Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Optimalisasi Potensi Daerah, Pemkab Mura Gandeng IPB

Optimalisasi Potensi Daerah, Pemkab Mura Gandeng IPB

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2018
  • visibility 97

Musi Rawas – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) secara bertahap terus memaksimalkan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Untuk mencapai visi besar itu, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor.

Pelibatan Lembaga Pendidikan IPB diaplikasikan dalam Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Arief Satria yang dilaksanakan pada, Senin (26/02/2018) di IPB International Convention Center (IPB ICC) Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat.

Sebagai tindak lanjut dari MoU yang di tandatangani pada kesempatan yang sama juga di tandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Bidang Pengembangan Wilayah dan Pertanian dalam Arti Luas yang dilaksanakan oleh Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas, Suharto Patih dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor, Dr Ari Hermawan.

Kesepakatan Kerjasama yang dilaksanakan selama 5 (lima) tahun ini meliputi kegiatan diantaranya Kajian penyusunan Masterplan Pariwisata, Kajian penyusunan Masterplan Kawasan Sains dan Teknologi, Perencanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Untuk Menjamin Keberlanjutan Pangan, Kajian Kelayakan Kabupaten Musi Rawas sebagai Outlet (Pintu Ekspor), Perencanaan Pengembangan Pertanian Terpadu (Hulu-hilir), Revitalisasi Kawasan Agropolitan, Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sistem Informasi Agribinis, Perencanaan Daya Dukung dan Zonasi Pengembangan Sektor Perikanan dan terakhir kajian Percetakan Sawah Baru.

Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan pada kesempatan itu menyambut baik ditandatanganinya kerjasama ini, dirinya berharap kedepan Kabupaten Musi Rawas memiliki konsep dan perencanaan didalam mengelola potensi dan Sumber Daya Alam sehingga dapat berimplikasi pada kemajuan daerah dan pada akhirnya kemakmuran rakyat Musi Rawas dapat terwujud

Dijelaskan Bupati, MoU ini memiliki 10 poin kesepakatan yang akan dilaksanakan, diantaranya melaksanakan kajian penyusunan Masterplan Pariwisata yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, peluang, tantangan serta sarana dan prasarana pendukung pengembangan kawasan wisata.

Selain itu, lanjut Bupati untuk menjawab amanat Presiden Jokowi melalui Program Nawacita butir ke-6, kesepakatan ini akan melakukan kajian penyusunan Masterplan Kawasan Sains dan Teknologi.

Selanjutnya melaksanakan Perencanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk Menjamin Keberlanjutan Pangan, dan mencegah resiko menurunnya produksi pangan yang menyebabkan terancamnya ketahanan pangan.

Melaksanakan Kajian Kelayakan Kabupaten Musi Rawas sebagai Outlet (Pintu Ekspor), yaitu untuk menganalisa potensi potensi apa saja yang dapat menunjang kelayakan itu sendiri.

Melaksanakan Perencanaan Pengembangan Pertanian Terpadu (Hulu-hilir), Revitalisasi Kawasan Agropolitan, adalah upaya untuk mengembalikankawasan Agropolitanyang sempat hidup akan tetapikemudian mengalami kemunduran/degradasi untuk dapat di maksimalkan.

Poin selanjutnya yaitu pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat, yang menjadi ujung tombak dari berjalannya program ini. Karena tanpa adanya masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjalankannya program ini akan sia sia.

Membangun Sistem Informasi Agribinis, yang merupakan penggunaan sistem informasi yang mengolah data dan menghasilkan informasi untuk agribisnis itu sendiri sehingga dapat mempermudah dalam mendukung pengembangannya.

Selanjutnya, Perencanaan Daya Dukung dan Zonasi Pengembangan Sektor Perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dalam sektor perikanan dan terakhir adalah Kajian Percetakan Sawah Baru yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik
Bupati berharap dengan adanya kesepahaman bersama ini dapat ditindaklanjuti sesegera dan sebaik mungkin, karena hal ini berkaitan dengan kemajuan Kabupaten Musi Rawas dan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Musi Rawas dan pada akhirnya Kesempurnaan dapat terwujud.

