Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » KBM Sekolah di Musi Rawas Masih Tetap Daring

KBM Sekolah di Musi Rawas Masih Tetap Daring

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 7 Jan 2021
  • visibility 59

MUSI RAWAS – | Hingga kini kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih sistem daring dan belum bisa menerapkan tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura, Irwan Evendi melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Raslim mengatakan kendati pihaknya sudah mempersiapkan syarat-syarat pemenuhan protokol kesehatan (Prokes) agar KBM bisa tatap muka namun tetap belum bisa karena belum ada izin dari Kepala Daerah.

“Sebelumnya telah beberapa kali kita mengadakan rapat baik lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura maupun lintas sektoral termasuk Polres serta rapat pimpinan (Rapim). Namun belum ada kata sepakat agar KBM bisa tatap muka.

Akhirnya, ditentukan sampai batas 17 Januari akan dikaji kembali apakah akan berlanjut daring atau bisa tatap muka,” jelas Raslim.

Mengenai KBM daring ini sempat juga dipertanyakan Anggota DPRD Mura, kata Raslim. Dan sudah dijelaskan, apalagi sudah ada Surat Edaran Gubernur Sumsel tentang KBM tetap daring.

“Kita sudah berupaya agar KBM bisa tatap muka dengan berbagai sistem selain tetap mengacu ke standar prokes.

Misalnya volume tatap muka dibatasi, dengan pembatasan jumlah siswa dikelas. Baik secara bergantian maupun selang sehari masuk kelas.

Namun tetap tidak bisa, karena harus ada izin dari Pemda dan juga persetujuan orang tua siswa,” ungkapnya.

Menurut Raslim ada beberapa efek dan perubahan perilaku negatif sistem daring yakni anak-anak telah terbiasa menggunakan handphone (HP) dan telah merasakan kemudahan mengakses berbagai aplikasi. Sehingga menimbulkan ketertarikan dan keterikatan dengan HP.

Selain itu anak jadi gagal fokus, respon lambat. Hal ini karena anak selalu berfikir ke HP, ingin mengakses program-program yang ada di HP merasa nikmat dengan HP.

Kemudian, HP telah mengalihkan perhatian anak dari hal-hal yang lain, seperti olah raga, pekerjaan rumah serta hal-hal positif lain secara offline.

“Tidak dipungkiri dengan HP lebih membantu dan mempermudah belajar anak, namun berapa persen penggunaan HP benar-benar untuk belajar.

Ternyata sebagian besar waktu anak menggunakan HP untuk hiburan dan kesenangan lainnya.

Ini juga sebenarnya yang menjadi keluhan para orang tua. Semoga kita semua dapat menyadari dan secara bersama mengatasi permasalahan ini. Karena semua elemen mesti bekerjasama dan saling membantu agar efek negatif HP bagi anak dapat dikurangi.

Kita tidak bisa menghalangi teknologi, tapi mungkin masih bisa mengatasi jangan berefek kepada negatif,” tutup Raslim saat dijumpai di kantornya, Kamis (07/01/2021).

Penulis/Editor : Faisol.

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blusukan ke Mal, Presiden Jokowi Sapa Warga Jayapura

    • calendar_month Kam, 12 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MASYARAKAT Kota Jayapura mendapatkan kejutan dari Presiden Joko Widodo yang secara tiba-tiba mengunjungi Mal Jayapura, pada Rabu malam, 11 April 2018. Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Presiden tiba di pusat perbelanjaan yang berada di jantung Kota Jayapura, tepatnya di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Bhayangkara, Kecamatan Jayapura Utara, sekira pukul 21.05 WIT. […]

  • Disnaker Linggau Hadapi Dilema Antara Upah Normatif dan Atasi Pengangguran

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Program pembinaan dan pengawasan hubungan industrial di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan terus dicanangkan Pemerintah Kota Lubuklinggau, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melalui Kabid Pengawasan, Agussasi saat ditemui dikantornya, pagi tadi Jum’at (13/02/2015) mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan sesuai dengan Protap. “Tahun 2014, setidaknya ada 6 kasus mengenai upah normatif yang sudah kita selesaikan […]

  • Disbudpar Mura Akui Tidak Tahu Status Kawasan Wisata Bukit Cogong

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Hingga saat ini kami tidak mengetahui kalau Objek Wisata Bukit Cogong yang ada di Terawas telah ada izin pelepasan kawasan hutan lindung dari pemerintah, demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) melalui Sekretarisnya, M Ujang Fachrizal saat ditemui dikantornya, Kamis (11/06/2015). Menurut Ujang, Disbudpar memang melakukan pembangunan di bukit cogong berupa […]

  • Forum Konsultasi Publik Optimalisasi PPOM 2025, Wawako Lubuk Linggau Harapkan Informasi Obat dan Makanan Dipahami Masyarakat

    Forum Konsultasi Publik Optimalisasi PPOM 2025, Wawako Lubuk Linggau Harapkan Informasi Obat dan Makanan Dipahami Masyarakat

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU – Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik dengan tema “Optimalisasi Pelayanan Prima Obat dan Makanan  (PPOM) tahun 2025” yang digelar di Ballroom Hotel Dewinda, Selasa (27/5/2025). Rustam Effendi menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap obat dan makanan. […]

  • Tingkatkan Pengawasan Pilkada, Panwas Mura Adakan Rakor

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna meningkatkan pengawasan Pilkada 2015, Panwaslu Kabupaten Musi Rawas adakan Rapat Koordinasi (Rakor), dibuka Bupati Musi Rawas yang diwakili Asisten 1 Tata Pemerintahan Ali Sadikin, Rabu (30/09/2015) di Hotel Hakmaz Taba, Lubuklinggau, Sumsel. Rakor dimaksud untuk meningkatkan pengawasan kampanye dan laporan dana kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Tahun 2015. […]

  • Soal Nama Pejabat Pelanggan ‘Artis’, PP Muhammadiyah : Pengadilan Membukanya

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengurus Pusat Muhammadiyah menyayangkan sikap kepolisian yang enggan mengungkap nama tokoh besar di balik protitusi. Meski begitu, masih ada jalan bagi RA tersangka mucikari prostitusi untuk mengungkap nama tersebut di dalam persidangan. “Masih ada jalan membukanya yaitu melalui sidang pengadilan,”kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, Sabtu (16/5). Yunahar menjelaskan, seharusnya polisi mengungkap seluruh […]

expand_less