Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » Asyik Main Gaple, Ristanto : Kurang Volume 21 Paket Sudah dibayar ke Kas Daerah

Asyik Main Gaple, Ristanto : Kurang Volume 21 Paket Sudah dibayar ke Kas Daerah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Ming, 21 Des 2014
  • visibility 25

MUSIRAWAS — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Musirawas, Propinsi Sumatera Selatan  (Sumsel) pada tahun 2013 lalu telah menganggarkan belanja  modal  sebesarRp 438,825,280,480,00

Namun, dari jumlah dana tersebut, telah terealisasi sebesarRp 377.176.364.642,00 atau 85,95%. Hal ini berdasarkan informasi yang diterima atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)Perwakilan Propinsi Sumatera Selatan No. 23.c/LHP/XVIII.PLG/05/2014, tanggal 26 Mei 2014 mengatakan, yakni ada 21 paket pekerjaan di Dinas PU Bina Marga tahun 2013 lalu diduga bermasalah.

Pasalnya, dari hasil pemeriksaan dokumen dan pengujian fisik secara uji petik yang dilaksanakan oleh BPK, terkait 21 paket kegiatan, terdapat kekurangan volume pekerjaan. Seluruhnya bernilai Rp 524.834.474,22.

Di antaranya proyek peningkatan jalan poros Margatani-Ngestiboga I-Sukowonodengan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp11.750.405,89, peningkatan jalanGiriyoso-Kertoso-Ngestiboga II-Akses SMA  diketahui kekurangan volume senilai Rp10.953.293,16. Pembangunan Jembatan Biaro lama-Biaro baru (tahap V) terdapat kekurangan volume sebesar Rp 10.972.443,94, peningkatan jalan dalam Kecamatan Karang Jaya ditemukan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 10.926.644,56.

Peningkatan jalan dalam Kecamatan STL Ulu Terawas diketahuikekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 35.844.799,87,  peningkatan jalan dalam Kecamatan Muara Lakitan terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 73.848.422,55.

Selain itu, peningkatan jalan Ibu Kota Kabupaten-Terminal Peti Kemas-Durian Remuk Muara Kati-batas Bengkulu, dengan  kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 10.585.741,74, peningkatan jalan Ibu Kota Kabupaten-Kampung Bali-Satan-Tanah Periuk dengankekurangan volume pekerjaan Rp 46.396.682,02. Peningkatan jalan dalam Kecamatan Tugu Mulyo dengan kekurangan volume pekerjaanRp 12.784.308,22, peningkatan jalan Tanjung-Binjai dengan kekurangan volume pekerjaan Rp 63.714,345,73.

Peningkatan jalan porosKarya Mulya-Mekar Sari-Campur Sari dengan kekurangan volume pekerjaan Rp10.694.681,09, peningkatan jalan dalam KecamatanSumber Harta dengan kekurangan volume pekerjaan Rp 70. 385.803.89. Peningkatan dan pelebaran Jalan Megang Sakti dengankekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 61.462.180,34.

Dijelaskannya, adapun rincian hasil audit BPK seperti proyek peningkatan jalan Ibu Kota Kabupaten-Terminal Peti Kemas-Durian RemukMuara  Kati-batas Bengkulu, dengan nilai kontrak sebesar  Rp 6.143.500.000,00 yang dikerjakan oleh PT GSM. Proyek ini berdasarkanhasil pemeriksaan BPK atas dokumen kontrak dan pemeriksaan uji petik fisik di lapangan,  diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan seperti pekerjaan lapis pondasi kelas A, volume di RAB 1.800,00 M3, volume terpasang di lapangan 1,793,41 M3, ada selisih 6,59 M3, dengan harga satuan Rp 636.937,90,  dengan jumlah Rp 4.197.420,76.

Pekerjaan lapis pondasi kelas B, di volume dalam RAB1.860,00 M3, volume terpasang  1.853.10 M3, selisih 6.90 M3, harga satuan Rp 566.473,74, dengan jumlah Rp 3.908.668,81. Pekerjaanlapis pondasi pengoralan, volume di RAB 1.605,00 M3, volume yang terpasang di lokasi 1.598.10 M3,  ada selisih 6.90 M3, dengan hargasatuan Rp 359.369,88, dengan jumlah Rp 2.479.652,17. Jadi, kekurangan volume pekerjaan dalam proyek ini jumlah dananya mencapaiRp 10.585.741,74.

