Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Buku ‘Sadar Kaya’ : Pilih yang Ingin Anda Pikirkan

Buku ‘Sadar Kaya’ : Pilih yang Ingin Anda Pikirkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
  • visibility 173

Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Memahat Itu Butuh Waktu

Layaknya seorang Michelangelo dalam membuat patung David, dia “membuang apa-apa yang bukan David”. Ya, artinya kita perlu membuang apa-apa yang buruk buat pikiran.

Celetukan negatif, komentar sinis, bicara kasar, prasangka buruk, itu semua bukan mahakarya. Bukan anda. Bukan kita. Sebaiknya pikiran-pikiran seperti itu segera dibuang, kemudian setelahnya segera dipoles dan diasah. Jangan pernah dipakai lagi semua hal yang negatif.

Penting untuk diingat, satu-satunya hal di jagat raya ini yang dapat anda kendalikan secara penuh adalah pikiran anda. Anda dapat memutuskan apa yang ingin anda pikirkan dalam menghadapi satu situasi tertentu.

Baca : Buku ‘Sadar Kaya’ : Magnet Hidup

Pikiran anda dan cara anda menginterpretasikan kejadian apapun itu, akan mendorong terbentuknya perasaan anda, baik positif maupun negatif. Pikiran dan perasaan anda akan membawa anda pada tindakan-tindakan yang kemudian anda ambil dan menentukan hasil yang nantinya akan anda peroleh. Semuanya bermula dari pikiran anda.

Pikiran yang positif menunjang kehidupan. Pikiran-pikiran seperti itu akan memberi kekuatan bagi anda  membuat anda merasa lebih tangguh dan percaya diri. Pikiran yang positif bukan hanya sebuah ide yang bersifat memotivasi.

Pikiran seperti ini juga memiliki efek efek konstruktif yang besarnya dapat diukur terhadap kepribadian, kesehatan, tingkat energi, dan kreativitas anda. Semakin positif dan optimistis anda, semakin bahagia anda dalam setiap aspek kehidupan.

Pikiran-pikiran yang negatif akan mendatangkan hasil yang sebaliknya. Pikiran-pikiran seperti ini akan menekan dan membuat anda merasa lebih lemah dan merasa dan kurang percaya diri. Kapanpun anda berpikir atau mengatakan sesuatu yang negatif, anda sebenarnya sedang melemahkan kekuatan anda.

Anda merasa marah dan defensif. Anda frustasi dan tidak bahagia. Lambat laun, pemikiran yang negatif akan dapat membuat anda sakit secara fisik dan bahkan dapat meracuni hubungan-hubungan anda dengan orang lain.

Berbeda dengan pikiran positif yang akan memberi anda kesehatan mental dan prestasi puncak, pikiran negatif menimbulkan penyakit mental dan menurunkan efektivitas. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan kehidupan yang indah, anda harus mengarahkan sasaran-sasaran anda pada penanaman berbagai emosi positif dalam diri dan membuang jauh-jauh emosi yang negatif.

Penghapusan emosi negatif adalah satu langkah yang sangat penting yang dapat anda ambil demi mendapatkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi.

Setiap kali anda memegang kendali penuh atas pikiran dan perasaan anda, serta mendisiplinkan diri agar tetap memelihara pikiran pikiran dan perasaan perasaan yang positif, kualitas hidup anda, baik mental maupun fisik akan meningkat.

Ketiadaan emosi negatif akan membuat pikiran anda secara otomatis terisi oleh emosi-emosi yang positif, yang menghasilkan perasaan bahagia dan puas. Putuskan sekarang bahwa anda memilih apa yang ingin anda pikirkan.

Hukum substitusi mengatakan bahwa otak anda hanya mempunyai cukup ruang bagi satu pikiran setiap kalinya, baik itu positif ataupun negatif. Anda dapat mengganti sebuah pikiran negatif dengan sebuah pikiran positif, kapanpun anda mau.

Anda dapat mengaplikasikan hukum ini dengan berpikir tentang sesuatu yang positif secara sengaja setiap kali anda ingin menghapuskan sebuah pikiran atau perasaan yang membuat anda marah atau tidak bahagia.

