Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini & Humaniora » Gerakan Pasca Idhul Adha (1)

Gerakan Pasca Idhul Adha (1)

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
  • visibility 105

BERAPA juta orang telah berkurban di negeri ini? Berapa puluh juta pula hewan kurban disembelih di Hari Adha yang penuh keutamaan itu? Jika ditarik ke ranah dunia Muslim di kancah internasional, hitungannya tentu ratusan juta jiwa dan ekor. Suatu jumlah bilangan yang tentu saja menakjubkan!

Lalu, pasca-Hari Raya Adha tersebut, hikmah apa yang mesti diambil dari ritual ibadah yang menyejarah dan selalu aktual bagi kehidupan kaum Muslim itu? Tentu bukan ritual dan kemanfaatan formalnya belaka. Apalagi berhenti pada kemeriahan sosial untuk menunjukkan makin besar jumlah orang berkurban dan hewan kurban yang disembelih.

Ketika pada Hari Raya Adha ini Komisi Pemberantasan Korupsi sempat menersangkakan pejabat. Pun untuk hari, bulan, dan tahun-tahun sebelumnya maupun mungkin untuk masa-masa ke depan. Ketika suasana politik pra-2019 makin menghangat untuk saling berebut kuasa politik dengan hasrat yang merah menyala. Boleh jadi perlu ada sesuatu yang harus disembelih secara massal dan masif di negeri ini.

Jika korupsi masih berketiak ular di republik ini. Tatkala ambisi mengejar dan mempertahankan takhta kuasa masih menjadi sangkar-besi yang meluas tanpa menghayati untuk apa kekuasaan yang diperebutkan itu, bahkan tidak jarang dengan mengatasnamakan agama dan mentransaksikannya atas nama Tuhan. Manakala elite dan warga masih banyak yang lebih mementingkan kepentingan diri, kroni, dan golongannya sendiri di atas hajat hidup rakyat dan umat manusia yang lebih luas.

Agaknya spirit utama Idul Adha harus terus digelolarakan sampai kapan pun, tidak berhenti di hari nahar dan hari tasyrik. Perlu gerakan besar-besaran menyembelih hasrat-hasrat duniawi yang menyandera nilai-nilai dan kepentingan luhur kehidupan umat dan bangsa, lebih dari ritual formal ibadah yang mengajarkan makna pengorbanan sejati ala Ibrahim, Ismail, Siti Hajar, dan tentu uswah hasanah Nabi Akhir Zaman nan utama itu!

Gerakan kebajikan

Hewan kurban itu hanya simbol. Selain kemanfaatan dagingnya untuk dikonsumsi dan dibagikan, tidak kalah pentingnya ialah menjadikan diri setiap Muslim makin bertakwa. Bukankah Allah berfirman yang artinya: “Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.“ (QS Al-Hajj : 37).

Pada suatu hadis disebutkan bahwa Zaid Ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata, “Wahai Rasulullah SAW, apakah kurban itu?” Rasulullah menjawab, “Kurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah menjawab, “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka bertanya lagi, “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

Kurban menjadi media pengorbanan diri setiap Muslim untuk menjadi insan yang semakin bertakwa yang selalu memupuk dan menebarkan kebaikan bagi diri, keluarga, dan lingkungan. Jika kehidupan di negeri makin kaya dengan nilai-nilai ruhaniah yang mulia dan terwujud dalam kehidupan maka kurban pada Hari Adha tentu membekas dan mengaktual dalam kehidupan Muslim dan bangsa Indonesia.

Mereka yang telah berkurban makin kuat habluminallah-nya sehingga menjadi insan yang saleh, zuhud, dan berjiwa muraqabah atau merasa selalu diawasi Allah. Mereka tidak akan berani berakal bulus, menyimpang, arogan, korupsi, menyalahgunakan kekuasan, sewenang-wenang, dan berbuat buruk atau nista, baik terbuka maupun terselubung. Negeri ini akan aman, damai, dan bebas dari segala kemunafikan karena para hambanya yang beriman benar-benar mengaktualisasikan ketakwaan secara autentik.