Sementara itu, Rektor IPB, Dr Arief Satria pada kesempatan itu menyambut baik dan memberikan apresiasi yang besar kepada Pemkab Musi Rawas atas ditandatanganinya MoU dan MoA ini.

Kesepakatan ini merupakan salah satu bentuk dari aplikasi Tridarma Perguruan Tinggi yakni dibidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Rektor IPB ini memastikan pihaknya melalui LPPM akan mengerahkan seluruh sumberdaya dan kemampuan untuk menindaklanjuti kesepakatan ini untuk bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat musi rawas dalam membangun dan memajukan daerah ini.

Dengan memiliki 9 Fakultas dan puluhan jurusan, dirinya meyakini MoU dan MoA ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat mencapai tujuan dari ditandatanganinya kesepakatan ini yakni mempercepat pembangunan sehingga Kabupaten Musi Rawas Sempurna dapat segera terwujud dan terlepas dari status daerah tertinggal.

Hadir dalam acara ini diantaranya Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor, Dr Ari Hermawan, Pembantu Rektor, Dekan, Kepala Bappeda Musi Rawas, Suharto Patih, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, Yudi Fachriansyah, Kepala Dinas Kominfo, Bambang Hermanto, Kepala Dinas PUCKTR, Kabag Humas, Herman dan Kabag Hukum. (*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

    Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jurnalindependen.com – Sebagian orang memilih bisnis jualan es teh sebagai minuman yang menjamur di kalangan masyarakat. Tidak sedikit konglomerat yang sukses berjualan es teh hingga melegenda di Indonesia. Tapi tidak semua pedagang es teh berhasil menjual produk unggulan mereka sedari awal merintis bisnis. Salah satu produk yang terbukti sukses mendulang keuntungan berbisnis es teh, adalah Teh […]

  • Eksekutif Berharap Raperda LP2B Kembali Dibahas Tahun ini

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Pengamanan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan masalah yang mendesak untuk segera diamankan dan dikawal guna menjaga ketahanan pangan nasional. Post Views: 499

  • Dengan Dua Modal, Target Partisipasi Pilkada Serentak Dapat Tercapai

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    PADANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI optimistis target tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang sebesar 77,5 persen, dapat tercapai. “(Target) 77,5 persen, naik 2,5 persen dibanding pemilihan lalu. KPU merupakan lokomotif untuk optimisme penyelenggaraan pilkada ini,” kata Ketua KPU, Husni Kamil Malik saat berada di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), […]

  • Dewan Minta Pemerintah Atasi ‘Blank Spot’ di Wilayah Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 9 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.co.id – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, A Hafidz Thohir minta kepada Pemerintah untuk memfasilitasi dan mengatasi ‘blank spot’ yang ada di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. “Saat ini Kades dan masyarakat desa masih kesulitan mengakses informasi, terlebih untuk menerapkan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Hal ini karena masih banyak wilayah desa ‘blank […]

  • Perhatian Pemkot Terhadap UKM Dirasakan Masih Minim

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.com – Masih banyak Unit Usaha Kecil menengah (UKM) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang belum mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan dari pemerintah. Padahal peranan UKM mampu bertahan ditengah badai krisis ekonomi. Post Views: 310

  • KPK Tangani 261 Kasus Korupsi Pejabat Negara

    KPK Tangani 261 Kasus Korupsi Pejabat Negara

    • calendar_month Rab, 2 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    JAKARTA — Direktur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya Hardianto Harefa mengatakan hingga Juni 2015 KPK telah menangani 261 kasus korupsi pejabat negara. “KPK telah menangani kasus 81 orang anggota DPR/DPRD, 14 gubernur, 48 bupati/wali kota, dan 118 pejabat eselon,” papar Cahya pada acara Semiloka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi […]

expand_less