Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Mahar Caleg PPP 500 juta, Kebutuhan atau Berlebihan

Mahar Caleg PPP 500 juta, Kebutuhan atau Berlebihan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
  • visibility 87

Sejumlah partai politik di Indonesia dilaporkan meminta “sumbangan dana” dari caleg nomor jadi untuk biaya pemilu tahun depan.

Salah satu di antaranya adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang “mewajibkan calon legislator DPR RI nomor urut 1 berkontribusi atas biaya saksi sebesar Rp500 juta”.

Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi, membenarkan adanya dana sumbangan itu tetapi ia mengatakan besarannya tergantung kemampuan keuangan masing-masing calon.

Menurut Arwani honor untuk saksi sudah lazim terjadi di partai politik mana pun.

“Iuran dana saksi itu jadi kebutuhan para caleg. Jadi teman-teman di PPP sadar untuk bisa bersama-sama iuran agar partai tak cari dana dari luar yang tidak jelas,” ujar Arwani Thomafi saat dihubungi hari Rabu (17/10).

“Kita harus pastikan seluruh kegiatan dibiayai dari dana yang sumbernya jelas. Kita ingin jadi partai yang mandiri sepenuhnya dari anggota,” sambungnya.

Keberadaan saksi, menurutnya, sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada kecurangan dari pihak lain. Apalagi jika ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Sedangkan kalau hanya mengandalkan saksi dari Bawaslu, diragukan kualitasnya.

“Memangnya saksi dari Bawaslu cukup? Bawaslu itu cuma sediakan satu saja, sementara perwakilan dari partai tak ada saksinya. Itu saja masih ada sengketa. Jadi keberadaan saksi partai penting,” jelasnya.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan PPP pada 19 Juli 2018 dari Dewan Pemimpin Pusat tertulis, apabila calon yang bersangkutan tidak memenuhi kewajiban pembayaran uang saksi, maka Dewan Pimpinan Pusat akan mencoret dan mengganti dengan bakal calon legislator yang memenuhi syarat itu.

Karena itulah PPP, kata Arwani, mengusulkan kepada pemerintah agar ikut menanggung biaya saksi.

Sebab sebagai penyelenggara harus menyukseskan seluruh tahapan mulai dari pemungutan, penghitungan, hingga rekapitulasi berjalan lancar.

“Salah satu parameter sukses pelaksanaan pemilu dimulai dari pemungutan suara. Kan bebannya besar, ya harga demokrasi seperti itu,” jelas Arwani.

Lena Maryana Mukti, calon legislator DPR RI dari PPP nomor urut 1 dari Dapil DKI Jakarta II, mengaku tak keberatan dengan syarat kontribusi biaya saksi yang diberlakukan partainya.

Calon inkumben ini mengatakan, akan tetap memberikan dana tersebut meski jumlahnya tak sebesar yang dipatok.

“Saya pikir itu realitas yang dihadapai partai dan caleg, karena tak bisa kalau tak ada saksi. Potensi kecurangan luar biasa. Saksi dibutuhkan supaya suara tidak dicuri partai atau caleg lain,” kata Lena.

“Kalau ada yang keberatan, harus dipertanyakan kualitas kader partainya. Karena partai ini dibangun dengan semangat gotong royong.”

“Kalau hitungannya, memang tiap caleg harus sediakan segitu, tapi kan tak mungkin. Caleg yang punya keterbatasan dana kampanye, sulit memenuhi,” sambungnya.

Baginya, keberadaan saksi tetap dibutuhkan untuk mengawasi 800.000 lebih Tempat Pemungutan Suara (TPS), terutama di tempat-tempat yang potensi kecurangannya besar.

Dalam hitungannya, satu TPS setidaknya harus dijaga satu saksi dengan honor minimal Rp100.000. Sementara kalau merujuk pada jumlah TPS yang ada, maka uang yang harus digelontorkan mencapai Rp8 miliar.

“Coba bayangkan, dari mana datangnya uang itu? Kan tak mungkin ditanggung partai saja? Sementara mengusulkan ke pemerintah tidak disetujui.”

Lena juga menyatakan, total uang yang harus ia keluarkan untuk bertarung di Pemilu 2019 mendatang mencapai Rp300 juta. Pengeluaran paling besar untuk kampanye menemui konstituen.

“Modal kampanye itu bisa ditekan dengan kampanye door to door, bertemu komunitas, atau teman-teman alumni. Kebetulan saya dulu di HMI. Sedangkan baliho hanya dipasang di beberapa sudut saja.”

Bagaimana menghilangkan mahar politik?

Namun demikian menurut Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil, partai politik tak semestinya memaksa para calon mengeluarkan biaya saksi.

Sebab praktik semacam itu, bisa menjadi pemantik korupsi di kemudian hari. Keberadaan saksi independen dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah cukup mewakili untuk menghalau indikasi kecurangan.

