Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Guru Besar UIN, Komaruddin Hidayat : Indonesia Saat ini Dalam Kondisi Sakit

Guru Besar UIN, Komaruddin Hidayat : Indonesia Saat ini Dalam Kondisi Sakit

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2015
  • visibility 127

JAKARTA — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat berpendapat bahwa negara Indonesia saat ini sedang dalam kondisi ‘sakit’ atau tidak pada kondisi stabil pada semua lini.

“Negara Indonesia ini sedang ‘sakit’, butuh obat yang bisa pelan-pelan mengembalikan pada jalur yang seharusnya,” katanya di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Ia menjelaskan, keadaan politik Indonesia yang tidak kunjung membaik membuat berpengaruh pada semua aspek negara, terutama aparatur sipil negara, aparatur penegak hukum dan masyarakat sipil.

Menurutnya, jika sebuah negara memiliki sebuah lembaga yang menangani tentang kasus korupsi, berarti negara tersebut dalam keadaan tidak baik, terlebih lembaga yang disebut KPK, sekarang sedang lemah.

“KPK sedang pingsan, Polisi sedang monopoli kekuasaan hukum dan rakyat sedang apatis. Tiga unsur ini yang membuat Indonesia layak disebut sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan kasus pelemahan KPK atau kriminalisasi pejabat KPK oleh polisi membuat keadaan semakin memburuk, karena kedua lembaga tersebut merupakan andalan bagi pemberantas pejabat mafia.

“Lembaga yang seharusnya saling bantu, malah saling melemahkan dengan tuduhan-tuduhan ringan. Tidak salah jika masyarakat semakin apatis dalam keadaan ini,” ucapnya.

Sejak runtuhnya orde baru 1998 seharusnya pada saat ini keadaan negara makin membaik, namun yang terjadi seperti tidak ada perubahan. “Dalam beberapa hal, sekarang ada yang lebih tidak sehat dari zaman orde baru, kebebasan semua kebablasan, tidak ada tindakan tegas dari para pemimpin,” katanya.

Ia berharap ketegasan dari pemimpin negara. Dalam kasus ini Presiden Joko Widodo bisa membangunkan kembali KPK menjadi lebih kuat dan bersih, agar bisa menjadi obat bagi sakitnya Indonesia.

“KPK sebenarnya obat dari negara, namun malah sedang lemah. Saya harap janji presiden untuk membuat lembaga tersebut makin kuat bisa terealisasikan,” tandasnya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kado Hari Kartini, Nenek Fatimah Harus Berjuang Hadapi Gugatan

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    TANGERANG — Peringatan hari Kartini dirayakan nenek Fatimah di Pengadilan Negeri Tangerang. Renta 90 tahun itu harus berjuang untuk terbebas dari gugatan anaknya, Nurhana (50) dan Nurhakim (70) atas sengketa tanah yang terjadi sejak 2014 lalu. Fatimah menjadi tergugat atas sengketa tanah seluas 387 meter persegi yang selama ini ditempatinya. Fatimah digugat sebesar Rp 1 […]

  • Gerakan Pasca Idhul Adha (1)

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    BERAPA juta orang telah berkurban di negeri ini? Berapa puluh juta pula hewan kurban disembelih di Hari Adha yang penuh keutamaan itu? Jika ditarik ke ranah dunia Muslim di kancah internasional, hitungannya tentu ratusan juta jiwa dan ekor. Suatu jumlah bilangan yang tentu saja menakjubkan! Lalu, pasca-Hari Raya Adha tersebut, hikmah apa yang mesti diambil […]

  • Soal Keputusan Menkumham Tentang Parpol, DPR Layangkan Hak Angket

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi melayangkan hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly. Hak para legislator untuk melakukan penyelidikan suatu kebijakan pemerintah itu menyusul dugaan turut campurnya Kemenkumham dalam kisruh di internal partai politik (parpol), Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Inisiator hak angket John Kennedy Aziz mengatakan hak angket […]

  • Pendidikan di Indonesia Belum Merata

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    DUNIA pendidikan di Indonesia saat ini memang masih belum merata, terlebih bila membandingkan kualitas, sarana dan prasarana antara yang ada di Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. Menurut Anggota Komisi X DPR RI Popong Utje Djundjunan, hal tersebut harus disyukuri oleh dunia pendidikan di Pulau Jawa, bukan sebaliknya mengeluh dan selalu minta penambahan sarana dan […]

  • Sertifikat Tolha Hasan Digugat Makmur bin Abu Bakar

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com – Keabsahan SHM No 450/Desa Sungai Kedukan Kec Rambutan Kab Banyuasin atas nama TOLHA HASAN dengan Advokat Abadi B Darmo, SH. luas 5.990 M2 tahun 2002 digugat di PTUN Palembang oleh Makmur bin Abubakar berdasarkan Surat pengakuan hak atas nama Makmur tanggal 07 Oktober 2011 didaftarkan di Kantor Lurah Plaju Darat tanggal 12 […]

  • Terkait STQH, Penyidik Polres Mura Periksa Kabag Kesra Muratara

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Kepolisian Resort (Polres) Musi Rawas (Mura) kembali unjuk gigi mengulang prestasi di tahun 2014. Ditahun 2019, Tipikor Polres Mura kembali mencoba mengungkap kasus dugaan penyimpangan pada kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQ-H) yang menelan anggaran lebih dari 7 Milyar. Senin (5/8). Berdasar laporan dari […]

expand_less