Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Lima Hektar Padi Alami Puso, Pemkab Mura Intensif Kendalikan Hama Wereng

Lima Hektar Padi Alami Puso, Pemkab Mura Intensif Kendalikan Hama Wereng

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
  • visibility 79

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Tidak kurang dari 5 hektar tanaman padi di Desa Satan Indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas mengalami puso akibat diserang hama Wereng Coklat.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin diduga serangan hama Wereng Coklat beberapa waktu lalu berasal dari urban (hama pindah) dari tanaman padi di wilayah Kota Lubuklinggau yang ditinggal setelah panen.

“Kalau dilihat dari kejadian ini termasuk aneh, karena biasanya hama wereng coklat menyerang pada saat musim hujan, namun kenyataan lain justru di musim kemarau.

Berdasarkan pendapat para ahli serangan ini merupakan siklus 10 tahunan sekali, jadi mungkin tahun 2005 lalu pernah terjadi juga,” ungkap Tohirin kepada Jurnalindependen.com, Senin (09/11/2015).

Untuk mengendalikan serangan hama ini, lanjut Tohirin tidak lain dengan pemusnahan dengan gerakan penyemprotan massal. Untuk obat semprot kita juga telah dibantu pihak Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan lahan yang puso sudah diganti dengan bibit padi baru.

“Kalau dihitung dari kerugian yang diderita, akibat puso berdasarkan asumsi yakni 5 ha x 3 ton padi x harga Rp 8.000/kg = Rp 120 juta. Untuk selanjutnya dalam pengendalian hama ini harus diamati baik petani maupun petugas pengamat hama tanaman, kalau ditemukan satu saja hama tersebut mesti dimusnahkan dan pihak UPTD Kecamatan akan tancap bendera tanda daerah terserang hama,” papar Tohirin.

Tohirin juga menerangkan kelemahan sistem tanam padi di Musi Rawas yang bergantian menanam padi, memberi peluang hama khususnya wereng coklat berkembang dan berpindah.

Tanam padi secara bergantian disebabkan kebutuhan air untuk sawah tidak cukup, padahal hitungan kubik dari irigasi sebenarnya cukup namun karena tertib penggunaan air tidak berjalan termasuk pemanfaatan air kolam ikan yang ada.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tanaman Pangan Kecamatan Muara Beliti, Setiadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan setidaknya 4 kali penyemprotan hama Wereng Coklat.

“Penyemprotan pertama sudah dilakukan di tanaman padi yang dirusak (puso) terus melebar dengan radius 25 meter.  Selanjutnya setiap petani disana di beri obat agar dapat menyemprot sendiri di sawah masing-masing,” kata Setiadi.

Menurut Setiadi obat yang diberikan sudah mencukupi dengan dosis berbeda-beda untuk 330 hektar sawah yang ada di daerah tersebut. Kelalaian yang sering terjadi setelah panen tanaman ditinggal dan disaat itulah hama Wereng berkembang dan berpindah ke tanaman padi yang lain.

“Perkembangan Hama Wereng Coklat luar biasa, satu induk dengan umur 38 hingga 32 hari mampu menelurkan bibitnya hingga 200 butir telur, bila menetas dapat dibayangkan kelipatan jumlah dari hama tersebut. Maka dari itu petani mesti terus mengamati walaupun telur hama sekalipun, cepat lakukan penyemprotan secara efektif,” jelas Setiadi. (fs)

Berita Terkait :

Padi Diserang Hama Wereng Coklat, Petani Air Satan dan Satan Indah Merugi

 

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wapres Nyatakan Dua Kubu Golkar Sudah Bersatu

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar meminta agar masing-masing pengurus partai berlambang pohon beringin itu kompak dan bersatu. Sehingga, calon kepala daerah dapat yakin untuk mengikuti pemilihan kepala daerah akhir tahun nanti. “Prosesnya, masing-masing pihak bersatu, sebenarnya Golkar sudah bersatu tinggal pengurusnya belum kita kompakkan,” kata Kalla saat […]

  • Web JDIH Online Baru Dikerjakan 2017

    Web JDIH Online Baru Dikerjakan 2017

    • calendar_month Sen, 16 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Diduga kegiatan pembuatan website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Daerah (JDIH) Kabupaten Musirawas baru di kerjakan bulan Januari 2017, padahal kegiatan tersebut dianggarkan pada 2016 lalu. Post Views: 522

  • Harga Emas Batangan Antam ‘Stagnan’, Senin 30 Agustus 2021

    • calendar_month Sen, 30 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Senin (30/08/2021), di Pegadaian, ‘Stagnan’ untuk cetakan Antam. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp504.000,- kemarin tidak tersedia. Sedangkan emas Antam ukuran terkecil ini dijual Rp547.000,- sama dengan harga kemarin. Emas cetakan UBS ukuran 1 gram dijual Rp945.000,- kemarin tidak tersedia, […]

  • Hadiri HUT Pramuka Lubuklinggau, Wabup Mura Ikuti Dengan Khidmat

    Hadiri HUT Pramuka Lubuklinggau, Wabup Mura Ikuti Dengan Khidmat

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas, Hj Suwarti menghadiri Peringatan Hari Pramuka Ke-61 Tahun 2022 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Lubuklinggau, Senin(03/10/2022) di Bumi Perkemahan Silampari, Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Kehadiran Wabup Suwarti yang juga sebagai Ketua Kwartir Cabang Musi Rawas, untuk turut memeriahkan acara tersebut. Wabup hadir dengan ditemani beberapa […]

  • Mulok Mura Darussalam Lebih Utamakan Penerapan dalam Sehari-hari

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Kurikulum Muatan Lokal Mura Darussalam sudah mendekati ideal, namun karena keterbatasan jumlah pelajaran terasa kurang bagi pendidik maupun peserta didik, kata Kepala Sekolah SMP N Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Muhsin saat dibincangi Jurnalindependen.com, siang tadi senin (14/09/2015) dikantornya. “Ya kalau mau lengkap secara komprehensif terbatas oleh jam pelajaran, seminggu hanya 2 jam […]

  • Trisula-Kanti Demo Desak Bupati Ratna Mundur, Dianggap Tidak Becus Urus Daerah

    Trisula-Kanti Demo Desak Bupati Ratna Mundur, Dianggap Tidak Becus Urus Daerah

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Kelompok massa dari Koalisi Trisula dan Kanti menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Musi Rawas, Muara Beliti, Kamis (08/12/2022). Aksi dilakukan menuntut Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak “Becus” mengurus Kabupaten Musi Rawas. Saat aksi puluhan massa ini membawa spanduk dengan tulisan Raport Merah Bupati […]

expand_less