Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Napi Narkoba Meninggal, Diduga Dianiaya Sipir Penjara

Napi Narkoba Meninggal, Diduga Dianiaya Sipir Penjara

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
  • visibility 68

PALEMBANG – Selama lima hari menjalani perawatan medis, Bisan Azhari (43), narapidana (Napi) Lapas Merah Mata Palembang, menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU RSMH Palembang.

Bisan Azhari meninggal dunia pada Selasa (20/3/2018) sekira pukul 21.30 WIB.

Tak terima atas kematian Bisan Azhari yang dinilai tak wajar, pihak keluarga pun melaporkannya ke SPKT Mapolda Sumsel, Rabu (21/3/2018).

Sebelumnya napi kasus narkoba ini dirawat di RSMH Palembang sejak Rabu (15/3/2018) lalu.

Almarhum dirawat medis, lantaran kondisinya kritis atau sekarat yang diduga dianiaya di dalam Lapas Merah Mata Palembang.

“Saya tidak terima, karena suami saya dianiaya yang akhirnya meningga dunia.

Selama seminggu dirawat, suami saya tidak sadarkan diri,” ujar Holijah istri almarhum usai melapor ke SPKT Mapolda Sumsel.

Dalam laporannya kepada petugas, Holijah melaporkan oknum sipir Lapas Merah Mata berinisial JN.

Karena diketahui suaminya diduga dianiaya di dalam lapas oleh terlapor JN.

Namun belum diketahui apa penyebab sehingga terjadinya penganiayaan tersebut.

“Sebelumnya itu suami saya ini sempat telpon, katanya minta transfer duit karena ada hutang sama JN.

Tapi setelah itu saya dapat kabar, suami saya sudah sekarat dengan kondisi luka di kepala dan juga luka disekujur tubuhnya,” ujar Holijah.

Begitu juga diceritakan Nani, kakak almarhum yang mendampingi Holijah melapor. 

Menurut Nani (50), adiknya telah dianiaya dan disiksa oleh penjaga lapas.

Penyebab terjadinya penyiksaan, kemungkinan karena narkoba.

Memang Bisan Azhari pernah bercerita bahwa memiliki hutang karena narkoba.

Almarhum Bisan meninggal dunia karena pendarahan otak di kepalanya.

Pihak keluarga pun meminta petugas untuk melakukan visum.

“Saya tidak tahu masalah hutang apa sehingga adik saya dipukuli.

Namun ada yang bilang karena hutang narkoba, tapi saya tidak tahu kepastiannya. 
Kami dari keluarga meminta keadilan. Karena adik saya meninggal dunia dengan kondisi darah membeku di otak kepalanya,” ujar Nani.

Diketahui Bisan Azhari merupakan napi atau warga binaan yang menjalani hukuman pidana selama enam tahun kurungan penjara atas kasus narkoba.

Bisan Azhari ditangkap petugas Satres Narkoba pada tahun 2014 atas kasus narkoba jenis sabu-sabu. (Sripoku.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kembali Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kecamatan Selangit

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Rawas H. Hendra Gunawan kembali memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di tiga rumah yang ada di Kelurahan Selangit Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Selasa 11 Juni 2019. Tiga rumah yang terbakar, dua diantaranya rusak berat. Kebakaran hebat ini terjadi pada hari Ahad 9 Juni 2019 sekitar pukul 16:00 Wib. Kebakaran diduga […]

  • Salah Penerapan, Pemkab Mura Kehilangan Penerimaan Pajak Restoran Rp613 Juta

    Salah Penerapan, Pemkab Mura Kehilangan Penerimaan Pajak Restoran Rp613 Juta

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemkab Musi Rawas pada Tahun 2022 telah merealisasikan Belanja Makanan dan Minuman pada rumah makan, kafetaria, kantin, warung, dan penyedia katering menggunakan anggaran Belanja Makanan dan Minuman sebesar Rp19.764.164.460,00. Hasil pemeriksaan secara uji petik Badan Pemeriksa Keuangan atas pelaksanaan pemungutan dan penyetoran pajak terkait Belanja Makanan dan Minuman oleh Bendahara Pengeluaran SKPD […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp105,-/kg – Kamis 2 September 2021

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 2 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.824,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.877,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.894,-/kg 4. KKK 50% dibeli Rp 9.912,-/kg 5. KKK 40% dibeli Rp 7.930,-/kg Harga hari ini TURUN Rp 105,-/kg dari harga pada […]

  • Kegiatan CSR, DPMPTSP Mura Hanya Mediasi

    • calendar_month Sen, 16 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.co.id – Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility(CSR) tahun 2017 di Kabupaten Musi Rawas sebagian sudah terlaksana. Hal ini disampaikan Kepala DPMPTSP Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Promosi dan kerjasama, Tri Wahyudi di kantornya, Senin (16/04). Menurut Tri Wahyudi, pihaknya hanya memediasi bukan penyelenggara seperti tercantum pada LKPJ Bupati Musi Rawas Tahun 2017. […]

  • Bawa PWI SUMSEL Lebih Maju, Mandiri dan Bermartabat

    • calendar_month Sel, 18 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PALEMBANG,- Wartawan senior Jon Heri S.Sos ternyata mulai menunjukkan “buah” pemikiran cemerlang setelah sebelumnya tak dianggap berpeluang maju pada bursa pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel periode 2019-2024. Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumsel masa kepengurusan H Ocktap Riady itu kini tak ragu untuk melenggang pada putaran pemilihan calon Ketua PWI saat Konferensi Provinsi […]

  • Diduga Proses Tender Proyek, Sekedar Formalitas Oknum Dibackingi Dewan

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com –Beredarnya sms gelap yang memberikan informasi mengenai Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas yang main proyek dengan proses tender sekedar formalitas dibantah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bambang Hermanto. Hal ini diungkapkan Bambang ketika ditemui, siang tadi Jum’at (11/09/2015) dikantornya. Proses tender yang dimaksud sms gelap tersebut bukan di dinas kami, itu kewenangan ULP […]

expand_less