Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diatas Rata-rata Nasional

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 17 Des 2019
  • visibility 126

PALEMBANG – | Pada proyeksi kedepan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkeinginan lebih mendorong penyaluran kredit pada usaha-usaha mikro, mengurangi tingkat pengangguran, mengurangi tingkat kemiskinan yang pada akhirnya peningkatan kesejahteraan melalui kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kepala OJK Kantor Regional 7 Sumatera Selatan (Sumsel), Panca Hadi Suryanto menyampaikan, saat ini penyaluran KUR di Sumsel cukup baik dan menjadi salah satu potensi untuk pengembangan usaha-usaha mikro di provinsi ini.

“Untuk Sumsel ini cukup baik, karena penyaluran KUR disini mencapai target. Hal ini jadi peluang kita untuk terus memperluas akses keuangan daerah,” sampainya disela-sela seminar kajian potensi ekonomi dan akses keuangan daerah (KPAKD) Provinsi Sumsel tahun 2019 di kantor OJK Regional 7 Sumsel, Senin (16/12/19).

Saat ini, sambung Panca, untuk bank penyelenggara KUR ada 11, dalam evaluasi triwulan ketiga kemarin, ada bank yang melampaui target yang ditetapkan ada yang tidak melampaui target. Dimana, sektor yang paling besar pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Ada bank yang tidak melampaui target di Sumsel, tapi bukan berarti secara nasional tidak mencapai target. Karena bisa saja capaian target terpenuhi dari daerah lain,” terangnya.

Panca mengungkapkan, total KUR yang telah disalurkan 3,181 Triliun, dengan rincian KUR Mikro 1,370 Triliun, KUR kecil atau retail 1,806 Triliun dan sedikit KUR TKI 4,39 Miliar hanya BRI.

“Untuk KUR cukup baik dan NPL nya bagus 0,15% dan ini sangat kecil untuk KUR Mikro,” ulasnya.

Sementara itu, anggota KPAKD, Dr Azwardi mengtakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Sumsel lebih tinggi dibanding nasional. Dimana, nasional 5,17% dan Sumsel 6,34%.

Hanya saja, pada kondisi yang dilematis, ternyata tingkat kemiskinan di provinsi ini, lebih tinggi dibanding nasional, yakni 12,8% berbanding 9,6%.

“Kondisi yang dilematis antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan,” ungkapnya.

Saat ini upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dengan terus mendorong perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan, yakni sektor pertanian.

Dimana, dari sekitar 8 juta jiwa masyarakat di Provinsi ini, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian ada sekitar 5 juta jiwa.Artinya, lebih dari 50% masyarakat Sumsel bergerak di sektor pertanian.

“Dari 8 juta jiwa, sekitar 1,3 juta jiwa dikalikan dua anak dan satu istri, maka lebih kurang 5 juta jiwa masyarakat kita bergerak di sektor pertanian. Artinya sektor inilah yang harus kita dorong untuk mengurangi angka kemiskinan yang berbanding terbalik dengan angka pertumbuhan ekonomi,” ulasnya.

Dalam empat tahun terakhir, nilai tukar petani yang diterima, lebih rendah dari barang-barang konsumsi yang harus dibeli para petani. Hal itu berakibat pada daya beli yang menurun, sehingga berdampak pada angka kemiskinan.

“Ini jadi informasi dan potret bagi Pemerintah terutama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkat untuk lebih giat lagi mendorong sektor pertanian,” bebernya.

Media Center Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Miftahul Huda Terawas Juarai Pospekab Musi Rawas 2018

    • calendar_month Jum, 11 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Kabupaten (Porpekab) dan Pekan Olahraga Seni Pondok Pesantren Tingkat Kabupaten (Pospekab) Musi Rawas tahun 2018 resmi berakhir. Kontingen Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan STL Ulu Terawas menjadi Juara Utama dengan perolehan mendali 11 Emas, 7 Perak dan 3 Perunggu. Disusul Kontingen Pondok Pesantren Walisongo Tugumulyo dengan perolehan 9 […]

  • Masih Banyak Guru Malas Buat Karya Tulis

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Setiap guru mestinya membuat karya tulis ilmiah sebagai penyertaan untuk kenaikan pangkat, terlebih lagi bila karya tulis tersebut dapat dipublikasi tentu akan menambah poin tersendiri. Post Views: 348

  • Harga Emas Hari ini, UBS dan Antam ‘Turun’, 6 Oktober 2021

    • calendar_month Rab, 6 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Rabu (06/10/2021), di Pegadaian, cetakan Antam dan UBS turun. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp482.000,- turun Rp1.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp906.000,- juga turun Rp1.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram  dan […]

  • Warga Temukan Perbedaan Data BPS dan Pemkab OKU

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    BATURAJA – Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya menemukan perbedaan data luas kecamatan di Kabupaten OKU. Data yang dimaksud adalah data di website Pemerintah Kabupaten OKU dan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU. “Saya tadinya nyari referensi data luas kecamatan di kabupaten OKU, pertama cari di BPS OKU kemudian ke website Pemkab OKU, ternyata datanya beda,” […]

  • Dansatgas TMMD Kodim Trenggalek Pantau Pengerjaan Gorong-gorong

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TRENGGALEK – | Dansatgas TMMD Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto memastikan jika seluruh pembangunan di lokasi TMMD, berjalan sesuai dengan rencana dan prosedur tetap yang sudah diberlakukan. “Sekarang kita tinjau pengerjaan gorong-gorong di Dusun Nitri,” ungkap Dandim 0806/Trenggalek. Rabu, 31 Juli 2019. Dirinya menuturkan, selain peninjauan terhadap kondisi platcor, ia juga memastikan ketebalan cor […]

  • KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

    KPK Sampaikan Hasil Korsup di Bidang Pencegahan

    • calendar_month Sab, 12 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Bandung — Untuk mewujudkan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan dan akuntabel, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar “Seminar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Antikorupsi 2015 yang dihelat di Ruang B2, Sasana Budaya Ganesa, Jalan Taman Sari, Kota Bandung pada Jumat (11/12). Dalam seminar tersebut […]

expand_less