Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » 5 Alasan Bahrain Takut Main Bola di Indonesia: Soal Ancaman Pembunuhan hingga Ingin Diberi Balas Budi Suporter Garuda

5 Alasan Bahrain Takut Main Bola di Indonesia: Soal Ancaman Pembunuhan hingga Ingin Diberi Balas Budi Suporter Garuda

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
  • visibility 88

Jurnalindependen.com – Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) menerbitkan pernyataan resmi usai merasa terusik oleh fans sepak bola Indonesia yang melempar penghinaan dan ancaman di media sosial.

Pernyataan BFA itu salah satunya tentang permohonan kepada AFC dan DIDA soal perpindahan venue melawan Timnas Indonesia pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 25 Maret 2025 mendatang.

“Pernyataan Asosiasi Sepak Bola Bahrain terkait perilaku fans Indonesia yang tidak dapat diterima terhadap Persatuan Sepak Bola Bahrain,” tulis pernyataan BFA dalam unggahan Instagram resminya @bahrainfa, pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Dalam pernyataan itu, BFA mengklaim telah mengikuti selama beberapa hari terakhir soal perilaku fans Indonesia yang dianggap tidak bertanggung jawab dengan ‘meneror’ akun media sosial para ofisial tim.

Tindakan fans Indonesia yang disorot BFA itu terjadi usai laga tandang Timnas Indonesia ke Bahrain di ajang Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026, pada Kamis, 10 Oktober 2024.

“Perilaku fans Indonesia tidak dapat diterima dan tidak bertanggung jawab terhadap Asosiasi Sepak Bola Bahrain dan para pemain Tim Nasional Bahrain, menyusul pertandingan melawan Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Asia AFC, untuk Piala Dunia FIFA 2026,” tegas BFA.

Berikut ini kami rangkum klarifikasi BFA terkait pengusutan tindakan perilaku fans Indonesia terhadap ofisial Timnas Bahrain di media sosial:

Kecam Keras Perilaku ‘Ofensif’ Fans Timnas Indonesia

Federasi sepak bola Timnas Bahrain itu menyebut adanya tindakan penghinaan terhadap website resmi BFA dan akun media sosial para tim ofisial Bahrain.

“Website Asosiasi, akun media sosial, dan sistem korespondensi elektronik menjadi sasaran penghinaan, fitnah, ancaman, dan operasi peretasan dalam sebuah langkah yang sama sekali tidak dapat diterima,” sebut pernyataan resmi BFA.

Selain itu, BFA menyoroti komentar-komentar ofensif (menyerang) terhadap akun dan situs resmi federasinya yang dinilai tidak ada hubungannya dengan olahraga.

“Komentar-komentar ofensif yang diungkapkan di akun dan situs asosiasi, selain akun pemain tim nasional dan penggemar Bahrain, tidak ada hubungannya dengan norma-norma olahraga,” terang BFA.

Enggan Bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta

BFA mengatakan pihaknya enggan bertandang ke GBK yang digelar pada 25 Maret 2025 mendatang.

Federasi sepak bola Bahrain itu berdalih ingin memastikan keselamatan tim ofisial Timnas Bahrain saat bertandang ke Indonesia.

“Sejalan dengan keinginan asosiasi dalam memastikan keselamatan para anggotanya, terutama pemain tim nasional. BFA dalam proses menghubungi FIFA dan AFC untuk memberitahu mereka tentang perilaku fans Indonesia,” ungkap pernyataan BFA.

“Ancaman, kata-kata hinaan dan pencemaran nama baik yang dapat mempengaruhi keselamatan pemain timnas (Bahrain) saat bertandang ke Ibu Kota Jakarta,” tandas BFA.

Sebut Ada Ancaman Pembunuhan ke Ofisial Timnas Bahrain

BFA juga mengungkap, adanya ancaman pembunuhan yang diterima anggota tim ofisial Timnas Bahrain melalui laman media sosial pribadi mereka.

“Asosiasi BFA menyoroti berbagai ancaman pembunuhan yang diterima oleh anggota tim ofisial (Bahrain) melalui akun media sosial pribadi mereka,” ungkap pernyataan BFA tersebut.

BFA juga menuding tindakan yang dilakukan oleh fans Indonesia itu mencerminkan ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap nyawa manusia.

“Sebuah tindakan yang mencerminkan ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap nyawa manusia,” tegas BFA.

Minta Balas Budi Usai BFA Sambut Ramah Fans Indonesia di Bahrain

BFA juga menuding fans Indonesia yang mengekspos kehidupan para pemain Timnas Bahrain di media sosial.

Hal itu dinilai bertolak belakang dengan kebijakan federasi BFA yang tidak melakukan tindakan serupa.

“Hal-hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sama sekali jauh dari nilai olahraga. BFA menolak untuk mengekspos kehidupan anggota tim (Bahrain) agar terhindar dari potensi bahaya apapun,” ungkap BFA.

Federasi Timnas Bahrain itu juga meminta para fans Indonesia untuk memberi bahas budi atas perhatian dan sambutan mereka kala bertamu ke Bahrain.

