Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Tantangan Pariwisata Indonesia Saat Ini

Tantangan Pariwisata Indonesia Saat Ini

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
  • visibility 103

SEJAK di masa periode pertama kekuasaannya Presiden Jokowi telah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas, yang diharapkan mampu sebagai penyumbang terbesar bagi devisa negara.

Tidak heran jika Menteri Pariwisata Arief Yahya di dalam setiap kesempatan menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama kenapa Pariwisata menjadi leading sektor program pembangunan Indonesia adalah dikarenakan merupakan industri yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dan performanya tiap tahun selalu menanjak.

Di periode pertama Jokowi ini kita pun bisa melihat bagaimana pariwisata Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari musibah bencana alam tiada henti yang melanda destinasi – destinasi pariwisata, pergolakan politik ,  issue keamanan , lingkungan,  tidak siapnya destinasi hingga faktor sumber daya manusia yang perlu untuk terus ditingkatkan.

Tulisan ini diturunkan dengan tujuan untuk mencoba memberikan gambaran secara singkat tentang apa yang kira – kira akan menjadi tantangan Pariwisata Indonesia di era pemerintahan Jokowi Jilid II .

Pariwisata Indonesia di Peta Persaingan pariwisata dunia

Kita harus berbangga bahwa ternyata dalam perkembangannya saat ini Pariwisata Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi oleh negara – negara manapun di dunia.

Indonesia dengan pariwisata telah hadir sebagai Negara yang memiliki daya saing yang tinggi,  hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pengakuan dari lembaga – lembaga internasional yang kredibilitasnya tidak perlu disangsikan lagi , sebut saja ,

World Travel & Tourism Council (WTTC), menurut lembaga ini pariwisata Indonesia melesat di posisi kesembilan dunia, dan nomor tiga di Asia, serta berada di peringkat teratas di kawasan Asia Tenggara . Lalu Telegraph , Media terkemuka dari Inggris ini mencatat Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat,

Bahkan Telegraph menilai pertumbuhan pariwisata Indonesia empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan regional dan global, hal ini kemudian dikuatkan  dengan Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7 persen dan di dunia hanya 6 persen.

Indeks daya saing pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. WEF menyatakan bahwa peringkat Indonesia naik delapan poin dari 50 di 2015 menuju ke peringkat 42 pada 2017.

Tidak cukup disitu, oleh GMTI ( Global Muslim Travel Index )  Indonesia dinobatkan sebagai negara yang menduduki peringkat pertama wisata halal dunia versi GMTI 2019, bersanding dengan Malaysia.

Lalu bagaimana dengan tingkat kunjungan Wisatawan ke Indonesia?

Jika kita melihat data yang disampaikan Kemenpar RI,  kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik siginifikan dari 2015-2017. Pada 2015 sebanyak 9,7 juta, lalu 2016 menjadi 11,5 juta dan 2017 sebanyak 14 juta.

Pertumbuhan total kunjungan wisman Indonesia tahun 2017 sebesar 22 persen atau lebih tinggi daripada regional ASEAN (7 persen) dan dunia (6,4 persen). Sampai Agustus 2018, jumlah wisman tercatat mencapai 10,58 juta dari 17 juta yang ditargetkan. Sedangkan untuk Wisatawan nusantara angka nya terus mengalami kenaikan.

Pada tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta. Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 yang dari USD12,2 miliar menjadi USD13,6 miliar pada 2016 dan satu tahun berikutnya naik lagi menjadi USD15 miliar. Sementara, tahun ini ditargetkan meraup devisa USD17 miliar dan USD20 miliar di 2020.

Isu dan Tantangan Pariwisata Indonesia

Jika kita Mengutip apa yang disampaikan baru – baru ini oleh  KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional) melalui Ketua Pokja Industri Pariwisata Nasional , Dony Oskaria yang mengatakan, bahwa tingkat kunjungan yang terus meningkat kurang berkorelasi positif dengan nilai belanja wisatawan asing (spending) yang justru terus turun, dari angka USD 1300-an merosot ke angka USD 1000-an per visit. Artinya ada penurunan kualitas kunjungan.

Penurunan kualitas kunjungan ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti misalnya , pelayanan dan fasilitas di destinasi yang belum maksimal , atraksi wisata yang masih itu-itu saja , paket tour yang masih monoton alias kurang kreatif , dan kurang massif dan kreatifnya promosi pariwisata yang dilakukan.

Jadi salah satu Tantangan terbesar dari Pariwisata Indonesia di masa depan adalah bagaimana kuantitas kunjungan wisatawan bisa berbanding lurus dengan kualitas dari nilai spending disaat para wisatawan tersebut berlibur di destinasi – destinasi pariwisata di Indonesia , dalam mencari solusi ini dibutuhkan kebijakan-kebijakan yang progressif untuk dirumuskan bersama oleh para stakeholder yang berada dalam ekosistem nasional pariwisata sehingga mampu menjadikan pariwisata Indonesia adalah solusi kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Revitalisasi Kementerian Pariwisata

Kemajuan pariwisata secara nasional tidak bisa terlepas dari komitmen dan peran strategis Presiden dan para pembantunya , terutama dalam hal ini Menteri Pariwisata beserta jajarannya .

