Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Negara Mesti Terlibat dalam Memajukan Pendidikan Agama dan Pesantren

Negara Mesti Terlibat dalam Memajukan Pendidikan Agama dan Pesantren

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 28 Mar 2018
  • visibility 53

JAKARTA – Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Totok Daryanto menjelaskan, dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren, pihaknya mendorong agar negara terlibat dalam memajukan pendidikan agama, tidak hanya Agama Islam, tapi juga agama-agama lainnya yang diakui Negara Indonesia.

“Jadi hendaknya undang-undang ini gagasan pokoknya mendorong supaya pendidikan keagamaan, baik itu Islam dan agama lain maju dan menjadi landasan pembentukan karakter bangsa,” jelas Totok saat mendengarkan masukan dari dua pengusul RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren, yakni Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Ruang Rapat Baleg, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Totok yang juga memimpin rapat ini menyampaikan, definisi pesantren dalam RUU ini hendaknya dibahas secara komprehensif dan melingkupi jenis pendidikan agama yang ada di Nusantara. “Beberapa catatan penting saya kira, mungkin perlu dielaborasi konsep pesantren ini. Pesantren tidak hanya dipandang pada nama saja, tapi definisinya perlu diperluas atau diperdalam,” ungkapnya.

Politisi Fraksi PAN ini menyampaikan, Baleg akan segera membentuk Panja Harmonisasi dan melakukan pendalaman terhadap draf dari Fraksi PPP dan PKB ini. “Pada dasanya, kalau ada salah-salah kita benarkan, kalau sudah betul kita dukung,” ujar Totok.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati yang menjadi juru bicara di Baleg menyampaikan dalam beberapa hal terjadi kesamaan pemahaman diantara dua pengusul, baik PPP dan PKB yang diwakil oleh juru bicara Nihayatul Wafiroh.

Reni menjelaskan, sebab musabab kenapa RUU ini diusulkan untuk menjadi undang-undang, karena dalam sejarah pendidikan di Indonesia, jauh sebelum sistem pendidikan nasional hadir, yakni sekitar tahun 1347, telah terjadi prosesi pendidikan. Awalnya lembaga pendidikan di Nusantara menggabungkan kurikulum pendidikan agama dan umum.

Meskipun ada kesamaan prinsip, di setiap daerah-daerah penamaannya berbeda-beda. “Yang setiap daerah berbeda-beda, kalau di Jawa namanya pesantren, kalau di Aceh namanya menasah, kalau di Sumatera Barat namanya surau,” ungkap Reni.

Dari sisi historis, dia juga menjelaskan, seiring kedatangan Portugal dan Belanda terjadi pemisahan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Jadi menurutnya, jika merunut pada sejarah sesungguhnya dalam pesantren, menasah, dan surau itu terjadi pembelajaran yang komprehensif, bukan saja pendidikan agama tetapi juga pendidikan umum. (eko/sf–DPR)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Hibah Bawaslu Dukung Pelaksanaan Pilkada 2020

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan mengatakan dana hibah Pilkada 2020 yang diberikan ke Bawaslu dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada. “Pemanfaatan dana tersebut bisa terserap dengan baik dengan harapan tercipta suksesnya pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Mura demi mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Mudah-mudahan apa yang telah kita rencanakan […]

  • Bembi Perdana, Tokoh Muda PKS Siapkan Relawan BP Kopi Hitam Menangkan Yoppy – Rustam

    Bembi Perdana, Tokoh Muda PKS Siapkan Relawan BP Kopi Hitam Menangkan Yoppy – Rustam

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Konstelasi Pilkada Kota Lubuklinggau semakin menarik perhatian publik. Beberapa pasangan calon (Paslon) yang mencuat di ruang publik seperti Yoppy Karim & Rustam Effendi dan HRW dengan Imam Semen, kini di akar rumput sudah tak terelakkan arus dukungan kepada dua Paslon. Dengan secara nyata telah membentuk barisan-barisan relawan untuk pemenangan kandidat Cakada mading-masing. Dibincangi […]

  • Inilah Daftar Usulan CSR Kabupaten Musi Rawas Tahun 2018

    • calendar_month Sel, 15 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PT. Medco – – kosong. PT. Tropik Energi Pandan – – kosong. PT. Pertamina EP – – kosong. PT. Indrillco Hulu Energi — kosong. PT. Serelaya Merangin Dua – – kosong. PT. Djuanda Sawit Lestari – -Pembangunan Sarana Air Bersih, Kec. Muara Kelingi. PT. Citraloka Bumi Begawan – -Pembangunan 5 MCK Umum di Muara Kelingi. […]

  • Program Musi Rawas Menanam Berbuah Penghargaan Proklim MenLHK

    • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Program Musi Rawas Menanam yang digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berbuah Manis, dimana Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menobatkan Pemimpin Kabupaten Mura ini sebagai Pembina Prrogram Kampung Iklim (Proklim) tahun 2018. Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar ini diterima langsung oleh Bupati Musi Rawas, H […]

  • Wapres : Kota Cerdas Butuh Pemimpin Yang Pintar

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Pameran dan forum teknologi industri terbesar dan terlengkap di Indonesia kembali digelar di Jakarta. Pagelaran ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 17 Juli hingga 19 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat. Pergelaran yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ini bersamaan dengan Indo Water, Indo Waste, Indo […]

  • Asik Tidur Pulas, Bandit Congkel Rumah Diringkus

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terhenti sudah pelarian, Ipan Saputra (19) kawanan bandit spesial congkel rumah. Usai buron 6 bulan jalankan aksi tindak kriminal pencurian dengan kekerasan (Curat), membongkar rumah membawa kabur sepeda motor (SPD) milik Fina Mansurni (33) seorang perawat warga Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan. Tengah asik tertidur pulas didalam kamar, Ipan tak […]

expand_less