Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Perkembangan Ekraf Terkendala Modal

Perkembangan Ekraf Terkendala Modal

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
  • visibility 67

EKONOMI Kreatif (ekraf) mengalami perkembangan yang sangat signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) selama kurun waktu 2010-2015 menunjukkan bahwa besaran Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf baik dari Rp 525,9 triliun pada 2010, menjadi Rp 852,2 triliun pada 2015, atau meningkat rata-rata 10,14 persen per tahun. Namun masih ada beberapa kendala dalam mengembangkan ekraf, salah satunya permodalan.

“Permodalan menjadi kendala yang utama bagi pelaku ekraf di Palembang. (Berbagai masukan) akan kami bawa pada rapat di Panja dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan pembahasan RUU Ekonomi Kreatif, sehingga nanti RUU ini akan menjadi tulang punggung perekonomian negara kita,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI menyerap masukan RUU Ekonomi Kreatif di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/5/2019).

Hadir dalam pertemuan itu diantaranya Sekretaris Daerah Kota Palembang, Staf Ahli Wali Kota Palembang, Asisten Pemerintah Kota Palembang, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Sumsel dan Kota Palembang, Kadis Perdagangan Palembang, Kadis Koperasi dan UMKM Palembang, Kadis Kominfo Palembang, Kadis Perindustrian Palembang, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) civitas akademika se-Palembang, Rumah Kreatif BUMN Perbankan, Forum Ekonomi Kreatif Palembang, pelaku industri kreatif, dan instansi terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu turut terungkap ada beberapa masalah ekraf lainnya, seperti masuknya produk ekraf dari negara lain ke Palembang. Ironisnya, produk ekraf dari negara lain itu menyerupai produk ekraf yang dihasilkan masyarakat Palembang, salah satunya songket. Hal ini dinilai mengganggu produktivitas ekraf masyarakat Palembang. Sutan menilai perlu dilakukan advokasi. Ia memastikan temuan ini turut dibahas dalam RUU Ekraf.

“Terkait banyaknya masuk produk ekraf dari negara lain yang masuk ke wilayah Palembang, sehingga menyerupai produk ekraf yang dibuat oleh masyarakat Palembang, perlu dilakukan advokasi. Ini juga menjadi tumpuan dan harapan dari pelaku ekraf di Palembang kepada Komisi X untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Ekraf. Kami atas nama Komisi X mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkot Palembang, atas semua jawaban dari pertanyaan yang sudah kami sampaikan,” imbuh politisi Partai Gerindra itu.

Sementara sebelumnya dalam pertemuan itu, Sutan menjelaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah menetapkan RUU Ekraf menjadi RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2019. RUU Ekraf ini diharapkan menjadi solusi pendukung perekonomian Indonesia bila nanti sumber daya alam telah habis. Apalagi pertumbuhan ekraf jika diproyeksikan terus naik, bahkan lebih unggul dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Tenaga kerja di sektor ekraf pada 2019 juga diperkirakan mencapai 17,2 juta orang.

Sutan melanjutkan, konsistensi kenaikan ini menyebabkan ekonomi kreatif unggul atas sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik dan gas, konstruksi pengangkutan dan komunikasi serta keuangan, real estate, dan jasa perusahaan. “Sehingga ekraf mampu menempati urutan empat serapan tenaga kerja terbesar dari 10 sektor ekonomi nasional,” tandas legislator dapil Jambi itu.

Sekda Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan, sejak tahun 2013 Pemkot Palembang telah mendaftarkan 278 benda, bangunan, serta situs yang merupakan cagar budaya. Palembang telah berkembang menjadi daerah pengembangan produk industri kecil yang kualitasnya tidak kalah dari daerah lain. “Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM, pada Juni tahun 2018 di Palembang tercatat ada 36.411 UMKM. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring regulasi serta kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM,” ungkap Dewa.

Kunspek ini juga diikuti sejumlah Anggota Komisi X DPR RI, diantaranya Popong Otje Djundjunan (F-PG/dapil Jawa Barat I), Marlinda Irwanti (F-PG/dapil Jawa Tengah X), Ferdiansyah (F-PG/dapil Jawa Barat XI), Nuroji (F-Gerindra/dapil Jawa Barat VI), Ledia Hanifa Amaliah (F-PKS/dapil Jawa Barat I), dan Anas Thahir (F-PPP/dapil Jawa Timur III). (sf)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab OKU Siap Sambut Kedatangan Tim Penilai Adipura

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    BATURAJA – Pemkab Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Atas Baturaja terus melakukan pembenahan dan perbaikan serta siap menyambut kedatangan tim penilai Adipura ke daerah itu. Terdapat dua pasar di Ogan Komering Ulu (OKU) yakni Pasar Atas dan Pasar Baru masuk dalam daftar penilaian Tim Adipura, kata Kepala Unit Pelaksana […]

  • Temuan BPKB Dinas Tak Diketahui Meningkat Tahun ini

    • calendar_month Sen, 19 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2018, terhadap Aset Kendaraan Dinas (Randis) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) bakal meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mura, Zulkifly Idris, Ahad (18/03). “Temuan BPK terhadap aset randis di Mura, bakal meningkat dibandingkan […]

  • Pemerintah Dinilai Tak Jujur Tentukan Harga BBM

    • calendar_month Sen, 28 Des 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    PEMERINTAH dinilai tak jujur dan transparan dalam menentukan harga bahan bakar minyak (BBM). Banyak titik kebijakan menyangkut harga BBM yang tidak jelas dan mengundang tanda tanya publik. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan, mengungkapkan, rumusan pemerintah dalam menentukan harga premium (ron 88) tidak jelas. Ironis, harga pemium ron 88 justru lebih mahal daripada […]

  • Gubernur Sumsel Ikuti Upacara Virtual Hari Lahir Pancasila 2020

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    PALEMBANG – | Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 secara virtual melalui video conference di Sumsel Command Center, Senin, (01/06) yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Ideologi Pancasila. Upacara berlangsung khidmat dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diikuti oleh seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia. Upacara dimulai […]

  • Ini Harapan Bupati Muratara Kepada Pers

    • calendar_month Jum, 23 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MURATARA, Jurnalindependen.co.id – Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) mengundang insan pers baik dari media cetak dan elektronik maupun media online untuk silaturahmi di pendopoan Rumah Bupati Terusan, Jum’at (23/03). Bupati Muratara, M Syarif Hidayat berharap fungsi pers dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Muratara semakin baik, […]

  • Jalur KTL Ditutup 5 Jam, Ini Penjelasan Kapolres

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) dari Simpang Lintas RCA hingga ke Masjid Agung As Salam Kota Lubuklinggau, sempat ditutup selama lima jam dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Penutupan mulai dilakukan pada Minggu 26 April 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa menjelaskan langkah ini diambil […]

expand_less