Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Indonesia Dinilai Lemah Mengelola Sumber Daya Alam

Indonesia Dinilai Lemah Mengelola Sumber Daya Alam

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 13 Des 2015
  • visibility 62

JAKARTA — Polemik perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia terus menggelinding dan menjadi sorotan publik. Sejumlah pengamat energi dan praktisi angkat bicara soal kasus yang menyeret Ketua DPR, Setya Novanto dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Pendiri sekaligus Ketua Aliansi Kebangsaan, Puntjo Sutowo mengatakan, selama ini sumber daya alam (SDA) yang dikelola negara banyak ditempatkan di posisi yang salah. “Industri-industri sumber daya alam dipandang oleh pemerintah sebagai industri penghasil pajak bukan industri yang membangun negara, itu persoalannya,” kata Puntjo.

Pakar ekonomi, Prof Dawam Raharjo berkata, pengelolaan SDA yang salah itu karena pemerintah dalam pengelolaannya tidak berdasarkan pada pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Pemerintah, kata dia, memang memperoleh manfaat dari pengelolaam SDA pertambangan, khususnya migas.

“Penerimaan migas misalnya, menjadi komponen penerimaan negara bukan pajak (BNPB) yang pernah mencapai 80 persen. Dengan demikian PNPB dipakai untuk dijadikan dana yang habis terpakai,” kata dia dalam acara diskusi yang digelar Aliansi Kebangsaan bertema ‘Kasus Freeport dan Penataan Ulang Pengelolaan Sumber Daya Alam’ di Sultan Residence 2, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12) siang.

Padahal, kata Dawam menjelaskan, pasal 33 ayat 3 UUD 1945 mengamanatkan agar pengelolaan SDA dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artinya menurut Dawam, pengelolaan SDA itu harus bisa memakmurkan rakyat.

Pertama, memberikan manfaat yang bertambah atau berkembang (multipier effect). Kedua, menjadi aset tetap yang memberi manfaat yang berkelanjutan.

“Artinya harus menjadi dana investasi yang berdampak ganda dan menjadi dana abadi yang memberikan passive income kepada negara. Misalnya dalam bentuk saham pada perusahaan negara, tanah wakaf atau property. Ini mana, selama 70 tahun mengelola SDA jadi apa? Semua larinya ke WC. Apakah pengelolaan SDA selama ini berkembang? Tidak,” ucapnya kepada wartawan saat sesi diskusi.

Menurut Dawan, Indonesia merupakan negara yang paling enggan berkembang dalam pengelolaan SDA-nya. Sebab, hingga kini Indonesia belum juga membangun refinery dan mau menghasilkan energi alternatif.

Karena itu, Dawam mengusulkan agar pengelolaan sda dilakukan penataan ulang yang berdasarkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 agar, hasil pengelolaannya mampu menciptakan kesejahteraan sosial. Dawam juga menegaskan, seharusnya Indonesia tidak usah takut kalau Freeport pergi. Sebab ia yakin rakyat Indonesia pasti bisa mengelolanya.

“Biar saja Freeport pergi. Kita bisa kok menjalankan tambang emas. Orang-orang tradisional bisa menjalankan tambang emas di Cikotok. Di sepanjang Gunung Kidul itu juga orang-orang tradisional. Jadi ambil alih saja Freeport,” kata dia mengakhiri. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPD Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa ke Kejari

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BATURAJA – Sejumlah perangkat Badan Permusyawaratan Desa Mendingin Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mempertanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri Baturaja terkait laporan kasus dugaan korupsi dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk wilayah tersebut tahun 2014-2015. “Kami mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi oleh Kepala Desa (Kades) Mendingin, Martambang yang kami laporkan ke Kejari […]

  • Sekolah Jangan Lakukan ‘Pungli’

    • calendar_month Sab, 29 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mewanti-wanti kepada pihak sekolah, guru ataupun komite untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) kepada wali murid dan siswa saat pembagian rapor maupun awal persekolahan. Ia menegaskan, dunia pendidikan harus menjadi contoh penerapan integritas dan wilayah bebas praktik korupsi. “Karena di sinilah harapan masa depan kita. Saya […]

  • Soal Dana Aspirasi DPR, PAN : tidak Perlu Curiga, Programnya Dari Kementerian

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PAN Yandhrie Susanto meminta kepada publik untuk tak mencurigai Usulan Program Pengembangan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dana aspirasi. “Adanya anggaran aspirasi sangat bagus dan tidak perlu dicurigai. Kita bukan bawa uang cash. Itu dari APBN program dari kementerian lembaga, kita hanya mengusulkan program,” kata Yandhrie di Gedung […]

  • KPK Periksa Saksi Perantara Suap untuk Tersangka Bupati Empat Lawang

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Muhtar Ependy dalam kasus sengketa pilkada Kabupaten Empat Lawang di Mahkamah Konstitusi (MK). Terpidana lima tahun penjara ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan Suzana Budi Antoni. Muhtar merupakan orang kepercayaan sekaligus perantara suap mantan ketua MK Akil Mochtar. Dalam persidangannya, Muhtar […]

  • Lewat RDPT, Entitas WSKT Raup Dana Rp 5 Triliun

    • calendar_month Sab, 14 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang sukses mengantarkan anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) memperoleh pendanaan senilai Rp 5 Triliun melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas. Lewat RDPT, WTR mendivestasikan sahamnya di tiga ruas tol Trans Jawa. “Cara ini adalah salah […]

  • Konfercab NU Lubuklinggau akan di buka dengan Pengajian Akbar

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2014
    • account_circle investigasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Diawal tahun Hijriyah 1436 ini Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Lubuklinggau akan melaksanakan Pengajian Akbar 1 Muharram 1436 H, selain momen ini juga akan dilaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kota Lubuklinggau, demikian disampaikan Ketua Panitia Acara, Ngimadudin kepada Jurnal Independen, siang tadi (Selasa, 21/10/2014) di Kampus STAIS BS Lubuklinggau, SUMSEL. Acara yang […]

expand_less