Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini & Humaniora » Gerakan Pasca Idhul Adha (2)

Gerakan Pasca Idhul Adha (2)

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
  • visibility 109

ISLAM mengajarkan persaudaraan sesama dan menjauhi segala perbuatan nista. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sosial yang luhur dan mulia harus terus ditumbuhkan ketika egoisme cenderung merebak dalam kehidupan bangsa. Jika ketimpangan sosial masih tinggi dan segelintir orang menguasai kekayaan negeri tanpa rasa sungkan, hal itu menunjukkan luruhnya solidaritas sosial yang autentik dari kehidupan kolektif bangsa ini. Jauhi kekerasan, permusuhan, kebencian, dan saling menghinakan sesama anak bangsa agar keutuhan negeri tetap terjaga secara harmoni.

Pasca-Idul Adha, setiap Muslim perlu merayakan solidaritas sosial sebagai budaya dan praksis sosial untuk membela kaum lemah, mengadvokasi kaum kaya agar mau berbagi, dan menebar serbakebajikan dengan sesama yang bersifat melintasi. Budaya dan praksis solidaritas sosial juga disebarluaskan melalui harmonisasi sosial yang memupuk benih-benih toleransi, welas asih, damai, dan saling memajukan yang membawa pada kebajikan hidup kolektif yang luhur dan utama.

Orientasi keagamaan dalam kehidupan sosial yang indah ini jangan mekar sesaat di kala ritual, tetapi mewujud dan menyebarluas sepanjang masa dalam kehidupan sebagai pantulan iman dan ihsan yang merahmati semesta alam.

Menahan kuasa dunia

Pasca-Idul Adha plus haji bagi yang menunaikannya, sungguh Muslim Indonesia perlu menggelorakan kesalehan yang hanif (autentik) secara massal dan masif dalam praktik kehidupan. Tokoh agama lebih-lebih dituntut peran pencerahan dan uswah hasanahnya di hadapan umat untuk menampilkan keislaman yang autentik sekaligus kata sejalan tindakan. Bukan berhenti di keindahan petuah, tampilan, dan simbol yang tampak elok di mata publik tetapi tidak memberikan pencerahan bagi umat dan bangsa secara nyata.

Ketika egoisme ekonomi dan politik makin menghadirkan perilaku haus harta dan takhta serta hiasan dunia lainnya, sesungguhnya pasca-Idul Adha umat dan tokoh Muslim makin dituntut pengorbanannya untuk menjadi sosok-sosok pencerah dan suri teladan yang baik. Bukan ikut turun gelanggang menjadi para pemburu dunia yang melebihi takaran dan bahkan berbaur sebagai aktor-aktor yang dilukiskan dalam Alquran sebagai alhaakumu at-takatsur.

Negeri ini memerlukan para tokoh dan ulama yang benar-benar berperan autentik sebagai warasatul anbiyaasebagaimana dipesankan Rasulullah. Suatu posisi dan peran yang sangat luhur dan tertinggi, menjadi pewaris para nabi.

Jika para pembawa misi kerisalahan semua terjun ke pasar politik dan perebutan bahwa musuh terbesar manusia adalah diri sendiri yang mencinta ego dan kesenangan kue dunia, lantas kepada siapa umat menyandarkan ruhani dan bimbingan moralnya yang alami? Di sinilah spirit Idul Adha tidak boleh padam untuk menyinari ruhani setiap Muslim, lebih-lebih para tokohya, agar menjadi penggerak penyembelihan hasrat duniawi yang menyala-nyala. Idul Adha harus dijadikan momentum keumatan dan kebangsaan untuk menyembelih hasrat dunia yang berlebihan dan menabrak nilai-nilai luhur ketakwaan. (Penulis : KH. Haedar Nashir)

Sumber : republika.co.id

1    2    3

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Korsleting Listrik, PLN Ingatkan Warga 7 Himbauan

    • calendar_month Ming, 23 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terhitung sejak awal tahun 2019, sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) marak terjadinya bencana kebakaran rumah. Hampir sebagian besar kejadian kebakaran dipicu gangguan hubungan arus pendek listrik (Korsleting/red). Menanggapi hal tersebut, Manager ULP PLN Rayon Muara Beliti Zera Fitrazon memastikan,  sebagai upaya mencegah agar korsleting tidak terulang. PLN serukan 7 […]

  • “NARKOBA Musuh Kita Bersama”

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Oleh : Hendra Amoer Pemerintah Indonesia menaruh perhatian serius terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba. Keseriusan tersebut tercermin dari semangat untuk memberantas Narkoba dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba 2011-2015 (Jaktranas P4GN). Inpres tersebut mengamanahkan kepada pemangku kepentingan yang […]

  • Kapolri: Basaria Bisa Perkuat Sinergi KPK-Polri

    • calendar_month Kam, 17 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BOGOR — Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti berharap terpilihnya Irjen Basaria Panjaitan dapat mempererat sinergi KPK dengan Polri dalam memberantas korupsi. “Mudah-mudahan KPK ke depan lebih baik dan bisa sinergi dalam pemberantasan korupsi,” kata Kapolri di Istana Bogor, Jumat (17/12) Badrodin menilai Basaria yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Politik Kapolri ini memiliki […]

  • Polisi Himbau Masyarakat YKB Jangan Jadikan Masjid Ajang Politik

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Untuk tetap menjaga persatuan kesatuan masyarakat dalam hal pelaksanaan ibadah di masjid terhadap berbagai pandangan dan perbedaan pilihan politik, Polres Musi Rawas memberikan arahan dan himbauan kepada masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Musi Rawas. Demikian juga untuk masyarakat Desa Yudha Karya Bhakti, Kecamatan Sukakarya. Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapospol Sukakarya […]

  • Sembilan Peraturan Otonomi Daerah Akan Rampung Tahun Ini

    • calendar_month Sel, 17 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar pembahasan pemantauan percepatan penyusunan regulasi sebagai tindaklanjut dari Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Kemendagri menargetkan sembilan Peraturan Pemerintah (PP) dari UU tersebut akan rampung pada 2015.   Dari 30 Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), dua Peraturan Presiden dan enam Permendagri, beberapa di antaranya sudah menunjukkan […]

  • Guru SD Kelas Jauh Trans Keluhkan Gaji Tak Dibayar

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Dahlia E Siahaan guru SD kelas jauh trans SP 10 Sungai Naik, Kecamatan BTS Ulu, mengeluhkan tidak menerima honor sebagai tenaga pengajar.  Padahal Dahlia sudah datang sendiri ke Kantor Disnakertrans Mura untuk mengambil honor bekerja sejak 17 Juli 2017 lalu. Ardiansyah (38), suami Dahlia yang juga guru pada sekolah yang sama […]

expand_less