Karena itu, setiap Muslim yang telah berkurban mengandung makna ruhani dirinya menanam dan menebar benih kebaikan selain untuk dirinya, yaitu untuk sesama umat manusia. Mereka konsisten menanamkan jiwa peduli, berbagi, dan beramal kebajikan, lebih-lebih untuk orang-orang yang membutuhkan. Termasuk bagi saudara-saudara sebangsa di NTB maupun di tempat lain yang tengah ditimpa musibah. Kembangkan solidaritas sosial yang memupuk persaudaraan, toleransi, perdamaian, dan kebersamaan yang tulus sebagai sesama anak bangsa.

Muslim pasca-Idul Adha juga mengembangkan kebiasaan gemar menolong, berbagi rizki, melapangkan jalan orang yang kesulitan, mengentaskan mereka yang lemah, membela orang yang terzalimi, suka meminta dan memberi maaf, mengedepankan kepentingan orang banyak, dan berbagai kebaikan sosial yang utama.

Sebaliknya, hindarkan diri dari segala bentuk kerakusan yang merugikan orang lain dan menimbulkan kerusakan hidup, seperti korupsi, gratifikasi, eksploitasi alam, monopoli, oligopoli, kejahatan kerah putih, politik uang, serta segala tindakan amoral dan asosial. (Penulis : KH. Haedar Nashir)

Sumber : republika.co.id

1    2    3

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Persilakan KPU Telaah Aturan Eks Napi Korupsi Menjadi Caleg

    • calendar_month Sel, 29 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    TERKAIT dengan rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) soal larangan eks narapidana kasus korupsi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa hal tersebut merupakan ranahnya KPU. Namun menurut Presiden, semua orang memiliki hak berpolitik yang diberikan oleh konstitusi. “Ya itu hak ya. Itu konstitusi memberikan hak. Tapi silahkanlah […]

  • Presiden Resmikan Peremajaan Sawit untuk Rakyat di Riau

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meresmikan program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 25.423 hektare di Provinsi Riau. Acara ini berlangsung di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu, 9 Mei 2018. Khusus di Kabupaten Rokan Hilir, lahan sawit yang diremajakan seluas 15.000 hektare yang melibatkan kurang lebih 5 ribu petani swadaya setempat. “Untuk meremajakan seperti ini, tahun ini target kita di […]

  • Tujuh Tahun Krakatau Steel Merugi, Manajemen Harus Diperiksa

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai apabila DPR RI dan Pemerintah berkomitmen untuk menyelamatkan industri baja nasional, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa manajemen PT. Krakatau Steel (KS) secara menyeluruh. Sebab dalam waktu tujuh tahun berturut-turut ke belakang PT. KS selalu konsisten merugi. Hal tersebut ia […]

  • Diduga 600 Ha Kawasan Hutan di BTS Ulu di Tanami Sawit

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Diduga tidak kurang dari 600 hektar daerah hutan di beberapa desa di Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas telah ditanami kelapa sawit dari perusahaan perkebunan. Info yang diterima dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya bahwa warga beberapa wilayah desa tersebut diatas diantaranya Desa Pelawe, Sadu dan Tambangan, mengeluhkan adanya aktivitas perusahaan […]

  • Inilah Pejabat Pemkab Mura Yang Dilantik Sekda Hari ini

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Inilah 6 pejabat Struktural Pemkab Musi Rawas yang dilantik Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan diwakili oleh Sekda EC Prikodesi, Selasa (14/05) di Ruang Bina Praja Pemda. Fadlu Robby, Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Pembangunan Sekretariat Daerah. Sebelumnya Kepala Bagian Pembangunan. Aan Bastian, Kepala Bagian Hukum. Sebelumnya Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang Undangan Pada […]

  • Terkait Kasus Alkes dan IPAL, Tazman dan Agus Turut Diperiksa Kejari

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Setelah pemeriksaan Lismaini sejak pukul 10 : 15 hingga pukul 16 : 40 selaku PPK pada kegiatan Alkes dan IPAL. Dua PPK pembangunan IPAL pada Puskesmas di Kabupaten Muratara diduga sembunyi hingga malam di salah satu ruangan kantor temannya di Kejari Lubuklinggau, Rabu (3/7). Pasal nya, setelah dilakukan pemeriksaan mulai pukul 10 […]

expand_less