“BFA telah berupaya menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk masuknya fans Indonesia ke Bahrain, untuk mendukung tim negaranya dalam pertandingan melawan tim kita, jumlahnya melebihi 2.000 kursi penonton,” terang BFA.

“Oleh sebab itu, penting bagi fans Indonesia untuk juga memfasilitasi (Bahrain) terkait prosedur memasuki stadion pada hari pertandingan, dan cara yang sesuai dengan standar dan persyaratan yang diatur di kualifikasi (Piala Dunia 2026),” pungkas BFA.

Singgung Soal Sportivitas di Bidang Olahraga

Terakhir, BFA juga menegaskan penolakan terhadap serangan-serangan fans Indonesia terhadap pihaknya di media sosial.

BFA menyebut akan melakukan segala cara untuk menindaklanjuti tudingan itu melalui asosiasi HAM, jurnalis, dan organisasi internasional lainnya.

“BFA menegaskan penolakan sepenuhnya terhadap serangan ofensif di dunia maya dari fans Indonesia. (Kami) akan menempuh jalur hukum dengan menggandeng organisasi internasional, hak asasi manusia, asosiasi jurnalis, untuk menjadi saksi atas potensi risiko tersebut,” tutur BFA.

Selain itu, BFA juga menyinggung soal sportivitas di bidang olahraga yang mendasari pernyataan mereka.

“Sebuah perilaku yang telah mendistorsi arah sepak bola dan tujuan mulianya yang dikenal secara internasional didasarkan pada rasa saling menghormati dan sportivitas yang tinggi,” tutup pernyataan BFA tersebut. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Trans SP 10 Sungai Naik Tagih Janji Bupati

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.com – Sudah empat tahun warga trans SP 10 Sungai Naik Kecamatan BTS Ulu mengeluhkan akan nasib mereka karena lahan LU 1 digusur PT Dapo, namun hingga kini pengaduan mereka belum direspon pemerintah. Ardiansyah (38) warga setempat tagih janji meminta kepedulian Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan untuk menyelesaikan dan mengembalikan hak mereka. “Saya […]

  • Mahar Caleg PPP 500 juta, Kebutuhan atau Berlebihan

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sejumlah partai politik di Indonesia dilaporkan meminta “sumbangan dana” dari caleg nomor jadi untuk biaya pemilu tahun depan. Salah satu di antaranya adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang “mewajibkan calon legislator DPR RI nomor urut 1 berkontribusi atas biaya saksi sebesar Rp500 juta”. Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi, membenarkan adanya dana sumbangan itu tetapi […]

  • Presiden Bahas Soal Ekonomi Umat dan Bank Wakaf Mikro dengan Ulama Jabar

    • calendar_month Sel, 3 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo pada Selasa siang, 3 April 2018, melakukan silaturahmi dengan sejumlah ulama dari Jawa Barat. Pertemuan silaturahmi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, ini diakui Presiden untuk sekaligus mendengar masukan-masukan bagi kebaikan daerah dan negara. “Masukan-masukan yang disampaikan para ulama ini betul-betul sebuah masukan yang memang itu masalah di rakyat, masalah di umat. […]

  • Pemerintah Diminta Tolak Aktivitas Israel di Tolikara

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sekretaris SNH Advocacy Center Harry Kurniawan mengatakan, Keberadaan Israel di Tolikara menjadi pusat perhatian setelah ditemukannya bendera Israel dan lambang bintang david yang dipasang di rumah warga dan tempat umum. Apalagi diberitakan adanya lembaga Israel yaitu Kehilat Ha’seh Al Har Zion (KHAHZ) yang melakukan kerjasama dengan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) dan melakukan […]

  • Zulkifli Hasan : Nilai-Nilai Pancasila Semakin Pudar

    • calendar_month Ming, 23 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan kembali pentingnya mengembalikan nilai-nilai dan semangat Pancasila di bidang ekonomi. Hal ini disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Kongres Umat Islam MUI bertajuk Arus Baru Ekonomi Umat. “Sejak 71 tahun lalu pendiri bangsa sudah merumuskan nilai nilai keadilan sosial, kedaulatan dan kesejahteraan untuk seluruh anak bangsa,” kata Zulkifli. Namun […]

  • Usai Safari Subuh, Wako Rachmat Hidayat Sidak Pasar dan Gratiskan Satu Bulan Retribusi Pedagang

    Usai Safari Subuh, Wako Rachmat Hidayat Sidak Pasar dan Gratiskan Satu Bulan Retribusi Pedagang

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Usai melaksanakan Safari Subuh bersama jajaran Pemerintah Kota  Lubuk Linggau, Wali Kota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat langsung menuju Pasar Inpres untuk melakukan sidak dan mengecek harga bahan pokok yang ada di pasar tersebut. Ia meminta kepada para pedagang untuk tetap tertib serta mengenai harga hendaknya ada keseragaman sesama barang yang dijual. Misal […]

expand_less