Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Catatan Kami » Serangan Virus Jembrana Mematikan di Musi Rawas

Serangan Virus Jembrana Mematikan di Musi Rawas

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
  • visibility 146

MENGAMATI serangan virus mematikan ‘Jembrana’ yang menyerang ternak Sapi di Kabupaten Musi Rawas cukup signifikan, virus yang awalnya muncul di Jembrana Provinsi Bali telah menyebar ke berbagai daerah termasuk Kabupaten Musi Rawas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya bahwa Bupati Musi Rawas telah memperingatkan melalui surat edaran agar waspada terhadap virus ini, terutama daerah-daerah yang sudah terjangkit dari wilayah terdekat yakni Kota Palembang dan Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

Namun kenyataan, diduga penularan virus ini melalui Provinsi Bengkulu dari Blantik (pelaku usaha jual beli ternak) Sapi dalam beberapa bulan belakangan memasukkan Sapi dari Bengkulu. Nah diduga, sapi-sapi dari Bengkulu ini terjangkit virus jembrana dan menularkannya ke sapi-sapi lainnya di Musi Rawas. Berawal dari itulah virus menyebar hingga kini (bulan Maret 2018) melanda semua Kecamatan dalam Kabupaten Musi Rawas.

Virus ‘Jembrana’ diduga menjangkit di Kabupaten Musi Rawas pada 02 Nopember 2017 lalu, namun belum diketahui jelas di Kecamatan mana awal virus tersebut memangsa ternak Sapi.

Berdasarkan data hasil konfirmasi dan pemberitaan pada Media Detiksumsel.com pada 09 Februari 2018 sebanyak 200 ekor Sapi telah mati karena terjangkiti Virus ‘Jembrana’. Virus yang menjangkiti ternak Sapi tersebut terdapat di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Sumberharta, Megangsakti, Muara Beliti, TP Kepungut dan Muara Kelingi. 

Virus ini menyerang kekebalan tubuh Sapi sama ibaratnya Virus HIV yang menyerang kekebalan tubuh manusia, belum ada obatnya hingga kini. Sapi yang terjangkit virus ini tidak akan bertahan lama, paling lama tiga hari akan mati.

Namun demikian Sapi terjangkit virus sebelum mati dapat disembelih dimakan tidak berbahaya kecuali jeroan-nya. Penularan virus ini dapat melalui angin, sehingga bila di satu kandang tertular virus dapat dipastikan seluruh sapi dapat tertular, cirinya ada benjolan dileher.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas berupaya mengatasi ini dengan pencegahan melalui vaksinasi sapi. Bagi sapi yang sudah di vaksin tidak akan terkena virus ini. Sampai bulan Maret 2018 vaksin sudah dilakukan hingga 5.000 ekor sapi dari total populasi 22.000 ekor Sapi di Kabupaten Musi Rawas.

Perbandingan Sapi yang mati karena terjangkit Virus ‘Jembrana’ pada awal Nopember 2017 hingga 02 Februari 2018 lalu sebanyak 200 ekor sapi sedangkan pada Maret ini dengan rentang satu bulan bertambah 100 ekor sapi lebih sehingga total mencapai 300 ekor sapi lebih (kisaran antara 300 – 400 ekor sapi).

Tidak tersedianya anggaran untuk vaksin di Kabupaten Musi Rawas, mengharuskan peternak membeli vaksin tersebut, kendati ada bantuan dari Pemerintah Pusat namun dirasakan masih sangat kurang bila dibandingkan dengan total populasi sapi yang ada. Harga Vaksin tersebut sebesar Rp 1,2 juta untuk 50 ekor sapi.

