Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Reaksi Masyarakat Terhadap Janji Lonsum

Reaksi Masyarakat Terhadap Janji Lonsum

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 18 Jan 2018
  • visibility 79

Persoalan masyarakat Desa Muara Megang sebenarnya sudah cukup lama sejak awal tahun 2015.

Awal permasalahan masyarakat mempertanyakan hak kebun plasma diatas lahan pertanian seluas 1.700ha yang sekarang dikuasai LONSUM.

Permasalahan perkebunan sawit bukan tanpa alasan kalau masyarakat mempersoalkan hak kebun plasma tersebut, sebab pembebasan lahan dari tahun 2007 sampai 2014 tentunya sudah terikat dengan UU No. 18 Tahun 2004 serta Permentan 2007 yang mengatur hal tersebut.

Masyarakat awalnya mengadukan persoalan ke DPRD MURA akan tetapi tidak menemukan hasil sesuai harapan.

Bahkan pihak LONSUM sekalipun tidak mau menghadiri undangan rapat. Berdasarkan pertimbangan/temuan pansus perizinan DPRD MURA yang menyatakan bahwa LONSUM di Desa Muara Megang tidak memiliki HGU, serta tumpang tindih dengan hutan kawasan, maka DPRD mengeluarkan surat rekomendasi kepada Pemkab MURA untuk menghentikan kegiatan LONSUM tersebut.

Sampai saat ini tidak ada langkah yang diambil Pemkab dalam persoalan ini 22 oktober 2017, maka perwakilan masyarakat menghadiri undangan RAPAT DENGAR PENDAPAT dengan KOMISI IV DPR RI. Dihadiri anggota komisi IV, masyarakat, kementrian LHK, Direksi LONSUM.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa dalam waktu 2 bulan (sampai 22 Desember 2017) perusahaan akan menyelesaikan persoalan yang ada dengan masyarakat.

Akan tetapi sampai saat ini, jangan kan penyelesaian sesuai yang dijanjikan direksi perusahaan. Itikad baik pun tidak ada, semisal inisiatif perusahaan untuk bertemu musyawarah dengan masyarakat.

Maka sesuai surat pemberitahuan kami kepada pihak Polres Mura, Rabu 17 Januari 2018 kemaren masyarakat mengadakan REAKSI dikebun LONSUM dalam wilayah Muara Megang.

Masyarakat menghentikan kegiatan perusahaan sebelum adanya penyelesaian. Kami sebut kegiatan ini reaksi bukan aksi, sebab ada 2 hal yakni :

1. Reaksi kami atas aksi pembiaran dari Pemkab atas kesewenang2an perusahaan yang menghilangkan hak masyarakat.

2. Reaksi kami atas aksi direksi perusahaan yg telah khianat/BERBOHONG/TIDAK MENEPATI JANJI atas kesepakatan yang dihasilkan saat RDP DI KOMISI IV DPR RI.

(Tulisan Sunardi – Tokoh Masyarakat Desa setempat)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salurkan Bantuan Pembeku Lateks Petani Karet, Bentuk Peduli Bupati Mura

    Salurkan Bantuan Pembeku Lateks Petani Karet, Bentuk Peduli Bupati Mura

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menerima bantuan Pembeku Lateks dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Jum’at (07/04/2023) di Muara Beliti, Musi Rawas. Bantuan ini diterima langsung Kepala Disbun Musi Rawas, Kgs M Effendi Fery karena sebelumnya Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud mengajukan profosal bantuan untuk petani. Hasil dari lobi Bupati Ratna […]

  • Capim KPK Harus Takut dengan Pengadilan Tuhan

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pakar hukum dan tata negara, Margarito Kamis mengatakan calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode mendatang harus tahu dan takut akan pengadilan tuhan. Hal tersebut untuk mencegah agar pimpinan KPK tidak lagi bertindak sewenang-wenang. “Jika dia (pimpinan KPK) sewenang-wenang, maka pimpinan KPK itu juga kelak akan dipermalukan tuhan,” ujarnya, Sabtu (6/6). Ia […]

  • Dewan Minta Pemerintah Atasi ‘Blank Spot’ di Wilayah Musi Rawas

    • calendar_month Sen, 9 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.co.id – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, A Hafidz Thohir minta kepada Pemerintah untuk memfasilitasi dan mengatasi ‘blank spot’ yang ada di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. “Saat ini Kades dan masyarakat desa masih kesulitan mengakses informasi, terlebih untuk menerapkan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Hal ini karena masih banyak wilayah desa ‘blank […]

  • DPRD Sumsel Rekomendasi Hentikan Sementara Angkutan Batu Bara

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Komisi IV DPRD Sumatera Selatan merekomendasikan usulan untuk menghentikan sementara aktivitas angkutan sungai khususnya batu bara yang melewati Sungai Musi. Post Views: 315

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp 35,-/kg Selasa 5 Oktober 2021

    • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 5 OKTOBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 20.180,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 14.126,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 12.108,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Naik’ Rp 47,-/kg Senin 04 Oktober 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 10.090,-/kg 5. KKK 40% […]

  • Bupati Ratna Machmud Resmikan Jembatan Air Pelai dan Air Pering

    Bupati Ratna Machmud Resmikan Jembatan Air Pelai dan Air Pering

    • calendar_month Rab, 27 Des 2023
    • account_circle investigasi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud Resmikan Jembatan Air Pelai dan Air Pering di SP 7 Kota Baru Kecamatan BTS Ulu Cecar, Rabu (27/12/2023). Dikatakan Bupati, peresmian Jembatan Air Pelai dan Air Pering merupakan program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Musi Rawas yang langsung berdampak untuk kepentingan masyarakat. Sama halnya dengan peningkatan jalan […]

expand_less