Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pertamina Belum Serius Tangani BBM ‘Kencing di Jalan’

Pertamina Belum Serius Tangani BBM ‘Kencing di Jalan’

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
  • visibility 61

BANTEN – | Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menilai PT. Pertamina (Persero) belum serius menangani penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM ke stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Menurutnya, praktik truk tangki BBM “kencing di jalan” masih sering ditemukan di lapangan.

“PT Pertamina sudah empat tahun berkomitmen untuk membenahi sistem pengendalian dan pengawasan dalam distribusi BBM, tetapi hingga saat ini masih terus terjadi penyimpangan di lapangan,” ungkap Gus Irawan ketika memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau Terminal BBM Tanjung Gerem di Cilegon, Banten, Jumat (20/9/2019).

Bersama BPH Migas, Gus Irawan menuturkan kunjungan ini untuk melihat secara langsung kegiatan penyimpanan, penyediaan dan distribusi BBM yang dilaksanakan PT. Pertamina di TBBM Tanjung Gerem. Di samping itu, tim Kunspek Komisi VII DPR RI juga memastikan terlaksananya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas beserta aturan pelaksanaan turunannya.

Seharusnya Pertamina memaksimalkan sistem informasi dan teknologi informasi untuk mengendalikan dan memastikan bahwa tidak ada lagi peluang terjadinya penyimpangan dalam bentuk apapun. Menurut Gus Irawan, dalam beberapa kunjungan, Komisi VII DPR RI kerap menemukan penyimpangan praktik distribusi BBM tidak pada tempatnya atau “kencing di jalan” ini. Diduga ada pihak di luar Pertamina yang terlibat dalam praktek ilegal tersebut.

Hal ini pun menjadi sorotan Komisi VII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT. Pertamina beberapa waktu lalu. Namun, menurutnya, upaya PT. Pertamina untuk mengurangi loss atau kehilangan belum terimplementasi dengan baik. “Karena itu, Komisi VII meminta perhatian PT. Pertamina untuk secepatnya melakukan perbaikan sistem pengawasan distribusi BBM sehingga tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” jelas Gus.

Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong PT. Pertamina segera mengaplikasikan digitalisasi pada setiap nozzle di SPBU. Nantinya, sistem tersebut akan terintegrasi dengan Terminal BBM untuk mengantisipasi penyimpangan. “Pertamina itu BUMN Merah Putih jadi mestinya setiap kebocoran dan ‘kencing di jalan’ itu harus disikapi, karena yang di ujung menanggung kerugian itu masyarakat pengguna BBM,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara II itu juga menyesalkan ketidakhadiran Direksi PT. Pertamina (Persero) dalam kunjungan pengawasan tersebut. “Seharusnya Direksi Pertamina memprioritaskan acara dengan DPR, karena ini amanat konstitusi,” tegas Gus Irawan. (ann/sf—DPRRI)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Isyaratkan Kenaikan Dana Parpoli tidak Berhenti

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA — Mendagri, Tjahjo Kumolo mengisyaratkan kenaikan dana parti politik tidak berhenti. Namun, menunggu perbaikan ekonomi nasional terlebih dahulu. “Jika pajak bagus, pertumbuhan ekonomi juga baik, baru ada kenaikan gaji PNS dan bantuan-bantuan lainnya termasuk dana parpol,” katanya, Senin (29/6). Hal tersebut, kata Tjahjo, karena dana bantuan partai politik ini dalam 10 tahun tidak pernah […]

  • Pembangunan Inclinator Bukit Sulap Dinilai Menghamburkan Uang

    Pembangunan Inclinator Bukit Sulap Dinilai Menghamburkan Uang

    • calendar_month Jum, 9 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Tokoh Masyarakat Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, ( My ) mengkritiki manfaat inclinator yang dibangun di kaki Bukit Sulap yang masuk kawasan TNKS, Kamis (8/3). “Pemerintah hanya menghambur – hamburkan uang saja. Lihat saja inclinator di Bukit Sulap itu. Apa manfaat yang dirasakan masyarakat banyak. Tidak ada kan,” tegas yang berinisial […]

  • Pembagian Imbalan RS Dr Sobirin Dilapor ke Kejagung

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pembagian imbalan direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Dr Sobirin, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, dilapor ke Kejaksaan Agung atau Kejagung. Pelapor Toding Sugara dari Masyarakat Pemantau Korupsi (MPK), Jumat (10/3/2017), dalam surat laporan yang dikirim via pos siang tadi, dijelaskan pada tahun 2015, RSUD Dr Sobirin menganggarkan dana pembagian imbalan jasa penghargaan direktur […]

  • Ada Penyelewengan Anggaran, Dimana Fungsi Inspektorat?

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Adanya dugaan penyelewengan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena ada fungsi pengawasan intern melekat pada masing-masing pimpinan. Selain itu fungsi Inspektorat juga melakukan pengawasan. Inspektur Kabupaten Mura, melalui Auditor Madya; Hirawan mengatakan saat dihubungi, Senin (02/08/2021), Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah melekat […]

  • Persiapan Restruktur Organisasi PKK Lubuklinggau

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Untuk pertama kalinya PKK melaksanakan pertemuan usai dilantiknya Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana dan Wakil Ketua TP PKK, Hj Sri Haryati Sulaiman secara resmi oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj Eliza Alex pada 18 september 2018 lalu. Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj. Yetti Oktarina dalam sambutannya […]

  • Industri Pupuk Harus Efisiensikan Ongkos Produksi

    • calendar_month Sen, 14 Mei 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto menilai industri pupuk tanah air harus bisa mengikuti tren globalisasi dengan biaya produksi (cost production) yang lebih efisien.  Hal itu diungkapkannya terkait ground breaking pabrik NPK di PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Palembang. “Dengan adanya persaingan di era globalisasi ini, Pupuk Pusri harus bisa mengikuti tren […]

expand_less