Baca : Buku ‘Sadar Kaya’ : Ketidakmungkinan Yang Disegerakan

Hukum kebiasaan mengatakan bahwa, “Pikiran atau tindakan apa saja yang anda lakukan secara berulang-ulang pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan baru.” Jadi, setiap kali anda bereaksi dan merespons cara positif anda sebenarnya mengendalikan alam pikiran sadar anda.

Dengan segera, hal ini akan tumbuh menjadi sesuatu kebiasaan yang otomatis akan anda lakukan sehingga berpikir dan berlaku dengan cara seperti ini akan menjadi mudah bagi anda. Dengan tekad yang keras dan pengulangan terus-menerus, anda akan dapat mengembangkan satu kebiasaan berpikir dan bertindak yang baru.

Dengan menerapkan hukum ini, anda akan dapat menjadi seseorang yang benar-benar positif, dan anda dapat mengubah hidup anda juga dengan membuang apa-apa yang bukan David. Anda pasti sudah siap sekarang.

Sumber : Buku ‘SADAR KAYA’ 

Karya : Mardigu Wowiek Prasantyo

Baca Tulisan Berikutnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Anda Diciptakan untuk Sukses

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Statement Nobel di Koran Jaya Pos, Rano : Mestinya Nobel Lebih Jujur lagi

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Lubuklinggau, Jurnalindependen.com — Rano (32) salah satu masyarakat Kota Lubuklinggau mengutip pemberitaan, Sabtu (31/01/2015) pada media, Jaya Pos online yang berjudul ‘Kepala Dinas PU Pemkot Lubuklinggau : Inilah Republik Indonesia, Tidak Ada Sesuatu Yang Gratis.’ Dalam media tersebut dituliskan bahwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, Ir.Nobel Nawawi yang berani blak […]

  • Budi Waseso Sebut Ada Pihak yang Terganggu dengan Penegakan Hukum

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Budi Waseso mengaku tidak merasa ada yang salah jika dirinya benar dicopot dari jabatannya saat ini. Ia pun menyebut pencopotan tersebut masih jauh dari kata kriminalisasi. “Tidak, saya tidak merasa dikriminalisasi. Ini hal yang wajar terjadi, biasa-biasa saja,” kata Budi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis […]

  • Bupati Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Banpres

    • calendar_month Jum, 13 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, Jum’at (13/07/2018) mengunjungi kediaman Alm. Syaifudin (75) Warga Dusun III Air Beliti, Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri yang telah menjadi korban kebakaran. Kunjungan Mura 1 ini ke lokasi kebakaran selain mengucapkan belasungkawa secara langsung, bersilaturahmi, juga melihat kondisi rumah yang terbakar serta menyerahkan bantuan kepada keluarga […]

  • Padi Diserang Hama Wereng Coklat, Petani Air Satan dan Satan Indah Merugi

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Sudah tiga hari ini tanaman padi di dua desa yakni Desa Air Satan dan Satan Indah Jaya Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas terserang hama wereng coklat. Kepada Jurnalindependen.com, Jum’at (23/10/2015) salah seorang petani penggarap, Tukul mengatakan bahwa dirinya terancam gagal panen, pasalnya seluruh tanaman padi diserang hama wereng coklat. “Kita merugi […]

  • 70 Anggota PPK Terpilih Dilantik Resmi KPU Mura

    • calendar_month Sab, 29 Feb 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sebanyak 70 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih di 14 Kecamatan untuk Pilkada mendatang secara resmi dilantik KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sabtu (29/2), di Smart Hotel Lubuklinggau. Ketua KPU Mura, Anasta Tias mengatakan PPK merupakan garda terdepan untuk pelaksanaan Pilkada di tingkat kecamatan. Dibutuhkan kemampuan intelektual, sosial dan teknis […]

  • Sekwan : 40 Dewan Dilantik Dulu, Baru Ikut Pembekalan

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sebanyak 40 orang Anggota DPRD Mura terpilih, lebih dulu dilantik kemudian barulah selanjutnya ikuti kegiatan pembekalan. Pelantikan dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau 30 September 2019 mendatang. Hal itu dikemukakan, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Mura Amir Hamzah ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Rabu (25/9) siang. Dijelaskan Amir Hamzah, mengenai kepastian waktu […]

expand_less