Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ditemukan Galaksi EGSY8p7, Terjauh di Alam Semesta

Ditemukan Galaksi EGSY8p7, Terjauh di Alam Semesta

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
  • visibility 81

Terletak 13,2 miliar tahun cahaya dari Bumi, galaksi ini menjadi galaksi terjauh yang pernah di temukan oleh manusia hingga saat ini.

Astronom menemukan galaksi di alam semesta yang diberi nama EGSY8p7. Galaksi kuno yang sejauh ini merupakan galaksi terjauh yang pernah ditemukan oleh manusia,  terletak 13,2 miliar tahun cahaya dari bumi.

Astrofisikawan yang mengobservasi galaksi terjauh dari bumi ini melihat bahwa galaksi ini terbentuk 600 juta tahun setelah Big Bang—yang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun lalu.

“Inilah saat dimana kami percaya bahwa galaksi pertama terbentuk dan memiliki pengaruh besar terhadap evolusi alam semesta,” kata Guido Robert Borsani, mahasiswa doktoral di University College London yang turut andil sebagai penulis dalam jurnal penelitian galaksi ini.

“Menemukan galaksi di usia dini seperti ini jarang terjadi dan memberikan kita wawasan yang unik tentang kondisi yang memungkinkan galaksi terbentuk. Kami melihat saat-saat pertama pembentukan galaksi,” ujarnya.

Para astrofisikawan menggunakan Observatorium W.M. Keck di Hawaii tidak hanya untuk mengukur seberapa jauh letak galaksi, tetapi juga usia galaksi dengan mendeteksi garis emisi Lyman-alpha— tanda dari gas hidrogen panas yang dapat mengungkapkan usia galaksi karena dipanaskan oleh bintang-bintang yang baru lahir di galaksi.

Ilustrasi ini menunjukkan ...Ilustrasi ini menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam menyelidiki sejarah kosmik awal. Emisi hidrogen dari EGSY8p7 dapat menunjukkan bahwa galaksi ini merupakan generasi awal galaksi muda yang memancarkan radiasi luar biasa kuat. (Adi Zitrin/California Institute of Technology )

Dr. Adi Zitrin, astrofisikawan dari California Institute of Technology dan penulis utama jurnal dalam sebuah pernyataan terpisah mengatakan, “Kami sering melihat garis emisi Lyman-alpha hidrogen pada objek di dekatnya, dan garis emisi ini merupakan salah satu tanda pembentukan bintang.”

“Namun, jika kita menembus lebih dalam ke alam semesta, dan kembali ke masa lampau, ruang antar galaksi mengandung peningkatan jumlah awan gelap hidrogen yang menyerap sinyal ini.”

Galaksi kuno mungkin akan memberikan penerangan baru tentang bagaimana alam semesta berevolusi di masa lalu.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Huffington Post, Space.com) – NationalGeographic

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil. Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama. […]

  • Tingkat Kemiskinan Muratara Tertinggi di Sumsel

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Persentase tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan pada 2017 karena berbagai faktor berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yaitu mencapai 19,49 persen, kata  karena berbagai faktor. kata Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih. Sedangkan diurutan kedua adalah  Kabupaten Lahat dengan persentase 16,81 persen, dan posisi ketiga Kabupaten Musi Banyuasin dengan persentase mencapai 16,75 persen, kata […]

  • Bupati Musi Rawas Bantu Intensifikasi Pekebun Kopi Robusta

    Bupati Musi Rawas Bantu Intensifikasi Pekebun Kopi Robusta

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura) tidak hanya peduli, tapi sekaligus memberikan bantuan kepada para petani pekebun kopi di Kabupaten Musi Rawas. Bertempat di Kantor Kades Taba Renah Kecamatan Selangit, Rabu (15/11/2023). Bantuan tersebut langsungdiserahkan Bupati Mura Hj. Ratna Machmud kepada para petani pekebun kopi di Taba Renah. Juga bersamaan dengan kegiatan […]

  • Jokowi Kutuk Keras Pelaku Kekerasan di Tolikara, Hukum Ditegakkan

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Joko Widodo kembali menegaskan mengutuk keras tindak kekerasan terhadap umat muslim di Tolikara, Papua. Ia menegaskan hukum akan ditegakan secara tegas terhadap para pelaku tindak kekerasan di hari pertama Idul Fitri, pada Jumat (17/7) lalu itu. “Saya  mengutuk keras pembakaran dan tindak kekerasan di Tolikara tersebut,” tulisnya dalam akun Facebook Presiden Joko […]

  • Soal Virus Jembrana, Komisi II akan Panggil Dinas Terkait

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Jurnalindependen.co.id – Sudah lebih dari 300 ekor sapi mati di Kabupaten Musi Rawas diserang virus Jembrana. Virus mematikan tersebut menjangkiti sapi sejak awal Nopember 2017 lalu. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Musi Rawas, Ramandha Dwi Putra menganggap ini kejadian luar biasa karena telah menelan kerugian bagi peternak yang tidak sedikit. “Ini masuk kategori […]

  • Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

    Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pemprov DKI turut berbelasungkawa atas penembakan di dua masjid di Christchurch, New Zealand, yang menewaskan 49 orang. Warna-warna bendera Selandia Baru akan dimunculkan selama seminggu di jembatan penyeberangan orang (JPO) Gelora Bung Karno. Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho mengatakan kombinasi warna itu dimunculkan di JPO GBK sebagai bentuk solidaritas dan dukungan Jakarta kepada Selandia […]

expand_less