“Kalau dipaksa tidak boleh dan harus disesuaikan dengan kemampuan calon. Karena sudah ada pengawas TPS, tak relevan lagi peserta pemilu menyediakan saksi di tiap TPS. Jadi pelan-pelan mulai digeser paradigma saksi itu membebani partai. Kalau mampu ya silakan,” ujar Fadli Ramadhanil.

Selain biaya saksi, beberapa modus yang digunakan partai untuk menarik mahar adalah dana kebutuhan operasional, program partai, atau pembangunan sekretariat.

Fadli juga mengatakan tak hanya calon legislator nomor urut satu yang dikenai “pungutan” tapi juga diberlakukan kepada caleg di daerah pemilihan tertentu.

“Meskipun sebetulnya nomor urut sudah tak relevan dengan konteks pemilihan caleg akan mendapat suara terbanyak. Tapi perilaku masyarakat masih menganggap nomor urut kecil peluangnya lebih besar daripada nomor urut besar.”

Untuk menghapus biaya besar dalam Pemilu legislatif, kata Fadli, partai politik harus mengubah sistem perekrutan.

Yakni dengan menggelar pemilu internal di mana calon terbaik yang akan bertengger di urutan pertama.

Hal lain, caleg yang maju dalam perebutan daerah pemilihan harus dari anggota internal. Sehingga menutup peluang “caleg kutu loncat” memberikan mahar lebih besar agar bisa maju bertarung.

“Jadi prosesnya lebih adil. Caleg yang suka pindah partai nggak bisa lagi bayar partai agar bisa maju,” jelasnya.

Sumber : bbc.com

Link : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45886460

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Lain Pembunuh Penjaga Malam Pasar Mambo Serahkan Diri

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kasus pembunuhan Mediansyah (21) penjaga malam Pasar Mambo, Kelurahan Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kota Lubuklinggau menjadi perhatian serius Polres Mura. Satu lagi, pelaku atas nama Aroza Aga Prastia  alias Adok (28) mendatangi Mapolres Lubuklinggau. Pria mengaku warga Bangka, Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kota Lubuklinggau dengan didampingi pihak keluarga serahkan diri ke […]

  • Persentasi IGA 2018, Tim Penguji Apresiasi Bupati Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 3 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta – Meski waktu persiapan tergolong singkat, sekitar tiga hari dari pemberitahuan panitia (30/11/2018) sampai pemaparan, Senin (03/12/2018) namun tim Kabupaten Musi Rawas yang dipimpin langsung oleh Bupati Musi Rawas mendapat apresiasi dari Tim Penilai perhargaan Innovatif Government Award (IGA) 2018 karena dinilai yang paling siap didalam mempersiapkan materi dan substansi paparan serta keseragaman pakaian […]

  • Bertemu Yusril, Presiden Jokowi Bahas Ketatanegaraan

    • calendar_month Jum, 30 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan salah seorang tokoh masyarakat yang juga pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 30 November 2018. Yusril diterima di ruang kerja Presiden sekira pukul 11.25 WIB. Setelah bersalaman, keduanya kemudian duduk bersama. Dalam kesempatan ini, tampak hadir juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Usai […]

  • Musda KNPI Mura Ricuh, Ketua Terpilih …………… ?

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Oleh : Bambang Sudarto BALLROOM Hotel Hakmaz Taba, Lubuklinggau, lebih sering kosong dan lenggang, Sabtu (13/8). Padahal siang itu sedang berlangsung Musda (Musyawarah Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonsia (KNPI) Kabupaten Musirawas. Ruangan yang seharusnya penuh peserta sidang yang tengah menggodok proses pemilihan ketua KNPI yang baru, itu lebih sering ditinggalkan kosong karena peserta walkout atau meninggalkan […]

  • Camat Akui Selama 2 Tahun Belum Ada Pengajuan Syarat Izin SBW

    • calendar_month Sel, 1 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com — Usaha penangkaran Burung Walet cukup menjanjikan selain mudah dalam pengerjaan, harga jual Sarang Burung Walet (SBW) cukup tinggi. Informasi yang diterima setelah stagnan Rp 7,5 juta/kg harga jual SBW dalam 2 minggu ini kembali menguat dengan harga Rp 10 juta/kg. Namun usaha yang menjanjikan ini terkadang tanpa dibarengi dengan kepatuhan para pelaku […]

  • Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

    Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Tanjung Priok Jakarta menggelar program padat karya. Sedikitnya 60 orang warga dari Kelurahan Tanjung Priok, Pademangan Barat, Sungai Bambu, dan Warakas Jakarta Utara turut terlibat dalam kegiatan ini. “Program padat karya yang dilaksanakan di berbagai kantor Distrik Navigasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk […]

expand_less