Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pemerintahan » Lima Hektar Padi Alami Puso, Pemkab Mura Intensif Kendalikan Hama Wereng

Lima Hektar Padi Alami Puso, Pemkab Mura Intensif Kendalikan Hama Wereng

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 9 Nov 2015
  • visibility 126

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Tidak kurang dari 5 hektar tanaman padi di Desa Satan Indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas mengalami puso akibat diserang hama Wereng Coklat.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin diduga serangan hama Wereng Coklat beberapa waktu lalu berasal dari urban (hama pindah) dari tanaman padi di wilayah Kota Lubuklinggau yang ditinggal setelah panen.

“Kalau dilihat dari kejadian ini termasuk aneh, karena biasanya hama wereng coklat menyerang pada saat musim hujan, namun kenyataan lain justru di musim kemarau.

Berdasarkan pendapat para ahli serangan ini merupakan siklus 10 tahunan sekali, jadi mungkin tahun 2005 lalu pernah terjadi juga,” ungkap Tohirin kepada Jurnalindependen.com, Senin (09/11/2015).

Untuk mengendalikan serangan hama ini, lanjut Tohirin tidak lain dengan pemusnahan dengan gerakan penyemprotan massal. Untuk obat semprot kita juga telah dibantu pihak Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan lahan yang puso sudah diganti dengan bibit padi baru.

“Kalau dihitung dari kerugian yang diderita, akibat puso berdasarkan asumsi yakni 5 ha x 3 ton padi x harga Rp 8.000/kg = Rp 120 juta. Untuk selanjutnya dalam pengendalian hama ini harus diamati baik petani maupun petugas pengamat hama tanaman, kalau ditemukan satu saja hama tersebut mesti dimusnahkan dan pihak UPTD Kecamatan akan tancap bendera tanda daerah terserang hama,” papar Tohirin.

Tohirin juga menerangkan kelemahan sistem tanam padi di Musi Rawas yang bergantian menanam padi, memberi peluang hama khususnya wereng coklat berkembang dan berpindah.

Tanam padi secara bergantian disebabkan kebutuhan air untuk sawah tidak cukup, padahal hitungan kubik dari irigasi sebenarnya cukup namun karena tertib penggunaan air tidak berjalan termasuk pemanfaatan air kolam ikan yang ada.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tanaman Pangan Kecamatan Muara Beliti, Setiadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan setidaknya 4 kali penyemprotan hama Wereng Coklat.

“Penyemprotan pertama sudah dilakukan di tanaman padi yang dirusak (puso) terus melebar dengan radius 25 meter.  Selanjutnya setiap petani disana di beri obat agar dapat menyemprot sendiri di sawah masing-masing,” kata Setiadi.

Menurut Setiadi obat yang diberikan sudah mencukupi dengan dosis berbeda-beda untuk 330 hektar sawah yang ada di daerah tersebut. Kelalaian yang sering terjadi setelah panen tanaman ditinggal dan disaat itulah hama Wereng berkembang dan berpindah ke tanaman padi yang lain.

“Perkembangan Hama Wereng Coklat luar biasa, satu induk dengan umur 38 hingga 32 hari mampu menelurkan bibitnya hingga 200 butir telur, bila menetas dapat dibayangkan kelipatan jumlah dari hama tersebut. Maka dari itu petani mesti terus mengamati walaupun telur hama sekalipun, cepat lakukan penyemprotan secara efektif,” jelas Setiadi. (fs)

Berita Terkait :

Padi Diserang Hama Wereng Coklat, Petani Air Satan dan Satan Indah Merugi

 

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 11,5 Miliar Dana Infrastruktur untuk OKU

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Gubernur H Herman Deru telah menggelontorkan Rp 11,5 miliar sepanjang 2019. Dana Rp.11.500.000.000 itu untuk peningkatan dan perbaikan jalan di empat titik di Kabupaten OKU. Demikian terungkap dari data Dinas PU BMTR Provinsi Sumsel peningkatan dan perbaikan tersebut dilakukan  pertama […]

  • Ekspor Sawit Meningkat, Sinyal Positif Perekonomian Sumsel

    • calendar_month Jum, 3 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PALEMBANG –– Peningkatan ekspor minyak kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 3,58 persen per Juni 2018 memberikan sinyal positif terhadap perekonomian Sumsel di  tengah harga yang ketidakpastian perdagangan global saat ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatatkan pada Mei 2018 berada pada level 4,21 persen dan naik signifikan menjadi 7,79 pada Juni lalu. […]

  • Konstelasi Politik Tinggi Perlu Peningkatan Toleransi Beragama

    • calendar_month Sel, 17 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Guna meningkatkan kesadaran dan toleransi umat beragama, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan sosialisasi di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Selasa (17/07). Sosialisasi dengan tema, Peningkatan dan Toleransi Umat Beragama ini dibuka langsung Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa saat ini konstelasi politik sangat tinggi maka perlu […]

  • BPD Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Kejari

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sejumlah perangkat Badan Permusyawaratan Desa Mendingin Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mempertanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri Baturaja terkait laporan kasus dugaan korupsi dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk wilayah tersebut tahun 2014-2015. “Kami mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi oleh Kepala Desa (Kades) Mendingin, Martambang yang kami laporkan ke Kejari […]

  • Lima Titik Blank Spot Muratara akan Dibangun BTS

    • calendar_month Rab, 21 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MURATARA- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Rawas Utara berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) di 5 blank spot. Hal ini terbukti dalam 5 hari dimulai Jumat (16/3) hingga Selasa (20/3), Pemerintah Pusat yakni Badan Penyedia dan  Pengelolaan Pembiayaan  Telekomunikasi dan  Informartika (BP3TI)  melalui konsultannya PT Polar Penawaran Bangun Semesta, Sandra […]

  • Harga Emas Hari ini, “Naik”, Sabtu 11 September 2021

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Sabtu (11/09/2021), di Pegadaian, baik cetakan Antam maupun cetakan UBS terpantau ‘Naik’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp492.000,- naik Rp1.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp923.000,- juga naik Rp2.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil […]

expand_less