Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politik » Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
  • visibility 19

JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan.

Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah berbiaya mahal. Seorang calon legislatif atau calon kepala daerah harus memiliki uang banyak agar dapat maju dalam pemilu. Artinya, sistem demokrasi seperti ini akan memaksa seorang calon untuk mencari sponsor. Dari sponsor pasti punya kepentingan yang memboncengi.

Menurut Mahyudin, meskipun sudah dibuat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), politik uang masih memiliki ruang gerak bebas. Panwaslu pun rentan tergoda untuk menikmati uang dari calon peserta pemilu.

Jadi, dua kali melaksanakan pemilu langsung, harus mulai dievaluasi apakah sistem ini cocok untuk Indonesia. Sebab, sistem pemilu langsung ini sudah terbukti menelan biaya terlalu besar untuk sebuah pesta demokrasi.

“Saya akan lobi ke beberapa parpol untuk mendorong dikembalikannya sistem pemilu proporsional tertutup,” kata dia pada wartawan, Sabtu (14/11).

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sistem proporsional tertutup sebenarnya sudah diajukan oleh Golkar di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sistem itu mendapat penolakan.

Sikap Partai Demokrat yang awalnya juga mendukung sistem ini, imbuh Mahyudin, menarik dukungan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Saat ini, imbuh dia, dukungan untuk mengembalikan sistem pemilu dengan proporsional tertutup mulai banyak oleh parpol yang ada. Parpol mulai menyadari bahwa sistem pemilu langsung berdampak besar bagi naik tajamnya ongkos politik. Dengan sistem proporsional tertutup, penyaringan calon dapat dilakukan oleh parpol.

Sehingga, proses seleksinya yang harus diperketat. Kader-kader terbaik yang akan dimajukan. Bukan orang yang memiliki banyak kekayaan. Selama ini, yang gencar menolak sistem pemilu dengan proporsional tertutup adalah lembaga survei.

“Kalau itu (proporsional tertutup), tujuannya baik, yang banyak protes kan lembaga-lembaga survei,” kata Mahyudin.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman juga menegaskan, partainya akan mengusulkan mengembalikan sistem pemilu langsung menjadi proporsional tertutup. Agenda itu akan menjadi agenda prioritas PKS selama 5 tahun kepemimpinan Sohibul sebagai Presiden PKS.

Menurut PKS, dengan sistem pemilu langsung, sudah terbukti menelan biaya politik yang sangat besar. Terlebih di pemilu 2014.

“Kita ingin mengembalikan ke proporsional tertutup, nanti yang akan dikenalkan adalah partai, itu membuat ongkos poitik rendah,” kata Sohibul.

Dari sisi detail, dengan proporsional tertutup, kertas suara pasti lebih dpaat dihemat. Sebab, besar kertas suara tida sebesar kertas suara dengan sistem pemilu langsung yang menampilkan foto-foto calon. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berantas Pungli Sertifikat Tanah

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron menegaskan bahwa program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) harus benar-benar gratis dan bebas dari pungutan liar (pungli). Karena PTSL ini adalah program pemerintah yang diperuntukkan bagi rakyatnya serta pembiayaannya juga dilakukan oleh pemerintah. “Pungli itu sudah harus zero pungli. Karena program PTSL ini adalah program pemerintah yang dibiayai oleh […]

  • 3.162 Pelajar Mura Baca Juz 30 Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Sebanyak 3.162 tahfiz pelajar, mewakili 186 desa Kabupaten Musi Rawas (Mura) berhasil pecahkan rekor Muri tahfidz Alquran pembacaan juz 30. Acara berlangsung di Masjid Agung Darussalam Muara Beliti dengan dihadiri Bupati Mura Hendra Gunawan bersama Triyono perwakilan pihak Muri, Kamis (20/6) pagi pukul 10.30 wib. “Kita melihat begitu intens perhatian Pemkab […]

  • Pulang Kerumah, Buronan Ranmor Diringkus

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Terhenti sudah pelarian M. Ari Sandy (30), DPO pelaku pencurian kendaran bermotor (Curanmor). Barulah sebentar pulang kerumah, usai dua tahun lamanya buron jalankan aksi kriminal mencuri sepeda motor milik seorang petani karet. Pemuda kesehariannya bekerja sebagai buruh, warga asal Desa Sukerejo, Kecamatan STL Ulu Terawas tak berkutik diringkus Tim Buser Unit […]

  • KBM Sekolah di Musi Rawas Masih Tetap Daring

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Hingga kini kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih sistem daring dan belum bisa menerapkan tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura, Irwan Evendi melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Raslim mengatakan kendati pihaknya sudah mempersiapkan syarat-syarat pemenuhan protokol kesehatan (Prokes) agar KBM bisa tatap muka namun […]

  • Penyerahan LKPD Pemkab Musi Rawas kepada BPK

    • calendar_month Sab, 24 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Sebagai bentuk komitment Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan tertib administrasi (Good Goverment), Jum’at (23/03/2018) Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan, menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 kepada Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan yakni 31 Maret […]

  • Istilah ‘Bude’ atau ‘Pakde’ Tak Ada Lagi Usai Pilkada

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah usai, bahkan tidak lama lagi akan pelantikan Bupati/Wakil Bupati (Wabup) terpilih. Pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 lalu yang diikuti hanya 2 Pasangan Calon (Paslon) menjadikan masyarakat Mura seolah terbelah dua. Bagaimana tidak, masyarakat beda pilihan antara Paslon Bupati/Wabup No. urut 01, Hj Ratna Machmud – […]

expand_less