Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » Kasus Korupsi e-KTP, Puan Bantah Tudingan Setnov

Kasus Korupsi e-KTP, Puan Bantah Tudingan Setnov

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 24 Mar 2018
  • visibility 125

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memastikan tudingan Setya Novanto, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pada dirinya tidak benar.

“Apa yang disampaikan Pak SN kemarin tidak benar, tidak ada dasarnya. Ini merupakan masalah hukum tentu saja harusnya didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada bukan katanya-katanya,” ujar Puan, Jumat (23/3/2018).

Adapun terkait pengusaha Made Oka Masagun, dirinya mengaku mengenal baik karena termasuk teman keluarga Bung Karno. Menurutnya, orang tua Made Oka adalah teman baik Bung Karno. Bahkan dia mengaku mengenal kakak dan adik Made Oka.

Sementara itu, Puan juga mengaku sama sekali tidak pernah berbicara soal e-KTP ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP

Puan pun mengaku siap mendukung proses hukum yang ada di KPK atau yang sedang berjalan. “Ini masalah hukum harusnya berdasarkan fakta-fakta hukum kita tida bisa kemudian katanya ini katanya itu. Namun, yang pasti bisa saya sampaikan apa yang menjadi pernyataan SN itu tidak benar,” tegasnya.

Puan juga menegaskan Fraksi PDIP kala itu sebagai perpanjangan partai merupakan satu satunya fraksi yang di luar pemerintah.

Adapun, persoalan e-KTP benar-benar merupakan satu kebijakan yang diusulkan pemerintah kala itu. Jadi kalau memang semua hal yangg berkaitan dengan hal-hal yang ada di DPR tentu saja ada. Namun, terkait e-KTP dirinya menyangkal.

Sebelumnya, SN menuding dua pejabat Kabinet Kerja yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menerima uang masing-masing US$500.000 terkait kasus e-KTP.

Keduanya adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sekarang menjadi bagian dari pemerintahan Joko Widodo.

Pramono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dan Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR pada periode 2009-2014. Setya menuding Pramono dan Puan menerima uang terkait e-KTP ketika masih di DPR.

Setya menyebutkan nama Pramono dalam persidangan yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada Kamis (22/3/2018).

Ditanya soal tuduhan terhadap dua pembantunya itu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum. “Jadi kalau ada bukti hukum, ada fakta-fakta hukum, ya diproses saja. Ya semua harus berani bertanggungjawab,” katanya. (Bisnis.com)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Komentar LSM PPNI, Karyasid : “Bila Perlu Aku Cucuk Mulutnya”

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, SBP.com – Dikonfirmasi H Karyasid Helmi selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Via Handphone dengan No 08137305xxxx Rabu 17 Mei 2017 mengatakan, “Apa pun yang di sampaikan itu tidak benar apa lagi yang soal menantang LSM Peduli Pembangunan Nasional Indonesia (PPNI) yang ketuanya Subar […]

  • Dewan Kritik Syarat Calon Kepala Daerah Pada Draft RUU Pemilu

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi II  DPR RI Guspardi Gaus mengkritisi draft atau konsep RUU Pemilu 2020 khususnya terkait dengan syarat pengajuan calon kepala daerah yang hanya dapat diusulkan oleh partai politik (Parpol) atau gabungan partai politik yang mempunyai paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi anggota DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah […]

  • Loker ke Jepang Tidak Diminati Warga Mura

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Lowongan kerja (Loker) luar Negeri, tujuan negara Jepang dibuka Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Mura. Namun sudah cukup lama dibuka tidak satupun pencari kerja (Pencaker) warga Kabupaten Musi Rawas berminat daftarkan diri. Kepastian itu disampaikan, Plt Kepala Disnakertrans Mura, Riswan Effendi melalui Kasi Penata Kerja, Herwanto ketika dibincangi wartawan diruang kerjanya. […]

  • Ini Delapan Nama Capim KPK

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    JAKARTA — Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan delapan nama ke Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi pun menegaskan tahapan yang telah dilakukan oleh pansel berdasarkan integritas, kompetensi, kepemimpinan, independensi, dan pengalaman yang berhubungan dengan pemberantasan korupsi. “Capim KPK dibagi menjadi empat yang berkaitan dengan pencegahan, penindakan, manajemen, dan yang berkaitan […]

  • PSTI Siapkan Atlet Jelang Kejurda

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Lubuklinggau tengah menyiapkan para atletnya guna menghadapi digulirkannya ajang olahraga bergengsi tingkat Propinsi (PorProp) dan kejuaran Daerah (kejurda) pada pertengahan Maret 2017 mendatang. Post Views: 1,128

  • Bupati Kembali Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kecamatan Selangit

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Rawas H. Hendra Gunawan kembali memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di tiga rumah yang ada di Kelurahan Selangit Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Selasa 11 Juni 2019. Tiga rumah yang terbakar, dua diantaranya rusak berat. Kebakaran hebat ini terjadi pada hari Ahad 9 Juni 2019 sekitar pukul 16:00 Wib. Kebakaran diduga […]

expand_less