Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Tutupi Kekurangan Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikebut

Tutupi Kekurangan Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikebut

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
  • visibility 76

MUSIRAWAS – Pemasangan plaster pada bangunan irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas langsung dikebut. Hal ini untuk menutupi kekurangan material batu yang tidak dipasang di beberapa bagian pondasi bangunan.

Pantauan wartawan di lokasi, Selasa (4/9), meski dibeberapa bagian kondisi bangunan proyek irigasi tanpa plang itu terlihat mulus setelah diplaster, namun masih saja ada yang nampak jika bangunan itu tidak seutuhnya dipasang batu.

“Secepatnya di plaster untuk menutupi beberapa bagian yang tidak di pasang batu,” jelas Agus warga setempat.

Agus meminta saat pemeriksaan 100 persen nanti agar bagian bangunan yang tidak menggunakan batu itu dibongkar ulang, supaya kualitas bangunan dapat bertahan lama.

“Bila perlu saat pemeriksaan nanti bawak godam, biar tahu bahwa bangunan itu ada yang tidak pakai batu,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PUCKTRP Musi Rawas, Ristanto Wahyudi belum berhasil dimintai komentarnya terkait pengerjaan proyek irigasi yang diduga materialnya dimanipulasi ini.

“Saya buru-buru ingin ke kantor bupati. Nanti temui Fery Kabid Pengairan saja,” katanya.

Sementara Kabid Pengairan Dinas PUCKTRP Feri, belum berhasil dihubungi, karena sedang ke lapangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas ini disinyalir dimanipulasi oleh rekanan yang mengerjakannya.

Pasalnya volume material batu bujang untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Terlihat jelas, material batu bujang diduga hanya dipasang sekitar 10 centimeter di permukaan pondasinya saja, sementara di bagian bawah, sebagiannya hanya mengandalkan gundukan tanah.

Untuk menutupi seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerjakannya langsung di plaster. Meski demikian, masih terlihat jelas pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya mengandalkan gundukan tanah.

Selain itu, ada juga di beberapa bagian pondasi hanya dipasang batu gunung untuk menghemat penggunaan batu bujang.

Sementara untuk lantainya, diduga hanya ditaburi acian semen bercampur pasir seadanya.

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi ini lebih tinggi dari muara anak sungai yang tujuannya untuk mengaliri persawahan warga yang tidak lagi berfungsi itu.

”Masak pemasangan irigasi ini lebih tinggi dari permukaan air, bagaimana airnya mau masuk. Proyek ini kayaknya dikerjakan asal-asalan saja,” kata Agus warga setempat.

Agus juga mengatakan, material batu digunakan untuk pembangunan irigasi ini hanya sedikit sekali.

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehingga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya dan siapa rekanannya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Agus, dia meminta tim turun kelapangan, sehingga anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun di kebun karet warga ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Agus juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, sebaiknya dilaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

Senada dikatakan warga yang namanya minta untuk tidak ditulis menjelaskan, beberapa acian di atas pondasi bangunan itu sudah mengelupas karena terkena cucuran hujan dan lain sebagainya, yang diduga disebabkan semennya sedikit ketimbang pasir, sehingga kualitasnya tidak bagus.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,“ jelasnya.

Sementara salah seorang tukang yang sedang mengerjakan proyek itu mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal papan merek proyek irigasi ini. Menurutnya, dia beserta sejumlah tukang hanya mengerjakannya saja.

Setahu dia, pembangunan irigasi ini sepanjang 137 meter dengan kedalaman 60 CM dan lebar 50 CM.

“Berapa dananya kami juga tidak tahu, mungkin ratusan juta. Untuk rekanannnya kalau tidak salah namanya Syam,” kata dia. (Firman-IK)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tegaskan, 111 Kades Dilantik Tidak Pesta Timbulkan Keramaian

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud tegaskan kepada Kepala Desa Terpilih, tidak mengadakan pesta atau kegiatan yang menimbulkan keramaian sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 yang kembali melonjak di Kabupaten Musi Rawas. “Sesudah acara ini, pulang ke desa masing-masing jangan mengadakan pesta atau acara yang menimbulkan keramaian, agar tidak menyebabkan penyebaran Covid-19,” […]

  • Bupati Sidak Implementasi GMSS di Desa Ketuan Jaya dan Air Satan

    • calendar_month Sen, 7 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Bupati Musi Rawas  H. Hendra Gunawan langsung turun ke lapangan untuk Sidak kegiatan pengimplementasian  program Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS) yang dicanangkan rutin setiap bulannya. Adapun peninjauan tersebut dilakukan di dua desa di Kecamatan Muara Beliti yakni Desa Ketuan Jaya dan Desa Air Satan.  Senin (7/5/18) Dalam kesempatan ini Bupati Mura H. […]

  • Pernyataan Presiden Tentang Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

    • calendar_month Ming, 13 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SETELAH meninjau lokasi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno serta menjenguk korban di rumah sakit Bhayangkara, Surabaya, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers sebagai berikut: 1. Hari ini telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme kali […]

  • Setelah 11 Hari Dirawat Karena Kecelakaan, Dikabarkan Kadis Ketahanan Pangan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Menjelang Isya’ tersebar informasi salah seorang pejabat Pemkab Musi Rawas yakni Ramdani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan telah meninggal dunia. Info yang tersebar dari beberapa WA pribadi maupun grup seperti PWI KOMINFO MURA, INFORMASI NUSANTARA, Ramdani menghembuskan napas terakhir selepas Maghrib tadi setelah menjalani perawatan sekitar 11 hari lamanya di rumah sakit. Ini salah […]

  • Bupati Ikuti Rakornas Inflasi Daerah Secara Virtual

    Bupati Ikuti Rakornas Inflasi Daerah Secara Virtual

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Daerah bersama Menteri Dalam Negeri, Kepala BPS RI, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Menteri Pertanian RI, dan Menteri Perdagangan RI melalui konferensi video di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Senin (31/10/2022). Rakornas, dalam rangka Pengendalian Inflasi […]

  • Siaga Bencana Alam, Polda Sumsel Gelar Apel Gabungan

    • calendar_month Rab, 21 Nov 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), menggelar apel siaga gabungan, sebagai bagian dari persiapan mengantisipasi bencana alam, dan dampak negatif musim hujan 2018. Siaga dilakukan di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota tersebut. Apel siaga gabungan antisipasi bencana alam, digelar di halaman Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (21/11) pagi. Apel diikuti ribuan personel jajaran […]

expand_less