Di era Pemerintahan Jokowi, kebijakan menciptakan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas ( 10 Bali Baru ) adalah hal yang patut untuk diapresiasi , hal ini menjadikan pembangunan pariwisata adalah program utama pembangunan nasional sehingga di dalam menyukseskannya tidak saja menjadi tanggung jawab Menteri Pariwisata tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh kementerian dan institusi terkait mulai dari pusat hingga daerah.

Jika Presiden Jokowi di periode ke-2 kepemimpinannya memang ingin tetap berkomitmen menjadikan Sektor Pariwisata sebagai sektor utama dalam penerimaan devisa negara, maka selain harus memilih Menteri Pariwisata yang mumpuni juga harus mulai mempertimbangkan langkah merevitalisasi Kementerian Pariwisata untuk tidak lagi menjadi institusi kementerian klas 3 , dimana dalam ruang lingkup kewenangan dan anggarannya selama ini sangat terbatas, sehingga Menteri Pariwisata yang terpilih nantinya bisa Full Power dalam bekerja.

Kesimpulan

Pariwisata dalam implementasi kebijakannya tidak bisa terlepas dari good will pemerintah , good will ini akan mendorong terciptanya kebijakan-kebijakan yang produktif . Pariwisata Indonesia jika ingin lebih maju lagi di era Jokowi Jilid II harus bisa memastikan grand design strateginya mampu menggerakkan ekonomi rakyat yang berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kementerian Pariwisata sebagai eksekutor program – program pariwisata nasional diharapkan mampu untuk lebih kreatif dan inovatif didalam melakukan terobosan-terobosan untuk mengatasi kelesuan pariwisata di banyak daerah wisata yang terdampak bencana.

Pembangunan pariwisata tidak hanya bicara tentang infrastruktur dan investasi , melainkan membutuhkan passion di dalam mengembangkannya , disana ada kerjasama antar semua elemen masyarakat  , pariwisata yang berkelanjutan , inilah konsep inkulisivitas dalam pariwisata yang diharapkan dapat menjadi narasi yang menyatukan di dalam memajukan pariwisata Indonesia di masa depan.

Oleh : Taufan RahmadiPegiat Pariwisata Indonesia

Sumber : republika

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompetensi Memisahkan Kita dari Wartawan Abal-abal

    • calendar_month Sen, 24 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    TIDAK ada yang istimewa dari buah pikir Tuan Wilson Lalengke yang menggugat perihal kompetensi wartawan Indonesia. Pendapat Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Sekretariat Bersama Pers Indonesia tersebut lazim kita dengar di sebagian kalangan wartawan abal-abal. Mereka menolak Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI, AJI, IJTI, dan lembaga-lembaga berwenang lainnya. […]

  • Dugaan Kurang Volume Alun-alun Muara Lakitan, Ini Kata LSM LII

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Koordinator Wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Lubuklinggau, Muratara LSM Lembaga Informasi Independen (KORWIL LSM LII), Arizal menduga pekerjaan pembangunan alun-alun di Kelurahan Muara Lakitan kurang volume. “Pekerjaan senilai 1.070.000.000,- harga terkoreksi 1.064.650.000,- tahun anggaran 2018 dari APBD Kabupaten Mura tersebut disinyalir tidak memakai besi. Padahal berdasarkan data Divisi Pekerjaan Beton, pekerjaan […]

  • Walikota Lubuklinggau Salurkan Bantuan Sembako Kepada 114 Wartawan

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe memberikan bantuan sembako kepada 114 Wartawan di Posko Induk GTPP Covid-19 Kota Lubuklinggau, Sabtu (09/05). Sembako yang diberikan berupa beras 20 kg, gula 1 kg, telur 1 karpet, mie instan 1 dus, minyak goreng 3 kg dan ikan asin 1 kg. SN Prana Putra Sohe […]

  • Sapa Masyarakat Purwodadi dan Megang Sakti, Bupati Mura Bagikan Kartu JKN-KIS

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS  – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menghadiri sekaligus membagikan secara simbolis kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk masyarakat Musi Rawas di Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Megang Sakti, Rabu (27/07/2022). Bupati Ratna Machmud dalam menyampaikan, penyerahan kartu JKN-KIS kepada masyarakat secara langsung ini adalah tindak lanjut dari program […]

  • SMPN Bangun Rejo Masuk LSS Nasional, Bupati : Bukti Sekolah di Mura Peduli Kesling

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Bangun Rejo Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas terpilih mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional tahun 2019. Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan menyampaikan, masuknya SMPN Bangun Rejo ikut LSS Tingkat Nasional menjadi bukti sekolah-sekolah di Kabupaten Mura konsisten pada pendidikan sekaligus dalam hal mengimplementasikan […]

  • Korupsi di Sektor SDA

    • calendar_month Kam, 22 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    SUDAH banyak studi yang menyimpulkan bahwa negara-negara (berkembang) dengan limpahan sumber daya alam yang luar biasa justru terjebak pada korupsi yang sistemik. Benua Afrika adalah contoh yang banyak menjelaskan fenomena kutukan SDA. Berbagai konsep telah diperkenalkan untuk menggambarkan keadaan yang kontradiktif itu. Logisnya, negara dengan kekayaan alam yang melimpah tentu dapat dengan mudah membangun untuk […]

expand_less