Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Anggaran Minim Dituntut Pemenuhan SPM

Anggaran Minim Dituntut Pemenuhan SPM

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 21 Feb 2017
  • visibility 42

MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Sesuai program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan dibidang pendidikan merupakan prioritas, apalagi hal tersebut telah dituangkan dalam UU No. 20 tahun 2003. Berbanding lurus dengan alokasi anggaran, pemerintah ingin agar dunia pendidikan menjadi maju serta menghasilkan peserta didik yang memiliki ilmu dan keterampilan sehingga dapat mendorong kemajuan bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musirawas, Sukamto saat dikonfirmasi dikantornya, Selasa (21/02/2017) mengatakan, pemerintah telah menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam bidang pendidikan. SPM ini meliputi seluruh sistem dan elemen dunia pendidikan, dari ketersediaan infrastruktur hingga capaian kinerja.

“SPM bidang pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan bidang pendidikan, kita menginginkan secara ideal memenuhinya, tapi pada kenyataan untuk memenuhi hal tersebut harus sesuai dengan anggaran yang tersedia untuk pendidikan.

Saat ini anggaran untuk pendidikan berkisar 29 miliar dari APBD Musirawas, tentu tidak cukup untuk membiayai seluruh bidang pendidikan untuk kategori pemenuhan SPM. Dari segi gedung sekolah, tentu mengutamakan prioritas yang rusak berat, demikian juga yang lainnya tidak bisa secara keseluruhan.

Dibandingkan Kabupaten Musirawas Utara, mereka mencapai Rp 40 miliar untuk pendidikan, sementara jumlah sekolah, gedung dan peserta didik jauh dibawah Musirawas. Namun demikian kita tetap optimis dan berupaya secara optimal menuju pemenuhan SPM,” papar Sukamto.

Harapan kita, lanjut Sukamto anggaran dapat ditingkatkan dan pihak sekolah baik guru ataupun murid dapat memelihara bangunan dan aset yang sudah ada agar lebih lama kemanfaatannya.

Sementara, Ketua PWI Musirawas Novi Yansyah mengatakan agar pihak Dinas Pendidikan dapat lebih memberdayakan tenaga honorer yang ada serta pemerataan guru dimasing-masing kecamatan.

“Perlunya pemerataan guru di masing-masing kecamatan serta memberdayakan guru honorer yang ada karena ini juga bagian dari SPM. Berbagai kendala yang dihadapi para guru, hendaknya menjadi perhatian dari Dinas Pendidikan. Guru dituntut lebih profesional disatu sisi namun disisi lain terkadang pemenuhan hak seperti gaji, tunjangan dan lainnya dirasakan masih kurang,” kata Novi Yansyah.

Penulis/Editor : Faisol
  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK: Frasa “Antargolongan” dalam UU ITE Konstitusional

    • calendar_month Sab, 31 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    JAKARTA – Frasa “antargolongan” dalam Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45A ayat (2) dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak bertentangan UUD 1945. Demikian Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 76/PUU-XV/2017 yang dibacakan Wakil […]

  • Harga Emas Batangan Antam ‘Turun’, UBS Cenderung ‘Naik’, Jum’at 3 September 2021

    • calendar_month Jum, 3 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    HARGA Emas Batangan 24 Karat hari ini, Jum’at (03/09/2021), di Pegadaian, untuk cetakan Antam turun sedangkan UBS cenderung naik. Data dari laman resmi pegadaian, emas cetakan UBS ukuran terkecil 0,5 gram dijual Rp499.000,- dan ukuran 1 gram dijual Rp934.000,- kedua harga ini sama dengan harga kemarin. Untuk emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram ini dijual […]

  • Kasus Korupsi e-KTP, Puan Bantah Tudingan Setnov

    • calendar_month Sab, 24 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memastikan tudingan Setya Novanto, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada dirinya tidak benar. “Apa yang disampaikan Pak SN kemarin tidak benar, tidak ada dasarnya. Ini merupakan masalah hukum tentu saja harusnya didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada bukan katanya-katanya,” […]

  • Warga Trans SP 10 Sungai Naik Adukan Nasib ke Presiden Jokowi

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Empat tahun sudah, warga trans SP 10 Sungai Naik Kecamatan BTS Ulu mengeluhkan akan nasib mereka karena lahan LU 1 digusur PT Dapo, namun hingga kini pengaduan mereka belum direspon pemerintah. Selain itu LU 2 juga hingga kini belum diberikan, sedangkan sertifikat lahan belum juga dikeluarkan. Ardiansyah (38) bersama warga lainnya, berencana […]

  • Pemprov Serahkan Laporan Keuangan ke BPK Sumsel

    • calendar_month Sab, 1 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PALEMBANG, Jurnalindependen.com– Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menyerahkan laporan keuangan Provinsi Sumsel tahun anggaran 2016 kepada BPK Perwakilan Provinsi Sumsel. Laporan keuangan yang diterima langsung kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumsel, Maman Abdulrachman di Auditorium BPK RI perwakilan Sumsel, Jum’at (31/03/2017). Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki dalam sambutannya mengapresiasi pemerintah Kabupaten/Kota yang telah menyerahkan laporan […]

  • 148 CPNS Dilantik, Bupati Mura Ingatkan Profesional dan Layani Masyarakat

    148 CPNS Dilantik, Bupati Mura Ingatkan Profesional dan Layani Masyarakat

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud Melantik dan Mengambil Sumpah 148 CPNS menjadi PNS dan Pejabat Fungsional, di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2023. Selasa (7/3/2023), di Auditorium Pemda Musi Rawas. Dalam kesempatan ini, Bupati Ratna Machmud juga menyerahkan Petikan Keputusan Bupati Musi Rawas Tentang Pengangkatan CPNS kepada yang bersangkutan. Bupati […]

expand_less