Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » MPK Minta Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Proyek PAM di Muratara

MPK Minta Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Proyek PAM di Muratara

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2015
  • visibility 163

MURATARA — Dugaan penyimpangan terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan sarana prasarana air minum di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Muratara yang menelan dana sebesar Rp 8.516.764.000, melalui APBD Muratara, yang dikerjakan PT. Putra Prima Mega Power, dengan masa waktu pelaksanaan selama tiga bulan, terhitung dari bulan Oktober-Desember tahun 2014 lalu, dimana proyek ini dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Musirawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, diminta segera diusut.

Dugaan korupsi itu membuat masyarakat pemantau korupsi (MPK) bersama Lembaga Monitoring dan Pengawasan Bantuan Hukum (Lemwasbakum) yang ada didaerah ini merasa gerah dan melaporkan masalah tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri Lubuklinggau dan suratnya ditembuskan kepada sejumlah media cetak lokal maupun nasional.

Hal ini seperti diutarakan pelapor Toding Sugara dan rekannya Azwar Anas pekan lalu. Dikatakan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang ada dilapangan, diantaranya, menyangkut kegiatan pekerjaan elektrikal (kelistrikan).

Untuk lampu jalan dan instalasi listrik sampai saat ini belum dikerjakan, termasuk pekerjaan pembuatan landascape, pembuatan drainase dan pembuatan pagar keliling yang diduga sarat terjadi penyimpangan.

Selain itu juga, mengenai volume panjang, hal ini juga patut dipertanyakan, karena ada kemungkinan tidak sesuai . Sedangkan untuk biaya jasa konsultan pengawas, hal ini apabila dilihat dari porsi anggaran dengan hasil pekerjaan patut dipertanyakan karena bentuk kapasitas tanggung jawab selaku pengawas pekerjaan.

“Kita bingung, kok bisanya proyek sudah tutup anggaran, ternyata dilapangan proyek masih berjalan. Kita mencurigai dan mencium proyek ini ada dugaan kongkalingkong antara dinas dan pihak rekanan. Kenapa sampai tidak terjadi putus kontrak? Padahal masa kontrak sudah habis, dan hal ini tentu menjadi tanya besar bagi kami, ada apa dengan Dinas PU Setempat? Yang terkesan sampai membiarkan masalah ini,” terang Toding.

Dikhawatirkan, dalam hal ini antara berkas Berita Acara (BA) proyek yang dibuat dengan kondisi fisik yang ada dilapangan diduga ada manipulasi data,  sehingga disaat rekanan pengajuan berkas untuk pencairan dana. Kuat dugaan tidak sesuai dengan kondisi fisik yang ada pada saat itu.

“Bahkan cendrung beberapa item kegiatan yang ada disana diduga banyak belum dikerjakan dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang sudah tentukan,” ujarnya.

Masih menurutnya, masalah dugaan penyimpangan terhadap kegiatan ini, sebelumnya sudah diketahui sejak beberapa bulan terakhir ini, namun dia bersama rekannya masih menganalisa berapa besar kerugiaan negara, akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut.

“Kita menduga proyek ini bakal jadi ajang bancakan oknum yang tidak bertanggungjawab. Maka kita berusaha menganalisa dugaan penympangan terhadap pelaksanaan proyek ini. Setelah pertimbangan matang, akhirnya kami bersama rekannya melaporkan masalah ini kepada penegak hukum,” ungkapnya seraya meminta pihak kejaksaan Negeri Lubuklinggau menindak lanjuti terhadap laporan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Muratara, Ismail, saat dihubungi ponselnya tidak aktif, begitupun sebaliknya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Efran, sampai berita ini terbit belum bisa ditemui. @ gus–Harianjayapos.com

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pri Kurnia Akui Tidak Tahu Soal Proyek Jalan Dp Polsek – Belakang Kantor Bupati

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.com — Bagian Pembangunan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengakui tidak tahu tentang kemajuan masalah proyek peningkatan jalan dari depan Polsek Rupit – Belakang Kantor Bupati. "Kami tidak tahu tentang masalah proyek itu karena laporan kemajuan proyek tidak pernah sampai kepada kami,” ungkap Pri Kurnia, Bagian Pembangunan saat dikonfirmasi, Rabu (14/01/2015). Padahal menurut Pri […]

  • THR Pegawai Non PNS, Rp 3 Juta hingga Rp 24,9 Juta

    • calendar_month Sab, 26 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 20 tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya ( THR) bagi Pimpinan dan Pegawai Non PNS pada Lembaga Nonstruktural. Pemberian THR dengan angka yang lebih dari tahun kemarin diharap mampu mengdongkrak belanja seluruh aparatur sipil negara (ASN). Selain menandatangani Peraturan Pemerintah mengenai pemberian THR […]

  • Bupati Apresiasi Rangkaian Peringatan HUT RI di BTS Ulu

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan mengapresiasi masyarakat yang telah mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT RI yang di selenggarakan Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu. “Berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan ini dapat semakin memupuk rasa persaudaraan sesama masyarakat Kecamatan BTS Ulu. Menyambut HUT RI tidak hanya dengan mengikuti perlombaan […]

  • Pendidikan di Indonesia Belum Merata

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DUNIA pendidikan di Indonesia saat ini memang masih belum merata, terlebih bila membandingkan kualitas, sarana dan prasarana antara yang ada di Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. Menurut Anggota Komisi X DPR RI Popong Utje Djundjunan, hal tersebut harus disyukuri oleh dunia pendidikan di Pulau Jawa, bukan sebaliknya mengeluh dan selalu minta penambahan sarana dan […]

  • Tanah Sengketa Makmur-Tolha “Status Quo” Jadi Posko BNPB

    • calendar_month Kam, 29 Okt 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com — Lokasi Tanah Sengketa antara Makmur dan Tolha Hasan dibangun pagar oleh Asiyah. Posisi tanah tersebut yang sekarang dipakai sebagai Posko BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). “Kami disini menumpang saja, tanpa bayar apapun, Dan sudah atas izin kedua Pemilik yang sedang sengketa” demikian dijelaskan Maman, ketua tim Posko BNPB Sumsel. (27/10/2015) Tanah Tersebut sekarang […]

  • Asri Lambo Proyeksikan Banyuasin Dapat Menjadi Central Industri Pakan Raksasa dari Limbah Pertanian

    Asri Lambo Proyeksikan Banyuasin Dapat Menjadi Central Industri Pakan Raksasa dari Limbah Pertanian

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle investigasi
    • visibility 1.739
    • 0Komentar

    BANYUASIN – Muhammad Asri, SH akrab disapa Asri Lambo yang merupakan Aktivis Agraria & Lingkungan Hidup menyoroti Potensi Limbah Pertanian di Sumsel khususnya di Banyuasin. Menurutnya Banyuasin sebagai Lahan terluas Pertanian Padi di Indonesia dan Juga Perkebunan Kelapa & Sawit serta Perikanan berpotensi menjadi Pusat Pengolahan Hilirisasi Limbah Terpadu terbesar di Indonesia. “Kita punya bayak […]

expand_less