Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

Sistem Proporsional Tertutup Kembali Diusulkan

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 14 Nov 2015
  • visibility 58

JAKARTA — Dua kali pelaksanaan pemilu dengan sistem pemilihan langsung dinilai berbiaya mahal. Partai politik peserta pemilu akan mengusulkan untuk mengembalikan sistem pemilihan dengan proporsional tertutup. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga menganggap sistem pemilihan langsung memiliki banyak kelemahan.

Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, salah satu kelemahan paling krusial dari sistem pemilihan langsung ini adalah berbiaya mahal. Seorang calon legislatif atau calon kepala daerah harus memiliki uang banyak agar dapat maju dalam pemilu. Artinya, sistem demokrasi seperti ini akan memaksa seorang calon untuk mencari sponsor. Dari sponsor pasti punya kepentingan yang memboncengi.

Menurut Mahyudin, meskipun sudah dibuat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), politik uang masih memiliki ruang gerak bebas. Panwaslu pun rentan tergoda untuk menikmati uang dari calon peserta pemilu.

Jadi, dua kali melaksanakan pemilu langsung, harus mulai dievaluasi apakah sistem ini cocok untuk Indonesia. Sebab, sistem pemilu langsung ini sudah terbukti menelan biaya terlalu besar untuk sebuah pesta demokrasi.

“Saya akan lobi ke beberapa parpol untuk mendorong dikembalikannya sistem pemilu proporsional tertutup,” kata dia pada wartawan, Sabtu (14/11).

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sistem proporsional tertutup sebenarnya sudah diajukan oleh Golkar di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sistem itu mendapat penolakan.

Sikap Partai Demokrat yang awalnya juga mendukung sistem ini, imbuh Mahyudin, menarik dukungan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Saat ini, imbuh dia, dukungan untuk mengembalikan sistem pemilu dengan proporsional tertutup mulai banyak oleh parpol yang ada. Parpol mulai menyadari bahwa sistem pemilu langsung berdampak besar bagi naik tajamnya ongkos politik. Dengan sistem proporsional tertutup, penyaringan calon dapat dilakukan oleh parpol.

Sehingga, proses seleksinya yang harus diperketat. Kader-kader terbaik yang akan dimajukan. Bukan orang yang memiliki banyak kekayaan. Selama ini, yang gencar menolak sistem pemilu dengan proporsional tertutup adalah lembaga survei.

“Kalau itu (proporsional tertutup), tujuannya baik, yang banyak protes kan lembaga-lembaga survei,” kata Mahyudin.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman juga menegaskan, partainya akan mengusulkan mengembalikan sistem pemilu langsung menjadi proporsional tertutup. Agenda itu akan menjadi agenda prioritas PKS selama 5 tahun kepemimpinan Sohibul sebagai Presiden PKS.

Menurut PKS, dengan sistem pemilu langsung, sudah terbukti menelan biaya politik yang sangat besar. Terlebih di pemilu 2014.

“Kita ingin mengembalikan ke proporsional tertutup, nanti yang akan dikenalkan adalah partai, itu membuat ongkos poitik rendah,” kata Sohibul.

Dari sisi detail, dengan proporsional tertutup, kertas suara pasti lebih dpaat dihemat. Sebab, besar kertas suara tida sebesar kertas suara dengan sistem pemilu langsung yang menampilkan foto-foto calon. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pekan, Polres Lubuklinggau Tangkap 11 TSK & Sita 392 Gram Sabu

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Selama kurun waktu dua pekan, digelar giat operasi (Ops) Antik 2019, Satuan reserse narkoba (Sat-Narkoba) Polres Lubuklinggau, berhasil menekan maraknya peredaran Narkoba terjadi di kota Lubuklinggau. Sedikitnya petugas mengamankan 11 orang tersangka pengedar dan Bandar sabu-sabu, bersama disita 392 gram sabu-sabu, sebutir pil ekstasy sebagai barang bukti (Bb) hasil tangkapan. Kepastian itu […]

  • Implementasi SAKIP Ukur Kinerja OPD

    • calendar_month Sen, 16 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MURATARA- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menyelenggarakan Kegiatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Senin (16/04). Pada kegiatan yang berlangsung di auditoriun lantai 2 kantor Bupati Muratara itu sekaligus dilaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Muratara dengan bupati. Diharapkan pada proyek pembaharuan kegiatan dimotori Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana Setda […]

  • Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2025
    • account_circle investigasi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • FKBPD : Kami Hanya Minta Informasi, Tapi Malah Ditantang

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com –- Terkait pemberitaan mengenai Surat Konfirmasi dan Permintaan Data Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) ke Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Musi Rawas (Mura) 17 April 2015 lalu dengan judul Soal Surat Konfirmasi FKBPD, Priscodesi : Kalau ingin melapor, laporlah! mendapat tanggapan dari Ketua FKBPD Kabupaten Musi Rawas, M Joko siang tadi, Rabu (10/06/2015). […]

  • Kepala Daerah Berwenang Tetapkan Status Keadaan Konflik

    • calendar_month Sel, 1 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Mahkamah Konstitusi (MK) memutus menolak uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial (UU PKS) yang dimohonkan oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Mengadili, menyatakan menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya,” ujar Wakil Ketua MK Anwar Usman mengucapkan amar putusan di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Senin (30/11). Yayasan Lembaga Bantuan Hukum […]

  • Zulkifli Hasan : Nilai-Nilai Pancasila Semakin Pudar

    • calendar_month Ming, 23 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan kembali pentingnya mengembalikan nilai-nilai dan semangat Pancasila di bidang ekonomi. Hal ini disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Kongres Umat Islam MUI bertajuk Arus Baru Ekonomi Umat. “Sejak 71 tahun lalu pendiri bangsa sudah merumuskan nilai nilai keadilan sosial, kedaulatan dan kesejahteraan untuk seluruh anak bangsa,” kata Zulkifli. Namun […]

expand_less