Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Bawaslu Targetkan Musi Rawas dari Zona Merah Menjadi Daerah Percontohan

Bawaslu Targetkan Musi Rawas dari Zona Merah Menjadi Daerah Percontohan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 7 Sep 2015
  • visibility 55

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Walaupun dianggap sebagai salah satu daerah paling rawan yang masuk dalam zona merah pada pelaksanaan Pemilihan 2014 lalu, target tinggi tetap disematkan kepada Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan untuk Pilkada 2015 Desember mendatang.

Lewat pelaksanaan pilkada yang akan diikuti tiga pasangan calon tersebut, Musi Rawas ditargetkan keluar dari zona merah bahkan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan, Andhika Pranata Jaya saat memberi sambutan di Rapat Koordinasi Stakeholders dalam Rangka Pendidikan Partisipatif Pengawasan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Tahun 2015 se-Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan di Auditorium Kantor Bupati Musi Rawas, Senin (07/09/2015).

Berbagai upaya akan dilakukan agar kualitas pilkada di Musi Rawas makin meninggi, hadirnya Bawaslu RI lewat kegiatan Rakor Stakeholders di wilayah tersebut diharapkan memberi semangat kepada seluruh pengawas pemilihan baik tingkat kabupaten maupun kecamatan bahwa mereka tidak sendirian dalam bekerja.

“Apresiasi sangat besar kepada Bawaslu RI yang telah memberikan perhatian lebih atas proses pemilihan di Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Bawaslu hadir untuk pastikan semua proses ini berjalan dengan baik, 9 Desember berjalan damai dan demokratis,” papar Andhika.

Ia mengungkapkan lewat Rakor Stakeholders yang diikuti oleh Bawaslu Provinsi Sumsel, Panwaslih Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten, kepolisian, pemerintah daerah, Satpol PP, ormas dan LSM, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, serta media massa itu, akan digunakan sebagai instrumen menggugah masyarakat untuk mampu membuktikan pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik dan sukses.

“Dua kabupaten ini harus keluar dari zona merah rawan pilkada, dan menjadi daerah percontohan minimal bagi daerah di Sumatera dan Jawa. Kita harus buktikan pada Indonesia bahwa Musi Rawas dan Musi Rawas Utara demokratisasinya sudah maju,” tandasnya. Simpul-simpul masyarakat, sambung dia, diharapkan bisa ikut mencegah terjadinya pelanggaran.Pimpinan Bawaslu RI, Nasrullah menjabarkan alasan kehadiran Bawaslu RI di Musi Rawas dan Musi Rawas Utara yang sebelumnya merupakan bagian dari Kebupaten Musi Rawas. Berkaca pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, setidaknya terdapat empat daerah di Indonesia yang masuk dalam zona merah atau daerah rawan, yakni Nias Selatan (Sumatera Utara), Halmahera Selatan (Maluku Utara), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Musi Rawas. Daerah-daerah tersebut paling rentan terjadi masalah dalam pemilihan.

“Masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Kalau di Musi Rawas terkenal dengan kerap berubah-ubahnya angka dalam rekapitulasi suara. Kalau hari ini di TPS dapar 181 suara, begitu naik kemudian angka 1 didepannya hilang menjadi 81 dan pada proses selanjutnya angka delapan bisa hilang hingga sisa 1 suara,” papar Nasrullah.

Manipulasi suara dapat terjadi di Musi Rawas, lanjut Nasrullah, karena profesionalitas penyelenggaranya kurang. Hal itu terbukti dengan adanya penyelenggara yang diberikan sanksi etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Pesertanya mudah bermain, dan penyelenggaranya mudah menjual,” imbuhnya.

Pelanggaran lain yang menonjol di Musi Rawas adalah mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS). Meski memiliki sejarah pelaksanaan pemilihan yang kurang baik, namun Nasrullah mengungkapkan telah ada sinyal bahwa Musi Rawas mengalami perbaikan.

