Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Kesbangpol Harus Lebih Awal Deteksi Isu Politik SARA

Kesbangpol Harus Lebih Awal Deteksi Isu Politik SARA

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 26 Okt 2018
  • visibility 64

RAPAT Konsolidasi Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 dalam rangka mendukung kesiapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dilaksanakan untuk mengingatkan dan mengarahkan jajaran Biro Pemerintahan agar meningkatkan performa kinerjanya dengan baik.

Begitu yang diungkapkan oleh Dirjen Otonomi Daerah, Soni Soemarsono saat membuka kegiatan ini  di Hotel Ibis Style Sunter Jakarta Utara, 25/10.

“Biro Pemerintahan harus menerapkan pola jemput bola pada setiap permasalahan yang terjadi. Kesbangpol harus mampu mendeteksi lebih awal isu-isu politik SARA yang berkembang di masyarakat, selain itu juga dibutuhkan kerja sama yang baik antara Bawaslu dan Forkompinda, agar Desk Pileg dan Pilpres dapat dijalankan dengan baik”, ujar Soemarsono.

Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Kesbangpol, Biro Pemerintahan dan Otda, serta Dinas Kominfo dari 34 Provinsi se-Indonesia, dan dilaksanakan selama tiga hari 25-27 Oktober 2018.

Soemarsono juga menyatakan bahwa kominfo memiliki peranan yang penting dalam pembangunan sarana komunikasi di daerah. Dan Video Conference diharapkan dapat terus terpasang online, agar tercipta komunikasi yang baik dan lancar antara Pusat dan Daerah.

“Kominfo harus memastikan memiliki peralatan yang baik yang mendukung pelaksanaan komunikasi yang baik antar daerah, selain itu tolong dibangun komunikasi dengan KPID dan KI di daerah”, ucapnya.

Sementara itu, ketua panitia, Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Andi Bataralifu menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kesiapan jajaran Pemerintahan daerah untuk Pileg dan Pipres setelah melakukan evaluasi pilkada serentak 2018.

“Materi dalam kegiatan ini membahas PP No. 32 Tahun 2018 dan PKPU 23 Tahun 2018 tentang pengaturan Cuti Kampanye, Optimalisasi simpoldagri dalam mendukung kebijakan politik dalam negeri”, ungkap Andi.

Melanjutkan penjelasannya, Andi mengatakan bahwa kegiatan ini juga membahas mengenai strategi dalam membangun Sinergi antara pemerintah dengan penyedia data.

“Masyarakat sebagai pengguna data harus mampu mendukung kehidupan demokrasi yang sehat dan bermartabat”, ujarnya.

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kementerian Dalam Negeri RI, dan turut hadir pada acara tersebut dari Pemprov Sumsel, Plt. Karo Pemerintahan dan Otda Darul Effendi, Plt. Kesbangpol Provinsi Sumsel, Fitriana, Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Amrullah, Kasubag Penataan Daerah dan Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otda, Zaldan Indoman.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ AM

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permudah Koordinasi, Petani Walet Megang Sakti Bentuk Organisasi

    • calendar_month Ming, 8 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Para penangkar atau petani walet Kecamatan Megang Sakti, Musi Rawas akhirnya membuat kesepakatan untuk membentuk wadah atau organisasi walet. Hal ini dibentuk untuk mempermudah dan koordinasi bagi para petani walet dengan pemerintah maupun konsumen walet, demikian disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo melalui Sekretarisnya, Nurkholis kepada Jurnalindependen.com, Ahad (08/11/2015). […]

  • Walikota Lubuklinggau Salurkan Bantuan Sembako Kepada 114 Wartawan

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe memberikan bantuan sembako kepada 114 Wartawan di Posko Induk GTPP Covid-19 Kota Lubuklinggau, Sabtu (09/05). Sembako yang diberikan berupa beras 20 kg, gula 1 kg, telur 1 karpet, mie instan 1 dus, minyak goreng 3 kg dan ikan asin 1 kg. SN Prana Putra Sohe […]

  • Pandangan Dewan Tentang Hukuman Mati pada UU Tipikor

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) berpandangan, penentuan hukuman mati bukanlah suatu keputusan yang dibuat tanpa pertimbangan. Karena hak untuk hidup merupakan hak asasi manusia dan dijamin dalam UUD 1945. Meskipun tindak pidana korupsi merupakan extraordinary crime, pengaturan mengenai hukuman mati bukan hal dapat dilakukan dengan mudah. Khususnya bila dikaitkan dengan kondisi bencana alam. “Bencana alam memiliki […]

  • Berkas SBW Belum Lengkap, Dishut Mura Belum Proses Izin

    • calendar_month Sen, 28 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Terhadap pengajuan permohonan izin pengelolaan Sarang Burung Walet (SBW) dari 18 penangkar, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas, melalui Kasi Inventarisir, Supriyadi mengatakan belum bisa diproses karena berkas belum lengkap. “Berkas masih banyak kekurangan, jadi belum bisa diproses. Kami sudah menyurati para penangkar melalui Ketua Ikatan Petani Walet (IKPW), Wisnu Handoyo untuk […]

  • Harga Emas Batangan Antam dan UBS ‘Turun’, Sabtu 4 September 2021

    • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Sabtu (04/09/2021), di Pegadaian, cetakan Antam dan UBS ‘turun’. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp498.000,- turun Rp1.000,- dari harga kemarin dan ukuran 1 gram dijual Rp932.000,- turun Rp2.000,- dari harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram ini dijual […]

  • Disinyalir Keberadaan Tenaga Kerja Asing di Musirawas Belum Lapor

    Disinyalir Keberadaan Tenaga Kerja Asing di Musirawas Belum Lapor

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Sangat disayangkan, disinyalir adanya tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Musi Rawas tidak diketahui Pemerintah Kabupaten setempat. Terkuaknya masalah ini setelah diketahui dari informasi pejabat di tingkat Kecamatan Tuah Negeri, bahwa ada puluhan tenaga kerja asing yang belum diketahui status tinggalnya. Kepala Disnakertrans Kabupaten Musirawas melalui Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja […]

expand_less