Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Buku ‘Sadar Kaya’ : Pahami Cara Kerja Otak Anda

Buku ‘Sadar Kaya’ : Pahami Cara Kerja Otak Anda

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
  • visibility 77

Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Pikiran Itu Mencipta

MEMAHAMI cara kerja otak cukup rumit. Ya, rumit karena jalur-jalur peta yang kompleks, syaraf-syaraf neuron yang jumlahnya jutaan dan panjangnya bisa mencapai ratusan kilometer jika disambung-sambung.

Jaringan pusat nerve system mengendalikan kimia-kimia tubuh yang menentukan banyak hal, seperti tindakan-tindakan yang diambil, perasaan-perasaan yang timbul, hingga bayangan-bayangan dalam pikiran. Demikian unik dan ajaib.

Baca : Buku ‘Sadar Kaya’ : Memahat Itu Butuh Waktu

Kemudian, ada yang namanya persepsi atau paradigma, atau bagaimana seorang manusia memandang dunia. Itu semua memengaruhi tindak-tanduk, hasil, dan masa depan seseorang.

Otak manusia terdiri atas ribuan sambungan, tempat berjalannya sel-sel listrik di dalam otak. Ketika kita belum mempelajari suatu hal, diantara sambungan itu ada celah yang memisahkan.

Sebuah celah yang tampak kecil akan jadi seperti jurang kalau kita bandingkan dengan kehidupan di muka bumi. Ketika kita mempelajari suatu hal, sel listrik dalam jaringan tersebut, akan mencoba melompati celah tersebut. Melompat menuju jaringan di depannya, butuh tenaga ekstra untuk melompat, apalagi lompatan pertama kali.

Misalnya Anda belajar mengemudikan mobil. Akan butuh waktu untuk menjadi terampil. Butuh waktu, tetapi lama-lama akan semakin mudah mempelajarinya. Mengapa?

Karena, setelah lompatan pertama, sel tadi juga akan membangun jalan perintis bagi sel listrik lain yang akan melompat juga ketika kita kembali mempelajari hal yang sama.

Semakin kita rajin mengulangi hal tersebut, jalan perintis tadi semakin lama semakin baik, dan pada akhirnya menjadi kokoh. Celah tadi pun tertutup, dan terciptalah suatu sambungan baru.

Saat itu, kita telah berhasil menjadi terampil dalam hal yang berulang kali kita pelajari dan kita lakukan. Mengapa? Karena, sel-sel listrik di otak tak perlu lagi melompat menyeberangi celah. Jembatan telah kokoh berdiri.

Itulah mengapa orang yang awalnya tidak bisa, kemudian belajar dengan keras, akhirnya mulai terbiasa, lama-lama malah menjadi terampil. Apabila Ia terus belajar di bidang yang sama, dia pun akan menjadi ahli dibidang tersebut. Karena, dia telah membangun jembatan yang kokoh, hingga sel-sel listrik di otaknya bisa berjalan dengan mudah.

Celah tersebut dikenal dengan istilah Cynaps Gap atau RAS (Reticular Activating System). Inilah yang menjembatani alam sadar dan bawah sadar. Sesuatu yang di alam bawah sadar-lah yang menjalani hidup kita dalam wujud tindakan dan pengalaman. Semua terjadi di otak kanan, pengalaman, memori, dan rasa.

Bagaimana kalau informasi? Tulisan atau perkataan, misalnya.

Ini faktanya tentang kerja otak dan pikiran. Kata-kata dan informasi akan selalu masuk ke otak kiri terlebih dulu. Dianalisis, diulang-ulang, kemudian masuk ke kanan, dibuka RAS, lalu menjadi tindakan.

Baca : Buku ‘Sadar Kaya’ : Pilih yang Ingin Anda Pikirkan

Ilustrasinya begini. Misalkan Anda membaca koran pagi ini. Diberitakan bahwa minyak bensin premium sekarang menjadi  Rp20.000/liter.

Informasi tersebut masuk ke otak kiri. Dianalisis. Kemudian baru mulai kita membandingkan (atau menghakimi), kemudian terbayang dan terimajinasi. “Wah, jangan-jangan sudah gila nih, pemerintah. Sudah dipilih rakyat, sekarang main naikin harga begitu aja.” Mungkin begitu batin Anda. Emosi dan imajinasi tersebut ada di otak kanan.

Informasi sudah berpindah. Begitu emosi tercipta, gelombang RAS tersambung dan lompatan neutron otak cepat terbentuk. Tindakan yang dipilih, misalnya, DEMO!

