Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tutupi Kekurangan Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikebut

Tutupi Kekurangan Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikebut

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
  • visibility 77

MUSIRAWAS – Pemasangan plaster pada bangunan irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas langsung dikebut. Hal ini untuk menutupi kekurangan material batu yang tidak dipasang di beberapa bagian pondasi bangunan.

Pantauan wartawan di lokasi, Selasa (4/9), meski dibeberapa bagian kondisi bangunan proyek irigasi tanpa plang itu terlihat mulus setelah diplaster, namun masih saja ada yang nampak jika bangunan itu tidak seutuhnya dipasang batu.

“Secepatnya di plaster untuk menutupi beberapa bagian yang tidak di pasang batu,” jelas Agus warga setempat.

Agus meminta saat pemeriksaan 100 persen nanti agar bagian bangunan yang tidak menggunakan batu itu dibongkar ulang, supaya kualitas bangunan dapat bertahan lama.

“Bila perlu saat pemeriksaan nanti bawak godam, biar tahu bahwa bangunan itu ada yang tidak pakai batu,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUCKTRP Musi Rawas, Ristanto Wahyudi belum berhasil dimintai komentarnya terkait pengerjaan proyek irigasi yang diduga materialnya dimanipulasi ini.

“Saya buru-buru ingin ke kantor bupati. Nanti temui Fery Kabid Pengairan saja,” katanya.

Sementara Kabid Pengairan Dinas PUCKTRP Feri, belum berhasil dihubungi, karena sedang ke lapangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas ini disinyalir dimanipulasi oleh rekanan yang mengerjakannya.

Pasalnya volume material batu bujang untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Terlihat jelas, material batu bujang diduga hanya dipasang sekitar 10 centimeter di permukaan pondasinya saja, sementara di bagian bawah, sebagiannya hanya mengandalkan gundukan tanah.

Untuk menutupi seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerjakannya langsung di plaster. Meski demikian, masih terlihat jelas pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya mengandalkan gundukan tanah.

Selain itu, ada juga di beberapa bagian pondasi hanya dipasang batu gunung untuk menghemat penggunaan batu bujang.

Sementara untuk lantainya, diduga hanya ditaburi acian semen bercampur pasir seadanya.

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi ini lebih tinggi dari muara anak sungai yang tujuannya untuk mengaliri persawahan warga yang tidak lagi berfungsi itu.

”Masak pemasangan irigasi ini lebih tinggi dari permukaan air, bagaimana airnya mau masuk. Proyek ini kayaknya dikerjakan asal-asalan saja,” kata Agus warga setempat.

Agus juga mengatakan, material batu digunakan untuk pembangunan irigasi ini hanya sedikit sekali.

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehingga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya dan siapa rekanannya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Agus, dia meminta tim turun kelapangan, sehingga anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun di kebun karet warga ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Agus juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, sebaiknya dilaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

Senada dikatakan warga yang namanya minta untuk tidak ditulis menjelaskan, beberapa acian di atas pondasi bangunan itu sudah mengelupas karena terkena cucuran hujan dan lain sebagainya, yang diduga disebabkan semennya sedikit ketimbang pasir, sehingga kualitasnya tidak bagus.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,“ jelasnya.

Sementara salah seorang tukang yang sedang mengerjakan proyek itu mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal papan merek proyek irigasi ini. Menurutnya, dia beserta sejumlah tukang hanya mengerjakannya saja.

Setahu dia, pembangunan irigasi ini sepanjang 137 meter dengan kedalaman 60 CM dan lebar 50 CM.

“Berapa dananya kami juga tidak tahu, mungkin ratusan juta. Untuk rekanannnya kalau tidak salah namanya Syam,” kata dia. (Firman-IK)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Hari ini, “Stagnan”, Senin 13 September 2021

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Senin (13/09/2021), di Pegadaian, baik cetakan Antam maupun cetakan UBS ‘Stagnan’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp490.000,- sama dengan harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp919.000,- juga sama dengan harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram ini […]

  • Soal Golkar Ikut Pilkada, Belum Ada Islah Kedua Kubu

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar hasil Munas Ancol, Lawrence Siburian mengungkapkan, hingga kini, belum ada pembahasan lebih lanjut terkait pendaftaran partai berlambang beringin tersebut di Pilkada 2015. Pihaknya juga belum menentukan kepengurusan mana yang akan didaftarkan di pilkada serentak pada akhir tahun 2015. “Kesepakatan yang ditandatangani Sabtu pekan lalu hanya […]

  • Dinas Perikanan Lubuklinggau Klarifikasi Tudingan Sunat Bantuan Bibit Ikan

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Lubuklinggau, melalui Kabid Perikanan, Iskandar Susanto mengklarifikasi tudingan telah menyunat bantuan bibit Ikan Nila pada Kelompok Tani (koptan), RT 07 Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. “Mengenai bibit Ikan Nila yang kurang tidak mungkin, karena dari awal mengambil bibit semuanya sudah dihitung. Dan semua itu sudah […]

  • Murtin Apresiasi Kriteria Bakal Calon Bupati Pilihan PKS

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    * Ambil Formulir di DPC Partai Demokrat MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Bakal Calon Bupati Musi Rawas, H Achmad Murtin mengembalikan berkas formulir ke Sekretariat DPD PKS Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan pagi tadi, Sabtu (28/03/2015). Kedatangan Murtin beserta Tim Pendukung disambut baik Tim Optimalisasi Musyarokah (TOM) DPD PKS. Pengembalian Berkas H Achmad Murtin ini bersamaan dengan […]

  • Terpilih Aklamasi, Heri Amalindo Siap Tingkatkan Prestasi PASI Sumsel

    Terpilih Aklamasi, Heri Amalindo Siap Tingkatkan Prestasi PASI Sumsel

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H Heri Amalindo terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesi (PASI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (25/05/2023) malam di Hotel Swarna Dwipa, Palembang. Heri Amalindo terpilih sebagai Ketua Umum PASI Sumsel melalui Musyawarah Daerah (Musda) karena periode kepemimpinan sebelumnya sudah berakhir. Sekretaris Umum […]

  • DPRD Musi Rawas Lebih Bayar Tunjangan Transportasi Dewan  Rp568 Juta

    DPRD Musi Rawas Lebih Bayar Tunjangan Transportasi Dewan  Rp568 Juta

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Musi Rawas Tahun 2022, menyajikan anggaran Belanja Tunjangan Transportasi DPRD sebesar Rp9.372.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp9.131.000.000,00 atau 97,4% dari anggaran. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2021 Nomor 22.B/LHP/XVIII.PLG/14/2022 tanggal 22 April 2022 menyebutkan permasalahan Penetapan Kenaikan Besaran Tunjangan Transportasi Anggota […]

expand_less