Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » PPWI Desak Polisi Tangkap Pembegal Wartawan Metropol

PPWI Desak Polisi Tangkap Pembegal Wartawan Metropol

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
  • visibility 93

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke mendesak Kapolres Bogor, AKBP Dicky, agar segera menangkap para oknum pembegal wartawan media nasional Metropol, Wido (34), yang hingga kini penanganan kasusnya terkesan lamban.

Pasalnya, sudah 20 hari berlalu dari saat kejadian perkara, namun belum dilakukan penangkapan para terduga pembegal, padahal mereka masih berkeliaran di sekitar tempat kejadian perkara.

Hal itu disampaikan Wilson kepada wartawan atas perkembangan penanganan kasus pembegalan beramai-ramai oleh terduga RN dan kawan-kawan terhadap wartawan Metropol itu, Sabtu 25 Agustus 2018.

“Saya sudah menjumpai Kapolres Bogor kemarin (hari Jum’at – red) di kantornya, dan memohon bantuan agar kasus ini menjadi atensi prioritas bagi unit yang menanganinya.

Sudah 20 hari berlalu dari saat kejadian, terduga pembegal masih dibiarkan berkeliaran.

Saya sangat berharap Polres dapat bekerja maksimal menangani kasus ini,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu melalui WhatsApp messenger-nya.

Menanggapi permintaan Wilson yang datang bersama adik kandung korban, Wiri, Kapolres Bogor AKBP Dicky berjanji untuk menuntaskan kasus bermotif dendam pembegal terhadap korban tersebut.

“Kami sedang memprosesnya, beri waktu kami tuntaskan sesegera mungkin.

Saya beri waktu kepada Kasat Reskrim saya paling lambat dua minggu harus tuntas,” ujar Dicky sambil menunjuk Kasatreskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyono yang ikut hadir menerima kedatangan Ketua Umum PPWI yang terkenal getol membela wartawan itu.

Identitas para pembegal, lanjut Dicky, sudah di tangan polisi. “Identitas para pembegal, juga foto-foto para tersangka sudah di tangan petugas.

Tinggal menunggu waktu, karena mencari dan menangkap orang tidak semudah seperti menangkap ayam. Perlu persiapan dan strategi yang benar-benar matang, mohon agar korban dan keluarganya bersabar ya,” imbuh Kapolres yang terkenal religius itu.

Seperti diketahui bahwa seorang wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, bernama Wido, menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan dan sabetan parang oleh dua orang, dan seorang lagi menunggu di kejauhan di dekat kendaraan motor sambil mengawasi situasi. Kronologi kejadian, sebagaimana dituturkan korban sebagai berikut.

Kejadian pembegalan atau pembacokan Wido oleh MN alias RN, dan kawan-kawan yang berunsur pembunuhan berencana, terjadi sekira pukul 22.00 Wib, pada Sabtu, 4 Agustus 2018, Wido bersama tunangannya Suci tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni Area Ruko Lampu Merah Cikaret, Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di depan sebuah warung untuk makan sate.

Sambil duduk-duduk dengan Suci, Wido berbincang-bincang dengan dua temannya, Candra dan Nungki.

Sekira pukul 23.45 Wib, Wido bersama Suci ikut mengantarkan Candra dan Nungki yang hendak ke dalam sebuah cafe yang berseberangan dengan warung tempat makan sate.

Ketika Wido dan Suci mengantarkan Candra dan Nungki ke dalam cafe, Wido dan Suci melihat MN alias RN, dan kawan-kawannya berada duduk di bangku depan cafe. Adapun Wido tidak berpikiran buruk apapun bakal terjadi seperti hal yang hampir merenggut nyawanya.

Pada pukul 00.30, Wido mengajak Suci untuk pulang. Ketika berjalan menuju motor yang diparkir oleh Wido di depan warung, tiba-tiba dari arah belakang Wido dibacok oleh MN alias RN bersama adik iparnya, langsung menyerang Wido dengan sabetan senjata tajam (sajam). Akibat kejadian itu, Wido mengalami luka berat di bagian bahu kanan, pergelangan kanan dan siku tangan kiri.