Ilustrasi hitungan serangan virus pada bulan Nopember 2017 hingga Februari 2018 menyerang 200 ekor sapi, sedangkan total hingga awal Maret mencapai 300 ekor lebih, artinya rentang waktu Februari hingga Maret sudah 100 ekor lebih sapi yang terjangkit virus tersebut, ini ada peningkatan dan cukup signifikan. Jika tidak intensif dan maksimal gerakan vaksin secara itungan akan ada peningkatan serangan pada bulan Maret hingga April 2018, apalagi dibiarkan akan habis populasi Sapi di Kabupaten Musi Rawas, disinilah perlu peran Pemerintah membantu masyarakat peternak atau pelaku usaha.

Ilustrasi hitungan kasar dana yang dibutuhkan untuk vaksin mencapai Rp 400.800.000,-

Dengan hitungan 22.000 ekor sapi dikurang 300 ekor yang sudah mati dikurang lagi 5.000 ekor yang sudah di vaksin adalah 16.700 ekor sapi yang perlu divaksin.

Dari 16.700 ekor sapi dibagi 50 sama dengan 334 vaksin yang dibutuhkan dikali Rp 1,2 juta/vaksin sama dengan Rp 400.800.000,-

Penulis : Faisol Fanani

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPD diminta Tingkatkan Pelayanan dengan Inovasi Baru

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Musi Rawas diharapkan dapat lebih inovatif dalam melayani dan meningkatkan kinerja sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat. Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati bidang Pemerintah, Hukum & Politik, Amra Muslimin saat wawancara usai launching sistem digitalisasi uji kendaraan bermotor di kantor KIR Muara Beliti, Kamis. […]

  • Menkeu Siapkan Rp 1 Triliun Dukung Protokol Kesehatan Pilkada 2020

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran sebesar 1 triliun rupiah untuk pemenuhan syarat standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Doli dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat virtual Komisi II DPR RI […]

  • Tingkatkan Produksi Padi Organik, Pemkab Mura Perluas Area 17 Hektar

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Guna meningkatkan hasil produksi Beras Organik, Pemkab Musi Rawas tahun ini lakukan perluasan areal sawah di SP5 Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya lahan padi organik sudah ada dengan luasan 19,7 hektar ditambah perluasan baru 17 hektar tahun ini. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas melalui Kabid Tanaman Pangan, Tohirin […]

  • Sampah Numpuk Digardu Listrik, Lurah Mengeluh

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Lubuklinggau – Menumpuknya sampah didekat gardu listrik RT. 3 Kelurahan Muaraenim membuat Lurah setempat angkat bicara. Lurah Muaraenim, Elmawati menyampaikan hal ini saat resepsi pernikahan warga setempat, Ahad (26/08). “Kami minta sampah yang menumpuk di gardu listrik RT. 3 agar di bersihkan. Nanti hari Minggu kita bergotong royong,” kata Lurah. Menurutnya sampah tersebut tidak diambil […]

  • Bupati Pantau Portal Penghalang Mobil Overtonase

    • calendar_month Ming, 15 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Untuk mencegah terjadinya kerusakan jalan kabupaten yang disebabkan oleh kendaraan yang melebihi kekuatan jalan (Over Tonase), Ahad, (15/07/2018) Bupati Musi Rawas meninjau Portal Penghalang Mobil Overtonase yang di pasang pada Jalan Simpang Dangku Kecamatan Megang Sakti dan Simpang Jatun Kecamatan Muara Kelingi. Pemasangan Portal ini dilaksanakan pada, Sabtu (14/07/2018) oleh Dinas PU […]

  • MTQ Tingkat Kota Lubuklinggau XV Dijadwalkan Awal Februari

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XV Tingkat Kota Lubuklinggau dijadwalkan akan digelar awal Februari 2020. Kepastian itu diungkapkan Asisten III Setda Kota Lubuklinggau, H Kahlan Bahar saat pimpin rapat persiapan MTQ XV di Op Room Dayang Torek, Kamis (16/1/2020). Kahlan Bahar menjelaskan acara pembukaan akan dipusatkan di Masjid Agung As-Salam, ada 8 cabang […]

expand_less