Itu contoh bahwa otak kiri menerima informasi, pindah ke kanan, ditambah imajinasi, terbangun bayangan emosi, bahagia, sedih, suka, atau takjub, misalnya. Maka, RAS terbuka menjadi NILAl baru dalam PIKIRAN. Menjadi landasan atas perbuatan.

Contoh lainnya, bayangkan jika ternyata Anda adalah orang yang memiliki tabungan dibank sebanyak Rp 10 miliar, lalu Anda membaca informasi bahwa harga premium menjadi Rp20.000/liter.

Maka, informasi tetap masuk ke otak kiri dan dianalisis. Karena Anda tahu hal itu tidak memengaruhi apa-apa, Anda pun tidak membayangkan apa-apa. Data tidak pindah ke kanan. Tentu tidak terjadi tindakan apa-apa, bukan?

Kembali ke contoh pertama. Perbedaan data peta otak membedakan tindakan. Jika seorang Ibu rumah tangga menerima informasi bahwa harga premium menjadi Rp20 ribu/liter, akan berbeda dengan seorang politikus lawan dari pemerintah yang berkuasa dalam hal tindakan.

Atau, seorang pedagang asongan menerima informasi naiknya premium, berbeda dengan buruh pabrik, berbeda dengan guru sekolah dasar, dan berbeda pula dengan para pemuda LSM. Disini indahnya hidup. Disini seninya hidup.

Suatu hari, saya mengikuti salah satu workshop. Hari pertama, 110 orang murid hadir dari 10 negara. Ada warga India. Australia, Filipina, Malaysia, Kamboja, Hongkong, Jepang, Amerika, Inggris, dan terakhir dari lran. Saya satu-satunya dari lndonesia.

Hari pertama perkenalan, masing-masing cerita jalan hidup mereka masing-masing, saling berbagi sedetail dan serinci mungkin. Wah. ., seperti film drama. Ceritanya seram-seram. Menegangkan. Taruhan nyawa hilang dan anggota keluarga yang meninggal terbunuh merupakan hal yang biasa. Parah semua kondisinya.

Ada seorang bapak berusia 55 tahun, selama 40 tahun ia bekerja hanya untuk membayar utang. Ada juga yang bangkrut berutang dengan geng mafia. Ada yang dikejar-kejar Triad, mafia Hong Kong, dan dibunuh keluarganya.

Ada yang ditipu habis-habisan oleh keluarga sendiri. Wah, sulit dibayangkan cerita jalan hidup mereka. Bahkan, 100 kali saya mendengar cerita masing-masing, 100 kali itu pula saya menangis.

Saya tentu tidak boleh menceritakan rincian cerita mereka, karena ini merupakan rahasia di antara kami. Ibaratnya, kami seakan sudah menjadi saudara sependeritaan, common sorrow. Jalan hidup saya, jika dibandingkan cerita mereka, menjadi tak sebanding dan tak ada apa-apanya.

Hari berikutnya, sang instruktur menceritakan jalan hidup mereka. Sama saja awalnya, kusut semua. Mereka berlima dan masih muda – yang paling tua baru 35 tahun. Namun, rekening mereka paling sedikit 6.000.000 AUD. ‘Diampuuut. .!’ ujar saya dalam hati berkali-kali.

Milionaire mindset, diajar oleh millionaire. Oke, ini benar. Ini adil. Kami diperlihatkan dana direkening mereka. Mereka tidak berdusta. Diperlihatkan keesokan harinya bagaimana uang itu datang ke mereka. Mata saya mulai melek. Ide di otak saya mulai melompat-lompat liar. Rasanya ada suara ‘Aha!’ berkali-kali di benak saya.

Hari berikutnya, pelajaran dimulai. Kami membentuk formasi setengah lingkaran tanpa meja. Pelajaran trespassing namanya. Teritori ego kami akan diterabas, dilanggar, dilewati. Siap-siap marah, siap-siap tertusuk hatinya. Kami peserta diberi pertanyaan, “How is the money come to you?” Atau, ‘Bagaimana uang datang kepada Anda?’

Seluruh peserta dapat giliran untuk menjawab, dan kalau disama ratakan, semua menjawab : “DENGAN BEKERJA.”

Pertanyaan berikutnya. “Kalau tidak ada uang, apa yang Anda lakukan?”

Semua peserta berbicara bergantian, tetapi kesimpulannya, rata-rata menjawab, “Mencari pekerjaan. Karena dengan bekerja, kita mendapat uang.”

Pertanyaan berikutnya, “Kalau Anda bekerja, apa yang Anda peroleh?’

Seluruh peserta menjawab:”UANG!”

Pertanyaan berikutnya, “JADl, BEGITULAH CARA KERJA OTAK ANDA? Untuk mendapat uang, Anda harus bekerja?”