Selanjutnya, proyek peningkatan jalan Ibu Kota Kabupaten-Kampung Bali-Satan-Tanah Periuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT AAU, dengan nilai kontrak sebesar Rp 9.649.900.000,00, dari hasil pemeriksaan BPK proyek ini juga terdapat kurangan volume pekerjaansebesar Rp 46.398.682,02. Dengan perincian, yakni pekerjaan laston aspal antara (AC-BC) volume dalam RAB 2.084, 24 ton, volume yang terpasang dalam proyek ini 2.041,90 ton, ada selisih 42,34 ton, dengan harga satuan Rp 514.746, 40 maka jumlahnya Rp 21.794.447,68. Pekerjaan aspal minyak volume di RAB 114, 30 ton, volume yang terpasang 111, 98 ton, ada selisih 2,32 ton denganharga satuan Rp 10.014.000,00, yang jumlahnya Rp 21.974.447,68. Pekerjaan bahan pengisi (filter) tambahan, dalam RAB 42,716,00 kg, volume yang terpasang 41.716,00 kg, ada selisih 865,28 kg, dengan harga satuan Rp 1.371.754,34, jadi totalnya Rp 46.396.682,02.

Begitu juga, proyek peningkatan jalan dalam Kecamatan Tugu Mulyo, dengan dana sebesar Rp 16.083.500.000,00 yang dikerjakan oleh PT JUP, juga mengalami  kekurangan volume pekerjaan. Misalnya, pekerjaan lapis pondasi pengoralan dalam RAB tertuang 95,10 M3, volume yang terpasang 57,06 M3, ada selisih 3,04 M3, dengan harga satuan Rp 336.075,04, jadi kekurangan volume pekerjaan dalamproyek ini nilainya mencapai Rp 12.784.308,22.

Selain itu, proyek peningkatan jalan Tanjung-Binjai, dengan jumlah anggaran sebesar Rp 4.193.300,000,00 yang dilaksanakan oleh PT FKU terdapat kekurangan volume pekerjaan. Misalnya, pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A, volume dalam RAB 1.987.20 M3, volume yang terpasang di lapangan 1.899, 45 M3,  ada selisih 87,75 M3, dengan harga satuan Rp.726.089, 41. Sehingga, menyebabkanproyek ini kekurangan volume pekerjaan dengan jumlah dana sebesar Rp 63.714,345,73.

Sementara  Ristanto, Sekretaris Dinas  PU Bina Marga ketika dikonfirmasi PATROLI di kantornya, Minggu lalu, mengatakan dari hasilpemeriksaan BPK  itu mengenai 21 paket proyek tahun 2013 lalu di Dinas PU Bina Marga sudah tidak ada masalah lagi, semuanya sudahselesai. 

“Semuanya sudah kita bayar ke Kas Daerah, jadi tidak ada masalah lagi,” ujar Sekretaris Ristanto  sembari  asyik bermaingaple bersama rekan sekantor pada jam kerja di Kantor PU Bina Marga.

Di samping itu, BPK Perwakilan Propinsi Sumsel, beberapa kali dihubungi PATROLI via telepon 0711-410549 atau 0711-358948,  tapi tidak pernah diangkat.(Toni-Patroli)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle investigasi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp24,-/kg – Senin 27 September 2021

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 27 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.144,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.401,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.486,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp88,-/kg – Jum’at 24 September 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 9.572,-/kg 5. KKK 40% […]

  • THK Pelangi Bakal Sumbang PAD

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan hadirnya taman hutan kota (THK) Pelangi sebagai salah satu objek wisata mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Demikian disampaikan, Hemerudin Kepala DLH ketika dibincangi sejumlah wartawan usai meninjau langsung lokasi THK di taman bermain anak. Ahad (30/6) siang. Dia mengatakqn, […]

  • Pembagian Imbalan Jasa RS Dr Sobirin Harus Ada Penanggung Jawab

    • calendar_month Sel, 17 Okt 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Kegiatan pembagian imbalan jasa di Rumah Sakit dr Sobirin, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, harus ada yang bertanggung jawab. Demikian ditegaskan Ketua Yayasan Pucuk, Efendi, Jumat (13/10/2017). Menurut dia, peraturan bupati yang dibuat, untuk menutupi kesalahan yang sudah terjadi, karena diterbitkan setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumsel, keluar. “Harus […]

  • Tanggulangi Pandemi Covid-19 Butuh Peran Serta Masyarakat

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Dalam menanggulangi pandemi Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran masyarakat untuk jaga jarak dan tinggal di rumah menjadi penentu keberhasilan dalam mengakhiri Covid-19 di Indonesia. ‘Keberhasilan upaya penanganan Covid-19 sangat tergantung peran masyarakat. Butuh kerja sama semua perangkat RT, RW, Desa, sampai dengan pelaksanaan isolasi mandiri baik perorangan sampai kelompok dan […]

  • Belanja Perjalanan Dinas Distamben Musi Rawas 1,2 M Rentan Penyimpangan

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS — Beredarnya kabar terkait masalah belanja perjalanan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diduga rentan penyimpangan akhirnya, berlahan sedikit mulai terkuak. Pasalnya, baru-baru ini, anggaran belanja perjalanan dinas milik Distamben tahun 2014 lalu itu sempat mencuri perhatian berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali wartawan yang bertugas di daerah ini, […]

expand_less