Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Setelah 11 Hari Dirawat Karena Kecelakaan, Dikabarkan Kadis Ketahanan Pangan Meninggal Dunia

Setelah 11 Hari Dirawat Karena Kecelakaan, Dikabarkan Kadis Ketahanan Pangan Meninggal Dunia

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
  • visibility 135

MUSI RAWAS – Menjelang Isya’ tersebar informasi salah seorang pejabat Pemkab Musi Rawas yakni Ramdani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan telah meninggal dunia.

Info yang tersebar dari beberapa WA pribadi maupun grup seperti PWI KOMINFO MURA, INFORMASI NUSANTARA, Ramdani menghembuskan napas terakhir selepas Maghrib tadi setelah menjalani perawatan sekitar 11 hari lamanya di rumah sakit.

Ini salah satu kutipan di beberapa grup WA : “Berta duka, Innalillahi Wainnalillahi roji’un, Telah meninggal dunia Bpk Ir. Ramdanii, M.Si (Kadis Ketahanan Pangsn Kab Mura) ba’da magrib petang ini di RS Mohammad Hoesin Plg . Smoga almarhum di ampuni segala dosanya, diterima segala amal baiknya, dilapangkan kuburnya dan di masukkan ke dlm golongan org-2 yg husnul khotimah. Serta klrga yg ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan keteguhan iman dan selalu dlm lindungan Alloh SWT….YRA..”

Dalam grup WA tersebut diinformasikan bahwa, Ramdani meninggal dunia di RS Muhammad Hoesin Palembang, tempatnya dirawat selama ini.

Sebagaimana dikutip dari Sripoku.com mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan menghubungi Kepala Dinas Kominfo Musirawas M Rozak dan Kepala Badan Kepegawaian PSDM Musirawas Rudi Irawan. Kedua pejabat tersebut membenarkan, bahwa Ramdani meninggal dunia.

Diketahui sebelumnya, Ramdani mengalami kecelakaan pada Ahad (4/11/2018) sekitar pukul 08.45. Kendaraan Dinas Toyota Kijang Innova BG 1107 GZ yang dikemudikannya ditabrak oleh Bus NPM BA 7267 BO, diruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) depan pendopoan rumah dinas Bupati Musirawas di Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.

Saat itu, kendaraan yang dikemudikan Ramdani melaju dari arah Lubuklinggau dan akan berbelok kearah kanan, untuk masuk ke gerbang pendopoan rumah dinas Bupati Musirawas. Disaat bersamaan, tiba-tiba dari arah belakang ada bus NPM melaju kencang.

Tak terhindarkan lagi, bus tersebut menghantam mobil yang dikendarai Ramdani, tepat dibagian tengah atau pintu samping kanan depan, dekat pengemudi. Akibatnya, mobil terseret hingga naik keatas trotoar dekat rumah dinas bupati dan berhenti di trotoar tersebut.

Setelah kejadian, Ramdani langsung dibawa ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau untuk mendapatkan pertolongan medis karena mengalami cedera akibat kecelakaan lalulintas tersebut. Setelah beberapa hari dirawat di Lubuklinggau, Ramdani kemudian dirujuk ke RS Muhammad Hoesin Palembang dan akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (14/11/2018) selepas maghrib.(*)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Herman Deru Minta Kader HMI Up To Date

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru membuka Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswi Islam (HMI) Cabang Palembang dengan bertempat di Aula Kembang Dadar Gedung Bandiklat Provinsi Sumsel, Senin (13/5). Adapun tema  Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswi Islam (HMI) Cabang Palembang kali ini “Terbinanya Kaser HMI yang […]

  • Kontribusi Pengembang GSI Dua Tahun Terakhir Nihil

    • calendar_month Rab, 8 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DALAM kurun waktu dua tahun terakhir (2016 dan 2017) Koperasi Korpri Kabupaten Musi Rawas sama sekali tidak menerima kontribusi dari pihak pengembang perumahan Griya Silampari Indah (GSI) Muara Beliti. Padahal setiap bidang tanah yang di pecahkan dan dijual serta dibangun oleh pengembang mewajibkan memberikan kontribusi Rp 1 juta kepada Koperasi Korpri Musi Rawas. Hal ini […]

  • DPR Dorong KPK Tuntaskan Kasus Century

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus bailout Century. Ia mengatakan,  sebenarnya DPR RI sebagai inisiator Hak Angket Century sudah memberikan rekomendasi kepada lembaga antirasuah tersebut, sehingga perlu ditindaklanjuti supaya menjadi jelas dan tidak meninggalkan beban hukum ke depannya. “Kami melihat belum ada progress yang berarti mengarah kepada penuntasan. […]

  • Diskominfo Musi Rawas Gelar Acara Sosialisasi Persandian Pengamanan Informasi

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Musi Rawas, – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) gelar acara Sosialisasi Persandian Kesadaran Pengamanan Informasi Tahun 2018, di Ballroom Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau, Rabu (19/09). Plt Kepala Dinas Kominfo Musi Rawas M Rozak dalam laporannya menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan, yakni Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Undang-undang […]

  • Dewan Kecewa, Tokoh Separatis Dapat Penghargaan

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    ANGGOTA Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra memprotes langkah Dewan Kota Oxford, Inggris, yang memberikan penghargaan Freedom Oxford kepada pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. Sebab di Indonesia, Benny Wenda merupakan seorang tokoh separatis. “Secara pribadi sebagai Anggota Komisi I DPR RI, saya menyesalkan pernyataan Dewan Kota Oxford yang mendukung […]

  • Warga Kebur Keluhkan Harga Raskin Rp 52.000,-/sack

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Puluhan warga Desa Kebur, Kecamatan TP Kepungut merasa keberatan dengan harga tebus beras sejahtera/raskin Rp 52.000,-/sack (15 kg). Harga tebus sebenarnya sampai dititik distribusi desa Rp 16.000,-/kg atau Rp 24.000,-/sack (15 kg) walau ditambah ongkos transportasi desa menjadi tidak wajar karena harga melambung hingga 117%. Hal ini disampaikan Jon Heri saat gelar aksi […]

expand_less