Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » Penyuap Bupati Banyuasin minta hukuman ringan

Penyuap Bupati Banyuasin minta hukuman ringan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2017
  • visibility 161

PALEMBANG – Terdakwa penyuap Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Zulfikar Muharrami meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman ringan lantaran dirinya telah bersedia menjadi “justice collaborator”.

Zulfikar membacakan nota pembelaan pada sidang di Pengadilan Tipikor, Palembang, Kamis.

“Saya mengakui perbuatan menyuap ini salah. Saya berharap hakim dapat mempertimbangkan juga status saya sebagai `justice collaborator` atas kasus ini,” kata dia hadapan majelis hakim yang beranggotakan Arifin, Paluko Hutagalung dan Haridi.

Terdakwa penyuap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian yang merupakan pengusaha asal Jakarta itu, dituntut Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp150 juta subsider pidana kurungan pengganti selama tiga bulan.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan salah seorang anggota tim JPU Feby Dwiyandospendy ada pekan lalu, JPU menilai perbuatan terdakwa sesuai dengan dakwaan pertama yakni Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara untuk dakwaan kedua, yakni Pasal 13 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP menurut penilaian JPU tidak terbukti secara hukum.

JPU Feby Dwiyandospendy mengatakan tim jaksa menuntut hanya dua tahun dari hukuman maksimal lima tahun dan minimal satu tahun berdasarkan pasal 5, lantaran status terdakwa yang bersedia menjadi “justice collaborator”.

“Terdakwa tidak hanya mengungkap mengenai kasus suap Rp1 miliar yang terkena operasi tangkap tangan KPK, tapi juga mengungkapkan pemberian lain pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak diketahui oleh tim penyidik,” ungkapnya.

Ia mengatakan terdakwa mengakui untuk periode 2013-2017 setidaknya telah menyerahkan Rp6,3 miliar ke bupati Yan Anton untuk mendapatkan proyek pengadaan barang di Dinas Pendidikan setempat.

“Salah satunya keterangan terdakwa bahwa ada penyerahan uang Rp2 miliar ke ketua DPRD Agus Salam pada 2014. Tentunya ini akan ditindaklanjuti oleh KPK,” tuturnya.

Penasihat hukum terdakwa Zulfikar, Rizka Fadli Saiman mengatakan tuntutan jaksa ini seharusnya dapat lebih ringan karena terdakwa telah bersedia menjadi justice collabolator.

“Seharusnya bisa hanya dituntut satu tahun, apalagi fakta persidangan berupa rekaman telepon diketahui bahwa terdakwa diminta oleh Sutaryo untuk menyediakan, bukan bersifat aktif,” ucapnya.

Terdakwa Zulfikar dimajukan ke persidangan setelah terjadi operasi tangkap tangan KPK pada 4 September 2016 di kediaman Bupati Yan Anton.

Saat itu bupati menerima suap dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami yang diserahkan oleh perantara yakni Kirman (salah seorang pengusaha). Yan Anton menerima bukti pelunasan pembayaran haji ONH plus Rp531.031.000 atas nama dirinya dan keluarga.

Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang Rp620 juta yang merupakan uang milik Abi Hasan (Kadis PU Cipta Karya) yang berada ditangan Kirman.

Uang suap telah diberikan Zulfikar sejak 2013 berjumlah Rp7,3 miliar yang seluruhnya digunakan untuk kepentingan Yan Anton Ferdian, beberapa di antaranya kepentingan lebaran, naik haji, dana meloloskan APBD kepada DPRD Banyuasin, hingga saat Yan Anton dilaporkan ke aparat kepolisian perihal pinjaman uang.

Setiap kali Zulfikar memberikan uang selalu dianggap sebagai “fee” untuk perusahaannya ikut dalam proyek yang dimiliki Dinas Pendidikan Banyuasin. Setidaknya, ada 14 proyek yang semuanya dikerjakan oleh Zulfikar setelah sebelumnya memberikan fee kepada Yan Anton.

Saat pemberian uang, Yan Anton dan Zulfikar tidak pernah bertemu langsung karena Yan Anton selalu menugaskan orang-orang terdekatnya seperti Sutaryo (Kasi Pembangunan dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Banyuasin), Merki Berki (Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin 2013-2016), dan beberapa orang lainnya. (ant)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tembus 14 ribu/dolar, Nilai Rupiah Sudah Menakutkan

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengamat Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Tony Prasetiantono mengatakan, kurs rupiah yang menembus Rp 14 ribu per dolar AS sudah menakutkan. Menurutnya, nilai tukar rupiah harus dikembalikan ke level yang masuk akal. “Apa pun alasannya itu nggak bener, ya level yang masuk akal sesuai dengan kemampuan kita. Kalau sekarang barangkali Rp 13 ribu […]

  • Libur Natal Tahun Baru, BPBD Musi Rawas Siaga

    • calendar_month Kam, 24 Des 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk turun memberikan bantuan, khususnya dalam penanganan bencana di perairan. Kepala BPBD Kabupaten Mura, Darsan melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Eko Sepriwan mengatakanpihaknya standby di Posko induk […]

  • Kader Gerindra Dilarang Main ‘Dua Kaki’

    • calendar_month Sel, 20 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aswari Rivai ingatkan kadernya, untuk tidak main ‘dua kaki’. Ia minta seluruh kader di Sumatera Selatan (Sumsel), semua militan. “Karena kalau kader main ‘dua kaki’, tidak cocok. Untuk memenangkan Partai Gerindra, semua harus militan dan jangan sampai ada dusta diantara kita. Ketika ada kader yang […]

  • PPDP Diminta Teliti Pemilih Pemula

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Sebanyak 1.069 peserta terdiri dari PPK dan Sekretariat PPK, PPS beserta sekretariat PPS dan PPDP di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas mengikuti Bimtek. Pelaksanaan Bimtek PPDP yang dilaksanakan di Aula Bagasraya, Selasa, (16/01) ini merupakan gelombang kedua, setelah sebelumnya dilakukan kegiatan serupa yang diikuti 1077 peserta dari tujuh kecamatan. Ketua KPU […]

  • Gubernur Tutup FASI Sumsel, Palembang Juara Umum

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    GELUMBANG – | Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Hj. Febrita Lustia menghadiri dan menutup Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tingkat Provinsi LPPTKA BPKRMI Sumsel di Ponpes Syuhrotul Islam Gelumbang, Minggu, (19/9/2021) HD  juga menyerahkan secara langsung piala kepada DPW Kota Palembang yang keluar sebagai juara umum pada kegiatan lomba […]

  • BPD Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Kejari

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sejumlah perangkat Badan Permusyawaratan Desa Mendingin Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mempertanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri Baturaja terkait laporan kasus dugaan korupsi dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk wilayah tersebut tahun 2014-2015. “Kami mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi oleh Kepala Desa (Kades) Mendingin, Martambang yang kami laporkan ke Kejari […]

expand_less