasional 5,17% dan Sumsel 6,34%.

Hanya saja, pada kondisi yang dilematis, ternyata tingkat kemiskinan di provinsi ini, lebih tinggi dibanding nasional, yakni 12,8% berbanding 9,6%.

“Kondisi yang dilematis antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan,” ungkapnya.

Saat ini upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dengan terus mendorong perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan, yakni sektor pertanian.

Dimana, dari sekitar 8 juta jiwa masyarakat di Provinsi ini, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian ada sekitar 5 juta jiwa.Artinya, lebih dari 50% masyarakat Sumsel bergerak di sektor pertanian.

“Dari 8 juta jiwa, sekitar 1,3 juta jiwa dikalikan dua anak dan satu istri, maka lebih kurang 5 juta jiwa masyarakat kita bergerak di sektor pertanian. Artinya sektor inilah yang harus kita dorong untuk mengurangi angka kemiskinan yang berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan ekonomi,” ulasnya.

Dalam empat tahun terakhir, nilai tukar petani yang diterima, lebih rendah dari barang-barang konsumsi yang harus dibeli para petani. Hal itu berakibat pada daya beli yang menurun, sehingga berdampak pada angka kemiskinan.

“Ini jadi informasi dan potret bagi Pemerintah terutama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkat untuk lebih giat lagi mendorong sektor pertanian,” bebernya.

Media Center Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Optimis, Sumsel Jadi Lumbung Pangan Nomor Satu

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PALEMBANG -| Tekad kuat Gubernur Sumsel Herman Deru menjadikan Sumsel lumbung pangan diapresiasi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman. “Kami berikan apresiasi yang sangat untuk pak gubernur.  Karena beliau ini terus bekerja tanpa lelah memajukan sektor pertanian  demi  sejahteranya warga Sumsel,” ucapnya Mentan RI, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Kegiatan Luas Tambah Tanam […]

  • Dewan Desak APH, Usut Dugaan Korupsi Bansos Mura

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Anggota Komisi IV  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas (Mura), Alamsyah H Manan, mengatakan penyaluran bansos dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Mura ada skema tukar guling, sebab bantuan yang seharusnya berupa uang tunai di salurkan berbentuk bahan material bangunan ini Padahal, […]

  • Diduga Mark-up Harga Sewa Mobil Mewah, JAKOR Sumsel Desak APH Periksa Sekwan DPRD Lubuk Linggau

    Diduga Mark-up Harga Sewa Mobil Mewah, JAKOR Sumsel Desak APH Periksa Sekwan DPRD Lubuk Linggau

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU – Dugaan praktik penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang (abuse of power) dan dugaan tindak pidana korupsi diduga kini terjadi di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Lubuk Linggau. Sekelompok massa yang tergabung di LSM dan Aktivis dari Jaringan Anti Korupsi (JAKOR) Sumatera Selatan (SUMSEL), menjelaskan bahwasannya secara resmi akan segera mengadakan aksi unjuk rasa sekaligus […]

  • Bawaslu Merupakan Kunci Penting Keberhasilan Pemilu 2019

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SALAH satu kunci keberhasilan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif Serentak Tahun 2019 berada di tangan Bawaslu sebagai pengawas Pemilu. Hal ini disampaikan oleh Ketua MK Anwar Usman dalam ceramah kunci yang sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Hukum Acara Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2019 Bagi Bawaslu Angkatan II. Kegiatan bimtek yang berlangsung […]

  • Ditemani Ibu, Is Laporkan Pacarnya tak Bertanggungjawab ke Polisi

    • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Hati orang tua mana yang tak hancur, bila mengetahui anak gadisnya menjadi korban pencabulan yang dilakukan seorang lelaki yang tak lain pacar anaknya sendiri. Hal inilah dialami La (51), warga Kecamatan IB I Palembang. Sebab, anak kandungnya berinisial Is (17) sudah menjadi korban pencabulan oleh teman pria anaknya tersebut yang bernama Her (21) warga […]

  • APBD Kabupaten OKU DeFisit Rp80,7 miliar

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BATURAJA – Anggaran APBD Perubahan 2017 Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengalami devisit sebesar Rp80,7 miliar. “Belanja daerah semula dalam RAPBD Perubahan sebesar Rp1,198 triliun naik menjadi Rp1,496 triliun. Artinya terjadi defisit sebesar Rp80,714 miliar. Bukan Rp295 miliar seperti diinformasikan sebelumnya,” kata Kabag Hukum dan Persidangan DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Baharudin di Baturaja, […]

expand_less