Usai membegal Wido dengan beberapa kali bacokan dan sabetan, namun korban masih terlihat kokoh dan malahan berusaha melawan, dengan secepat kilat, MN bersama adik iparnya berlari menuju seorang pengemudi motor yang sudah menunggu tidak jauh dari TKP. Pada saat yang bersamaan, Suci berusaha mengejar para pembegal namun tidak terkejar, sedangkan Wido dalam keadaan kritis berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke dalam cafe.

Pada Pukul 00.45 Wib, melihat kondisi Wido yang hampir tidak sadarkan diri, para pengunjung cafe segera melarikan Wido ke RSUD Cibinong sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Di akhir pertemuan dengan Kapolres AKBP Dicky, Wilson Lalengke menyampaikan terima kasih atas kesediaan Kapolres Bogor dan jajarannya menangani kasus begal tersebut sesegera mungkin.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Pak Kapolres, saya percaya Bapak bersama jajaran Polres Bogor akan dapat menuntaskan kasus ini secepatnya,” pungkas alumni pascasarjana dari Utrecht University, Belanda itu. (APL/Red)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahaya Laten Korupsi Berawal dari Jenjang Pendidikan

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BENGKULU — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu, Heri Suryadi mengungkapkan, potensi tumbuhnya bahaya laten korupsi pada diri putra bangsa, berawal dari jenjang pendidikan. "Jangan biasakan mereka (anak didik) dengan perilaku korup. Mereka yang tidak seharusnya lulus, jangan diluluskan, mereka yang tidak seharusnya memiliki kapasitas, jangan dibilang memiliki kapasitas, mereka yang ternyata bernilai […]

  • Perlu Libatkan Pemuda Dalam Pengambilan Kebijakan

    • calendar_month Rab, 17 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PEMUDA harus diberi peran lebih besar dalam pembuatan kebijakan di era kehidupan saat ini, yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Teknologi adalah dunia mereka. Disrupsi teknologi berpengaruh besar ke banyak bidang, mulai dari bisnis retail, transportasi, hingga cara orang berinteraksi. “Penggeraknya sekaligus target utamanya adalah anak muda. Supaya kebijakan yang ada tidak tertinggal, anak muda perlu […]

  • Mengeni SE ‘Hate Speech’ Kapolri, PKS : Jangan Mematikan Kebebasan Berpendapat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini mengatakan Surat Edaran (SE) Kapolri terkait penanganan ujaran kebencian jangan sampai mematikan hak rakyat dalam kebebasan berpendapat. “Semangat untuk meredam api kebencian dalam kehidupan masyarakat dan berbangsa adalah sangat bagus namun jangan sampai mematikan hak rakyat dalam kebebasan berpendapat,” kata Jazuli Juwaini di Jakarta, Senin (2/11). […]

  • Musyawarah GOW Tingkatkan Peran Bangun Lubuklinggau

    • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Musyawarah Paripurna (Muspar) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tingkat Kota Lubuklinggau dilaksanakan di Gedung Pertemuan Diklat Kota Lubuklinggau, Kamis (25/10). Kegiatan yang bertema peningkatan kualitas perempuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat ini dihadiri seluruh perwakilan organisasi wanita. Wakil Ketua I TP PKK, Hj Sri Haryati Sulaiman menerangkan, peran wanita dalam pembangunan sesuai dengan tema yakni […]

  • Dibangun Tahun 2020, Pasar Durian Jukung Mulai Retak

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Dibangun Tahun 2020 lalu, Proyek Pasar Durian Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I mulai mengalami keretakan. Informasi dihimpun, Menurut keterangan beberapa warga di Kelurahan Jukung, yang enggan namanya diexposs, salah satunya berinisial ‘R’ membenarkan dalam tahun 2020 adanya pembangunan pasar diwilayahnya. “Dikerjakan pada tahun 2020, Dulu saat pengerjaan mereka memakai semen Merah […]

  • MK: KPU Rumah untuk Membangun Demokrasi

    • calendar_month Sab, 7 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan bagian dari demokrasi dan bertujuan untuk membangun  demokrasi.  Jika KPU terganggu, maka rusaklah bangunan demokrasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto sebelum membuka resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Secara Serentak 2018 Bagi KPU/KPUD Angkatan I pada […]

expand_less