Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Guru Besar UIN, Komaruddin Hidayat : Indonesia Saat ini Dalam Kondisi Sakit

Guru Besar UIN, Komaruddin Hidayat : Indonesia Saat ini Dalam Kondisi Sakit

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2015
  • visibility 63

JAKARTA — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat berpendapat bahwa negara Indonesia saat ini sedang dalam kondisi ‘sakit’ atau tidak pada kondisi stabil pada semua lini.

“Negara Indonesia ini sedang ‘sakit’, butuh obat yang bisa pelan-pelan mengembalikan pada jalur yang seharusnya,” katanya di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Ia menjelaskan, keadaan politik Indonesia yang tidak kunjung membaik membuat berpengaruh pada semua aspek negara, terutama aparatur sipil negara, aparatur penegak hukum dan masyarakat sipil.

Menurutnya, jika sebuah negara memiliki sebuah lembaga yang menangani tentang kasus korupsi, berarti negara tersebut dalam keadaan tidak baik, terlebih lembaga yang disebut KPK, sekarang sedang lemah.

“KPK sedang pingsan, Polisi sedang monopoli kekuasaan hukum dan rakyat sedang apatis. Tiga unsur ini yang membuat Indonesia layak disebut sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan kasus pelemahan KPK atau kriminalisasi pejabat KPK oleh polisi membuat keadaan semakin memburuk, karena kedua lembaga tersebut merupakan andalan bagi pemberantas pejabat mafia.

“Lembaga yang seharusnya saling bantu, malah saling melemahkan dengan tuduhan-tuduhan ringan. Tidak salah jika masyarakat semakin apatis dalam keadaan ini,” ucapnya.

Sejak runtuhnya orde baru 1998 seharusnya pada saat ini keadaan negara makin membaik, namun yang terjadi seperti tidak ada perubahan. “Dalam beberapa hal, sekarang ada yang lebih tidak sehat dari zaman orde baru, kebebasan semua kebablasan, tidak ada tindakan tegas dari para pemimpin,” katanya.

Ia berharap ketegasan dari pemimpin negara. Dalam kasus ini Presiden Joko Widodo bisa membangunkan kembali KPK menjadi lebih kuat dan bersih, agar bisa menjadi obat bagi sakitnya Indonesia.

“KPK sebenarnya obat dari negara, namun malah sedang lemah. Saya harap janji presiden untuk membuat lembaga tersebut makin kuat bisa terealisasikan,” tandasnya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Batangan Antam dan UBS ‘Stagnan’, Senin 6 September 2021

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Senin (06/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam dan UBS ‘stagnan’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp498.000,- sama dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp932.000,- juga sama dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram ini dijual Rp540.000,- […]

  • Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 12 Januari 2024

    Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 12 Januari 2024

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Satuan Harga Antam Harga UBS 0.5 Rp 626.000 Rp 599.000 1.0 Rp 1.147.000 Rp 1.123.000 2.0 Rp 2.233.000 Rp 2.227.000 Baca : Harga Emas UBS & Antam Hari Ini, 11 Januari 2024 3.0 Rp 3.324.000 Rp 0 5.0 Rp 5.505.000 Rp 5.503.000 10.0 Rp 10.953.000 Rp 10.945.000 25.0 Rp 27.252.000 Rp 27.310.000 50.0 Rp 54.423.000 […]

  • Kewajiban Pemda Siapkan Anggaran untuk Pilkada

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura berkewajiban menyediakan anggaran untuk KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. “Tentunya semua rangkaian kegiatan dalam proses itu wajib di sediakan anggaran, cuma terkait dengan besaran anggaran itu sudah ada nominal tetapi perlu waktu untuk di bahas oleh […]

  • Rastra 2018 Bakal Gratis

    • calendar_month Kam, 28 Des 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Subsidi pangan berupa Beras Sejahtera (Rastra) bagi masyarakat prasejahtera wacananya tahun 2018 berubah dalam bentuk Bantuan Sosial (Bansos). Hal ini disampaikan Kepala Seksi Logistik (Kansilog) Bulog Lubuklinggau, Yonas Hariadi pada Kamis, (28/12). “Rastra nantinya namanya dirubah Bansos, wacananya Beras Rp 1.600,-/kg tidak ada lagi. Masyarakat nantinya hanya menerima saja tanpa bayar (gratis). […]

  • Pemkab Mura Tingkatkan Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor dengan Sistem Digital

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Untuk meningkatkan pelayanan pengujian kendaraan bermotor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menerapkan dengan sistem digitalisasi yang di launching, Kamis di kantor baru komplek Agropolitan Center Muara Beliti. Bupati Musi Rawas diwakili staf ahli bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, Amra Muslimin membuka dan meresmikan sistem digitalisasi pengujian kendaraan bermotor. Amra Muslimin dalam sambutannya […]

  • Empat Kali Berturut Raih Nominasi IGA, Wabup Minta OPD Terus Berinovasi

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas, Hj Suwarti mengatakan Kabupaten Musi Rawas sudah empat kali berturut-turut masuk dalam sepuluh besar untuk kategori Kabupaten Terinovatif pada Lomba Inovasi Daerah. “Saya berpesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengikuti kegiatan ini agar dapat berpartisipasi dengan maksimal dan dapat mensukseskan laporan inovasi daerah ini. Alhamdulillah, […]

expand_less