Kita stop sebentar. Ada yang salah dari pernyataan tersebut? Tentu tidak, bukan? Inilah pertanyaan dan pernyataan selanjutnya.

“Bisakah Anda tidak bekerja, tetapi dapat uang?”

Otak saya kram, macet. Kemudian terdengar suara instruktur melanjutkan, “Oke. Jadi Anda berpikir bahwa uang datang kalau bekerja, dan kalau tidak punya uang, Anda perlu mencari pekerjaan. Lalu Anda pikir, Anda akan mendapat uang. Padahal, itu hanya menyambung hidup.

Di akhir bulan, uang Anda habis lagi, dan Anda bekerja Iagi. Begitu roda kehidupan yang Anda putar. BENAR?”

Otak saya berhenti. Rasanya tidak ada yang salah Bukankah itu pemahaman yang umum? Uang didapat dengan bekerja. Nggak kerja, ya nggak dapat duit.

Kemudian pertanyaan berikutnya agak menohok saya. “Anda bertuhan, Mr. Mardigu? Anda percaya Tuhan?”

“Ya, tentu saja,” jawab saya.

“Tuhan Anda bisa apa?” tanyanya lagi

Duh, kalau ini bukan pelajaran trespassing, pasti saya sudah mengamuk.

“Tuhan saya bisa segalanya. Tak terhingga,” jawab saya dengan nada tidak nyaman.

Instruktur bernama Geoff itu mendekat, “Tuhan Anda tak terhingga, bisa melakukan apa saja, bisa semuanya? Kalau begitu, bisakah Anda meminta kepada Tuhan begini. Anda tetap dirumah, duduk dengan orang yang Anda cintai dan mencintai Anda, mengerjakan sesuatu yang menjadi kesukaan Anda, kemudian memiliki UANG TAK TERH!NGGA. Bisakah?!”

Saya gelagapan.

Dia menekan saya lagi. “Bisakah Tuhan Anda mendatangkan uang kepada Anda tanpa bekerja, dengan hanya mengerjakan yang Anda cintai, tetapi bisa DAPAT UANG TAK TERHINGGA, bisakah??!!”

“Bisa!” jawab saya keras

“Kenapa Anda tidak minta itu? Kenapa Anda tidak minta kepada Tuhan? ‘Ya Tuhan, saya mau berkumpul dengan orang yang saya cintai, mengerjakan sesuatu yang saya sukai, menyenangkan banyak orang, santai, sehat, menjadi semakin pintar, membantu alam, dan dapat uang tak terhingga. ‘

“Mengapa Anda tak meminta seperti itu? Mengapa tidak meletakkan doa itu dibenak Anda, tetapi justru milih yang merepotkan, melelahkan, dan membuat frustrasi hanya untuk dapat uang?! Kenapa minta kerja, baru dapat uang?!” tanyanya dengan nada suara meninggi dan mengeras.

Saya tidak menjawab. Ya saya juga bingung. Kenapa saya mau dapat uang harus kerja? Kenapa nggak diam saja atau mengerjakan sesuatu yang enak dan santai saja?

Tapi kenyataanya kan, orang harus kerja juga, apa pun itu? Buktinya banyak orang yang santai-santai malah masuk jurang kemiskinan. Jadi ini maksudnya saya harus apa, ya?

Geoff menekan saya lagi, “Kalau Anda datang ke sini masih mempertahankan dan mempertanyakan hal-hal dasar, Anda harus siap-siap kecewa. Kalau Anda percaya Anda yang menentukan nasib, Anda siap-siap terkejut. “Kalau Anda percaya nasib bukan ditangan Anda, Anda pasti kecewa. Tapi kalau Anda percaya Tuhan bisa melakukan apa pun, Anda pasti mendapat sesuatu.

“Kalau Anda percaya garis tangan sudah ditentukan sebelumnya, Anda pasti frustasi. Kalau Anda percaya Anda menulis jalan hidup Anda sendiri, Anda pasti menemukan jalan keluar.

“Kalau Anda banyak berpikir dan mempertanyakan metode pengajaran selama 7 hari ke depan, siap-siap angkat koper karena Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalau Anda pasrah dan percaya. Anda sangat diuntungkan karena semua akan mudah.

“Kalau Anda percaya inilah jawaban atas doa Anda, Anda pasti menikmati setiap proses dikelas ini. Kalau Anda masih memegang kukuh belief system Anda yang lama, Anda akan persis akan menjadi seperti diri Anda yang sekarang.

“Kalau Anda meruntuhkan seluruh bangunan Anda dan bersiap membangun fondasi belief baru, siap-siap melihat diri Anda yang lebih sesuai dengan keinginan Anda,” urainya panjang lebar.