Setidaknya, pijakan perbaikan tergambar dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2015 yang merupakan potret potensi pelanggaran dalam pilkada. Penilaian IKP berasal dari lima aspek, yakni profesionalitas penyelenggara, politik uang, akses pengawasan, partisipasi masyarakat, dan keamanan daerah. Dari lima aspek itu, penilaian paling buruk di Musi Rawas, yakni yang berkategori rawan hanya berasal dari partisipasi masyarakat yakni 4,0. Dalam IKP yang dirilis Bawaslu 1 September silam tersebut, Musi Rawas mendapat skor rata-rata 2,26. Walaupun masih berkategori cukup rawan, namun Musi Rawas kini bukan lagi daerah paling rawan di Sumsel. Predikat paling rawan di Bumi Sriwijaya dalam IKP 2015 bergeser kepada Kabupaten Ogan Ilir dengan skor 3,02 atau rawan.

“Kebetulan partisipasi masyarakat sangat rendah. Tapi yang lainnya sudah alami perubahan. Minimal angka-angka yang ada di IKP sudah mulai baik. Gejala seperti ini harusnya direspon oleh masyarakat, agar kita bahu-membahu, minimalisir pelanggaran agar keluar dari zona merah,” tandasnya. (fs&Bawaslu)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Otak Sama, Nasib Beda

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Prakata KETIKA berbicara soal kemakmuran (Prosperity Consciousness) atau kesadaran kaya, selalu menjadi hal pertama yang saya bahas. Kata-kata ini menekankan bahwa cara otak bekerja adalah pilihan. Jadi bagaimana anda bisa memprogram otak anda untuk menjadi orang kaya, andalah yang menentukan. Artinya kaya itu pilihan. Sekilas fakta tentang […]

  • Pool Karet Selangit Disbun Mura Diduga Terbengkalai (foto)

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Keterangan : Pool Karet di Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas – SUMSEL yang dibuat oleh Dinas Perkebunan yang dibangun tahun 2007/2008 diduga tidak tepat sasaran sehingga terkesan merugikan negara ratusan juta rupiah. Diketahui sejak dibangun hingga kini tidak pernah digunakan atau dimanfaatkan, Senin (23/02/2015). Foto Dokumen Jurnalindependen.com (pr) activate javascript Post Views: 301

  • Inilah CSR Perusahaan di Musi Rawas Tahun 2017

    • calendar_month Sen, 16 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    CSR Beberapa Perusahaan di Musi Rawas Tahun 2017. 1. PT. Citraloka Bumi Begawan dan PT. Pahala Sawit Tumbuh Sejahtera. Kegiatan : Pengerasan jalan desa Mambang dan SP 5. OPD Penyelenggara : DPMPTSP Mura. 2. PT. Pertamina. Kegiatan : Pengaspalan jalan simpang jene Pelawe menuju Desa Sembatu Jaya. OPD Penyelenggara : DPMPTSP Mura. 3. PT. Lonsum […]

  • Jelang Pendaftaran Pilkada, Komisi II DPR Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman mengungkapkan sejumlah evaluasi terkait persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015. Selain persoalan anggaran, pihaknya juga menyoroti kesiapan SDM penyelenggara Pilkada. “Yang menjadi bahan evaluasi kami jelang proses pendaftaran Pilkada adalah soal anggaran dan kesiapan SDM. Soal anggaran harus dipastikan, apakah benar-benar sudah siap dan […]

  • Kabupaten OKU Raih Nilai Adipura Tertinggi di Sumsel

    • calendar_month Sel, 20 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Baturaja – Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada tahun ini meraih nilai tertinggi dalam penilaian tahap pertama Piala Adipura dibandingkan 11 kabupaten dan kota lainnya yang ada di Provinsi Sumsel. “Pada penilaian tahap pertama (P1) ? Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)? mendapatkan nilai tertinggi yaitu 76,14 kategori kota kecil,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU, Slamet […]

  • MK: KPU Rumah untuk Membangun Demokrasi

    • calendar_month Sab, 7 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    BOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan bagian dari demokrasi dan bertujuan untuk membangun  demokrasi.  Jika KPU terganggu, maka rusaklah bangunan demokrasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto sebelum membuka resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Secara Serentak 2018 Bagi KPU/KPUD Angkatan I pada […]

expand_less