Baca : Buku ‘Sadar Kaya’ : Anda Diciptakan untuk Sukses

Kemudian nada suaranya melunak dan semakin pelan. “Anda ke sini sudah membuang waktu, membuang tenaga, membuang pikiran, dan membuang uang. Apa yang tersisa dari Anda hanya pola pikiran saja. Kalau Anda mau membuang pola tersebut, kita akan melanjutkan pelajarannya.

“Siap-siap akan sakit, sakit hati, karena semua yang Anda pegang selama ini bisa lepas bahkan harus dilepas. Bahkan, kebenaran yang Anda pegang akan dipertanyakan, ditantang ke batas ujung.

“Diri Anda akan didorong ke batas yang membuat Anda merasa, Apakah mungkin? Apakah masuk di akal? Masa sih? Bagaimana bisa?’ Pernyataan dan pertanyaan logika belief lama Anda akan ditantang. Kalau ternyata tidak teruji, rubuhkan. “Ingat, kebenaran yang terbenar adalah kebenaran yang teruji, yang tidak “menohok” atau “menyinggung” siapapun. Kalau ada yang sakit hati gara-gara kebenaran ini, pelajaran kebenaran ini salah. Dan, semua kita tahu bahwa kebenaran yang paling benar itu membela dirinya sendiri,” pungkasnya.

Sumber : Buku ‘SADAR KAYA’ 

Karya : Mardigu Wowiek Prasantyo

Baca Tulisan Berikutnya :

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejaksaan Agung Pecat 169 Jaksa Nakal

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    JAKARTA — Demi meningkatkan pelayanan di bidang hukum terhadap masyarakat, Kejaksaan Agung terus meningkatkan pengawasan di jajaran internal dengan menindak tegas oknum yang menyalahgunakan jabatan dan wewenang. “Dalam kurun waktu 2014-2015 sudah ditindak 138 staf Tata Usaha (TU) dan Jaksa nakal 169 jadi total 307 orang,” ujar Komisioner Kejaksaan Agung Indro Sugianto, dalam siaran persnya […]

  • Pembangunan Taman Hutan Kota ‘Pelangi’ Non APBD

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pembangunan Taman Hutan Kota Pelangi (THKP) di Muara Beliti tidak di anggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mura melainkan bantuan dari beberapa perusahaan di Mura. Hal ini di sampaikan Sekretaris Dinas DLH Mura, Marsono diruang kerjanya, Rabu (17/07). “Pengembangan THKP tidak mengunakan APBD Kabupaten Mura pada OPD DLH, melainkan […]

  • Terlalu Banyak Syarat, 18 Penangkar Walet Batalkan Pengajuan Izin

    • calendar_month Sel, 29 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Dianggap terlalu banyak syarat dalam pengajuan izin pengelolaan burung walet, para penangkar di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas akhirnya tarik berkas dan batalkan pengajuan izin. Hal ini disampaikan ketua Ikatan Keluarga Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo kepada Jurnalindependen.com, Selasa (29/12/2015). “Terlalu banyak syarat yang mesti dipenuhi untuk bisa diproses penerbitan izin pengelolaan […]

  • Gubernur Sumsel Ikuti Upacara Virtual Hari Lahir Pancasila 2020

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 secara virtual melalui video conference di Sumsel Command Center, Senin, (01/06) yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila. Upacara berlangsung khidmat dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diikuti oleh seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia. Upacara dimulai […]

  • PDIP Tegaskan Bung Karno Lahir di Surabaya

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA — PDIP menegaskan Surabaya merupakan tempat kelahiran Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Indonesia, Sukarno. Bahkan, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyatakan mereka memiliki program pelurusan sejarah. “Kan ada upaya-upaya yang dulu dibuat kabur dari seluruh kajian yang ada Sukarno lahir di Surabaya sendiri, bahkan kita pernah menegok bangunan itu sendiri,” kata Hasto di Kantor Sekretariat […]

  • Diduga Ada Pemotongan Uang Jasa Kapitasi JKN di Dinkes Mura

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Musi Rawas, Jurnalindependen.com — Pelaksanaan Program pemerintah pusat dalam membantu masyarakat dalam hal kesehatan agar supaya masyarakat indonesia terkhusus kabupaten Musi Rawas menjadi masyarakat yang sejahtera, dalam hal tersebut diperlukan semangat kerja para tenaga medis baik di tingkat kelurahan atau pedesaan, kecamatan ataupun di tingkat kabupaten. Oleh karena itu pemerintah berupaya memberikan uang jasa kapitasi JKN, tetapi  […]

expand_less