Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

Pemerintah Siap Dongkrak Harga Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
  • visibility 64

Palembang – Sejalan dengan visi misi HDMY meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Harga beli karet yang ditawarkan berkisar Rp. 7.500-8.000 per kilogram.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Presiden Joko Widodo  saat acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Minggu (25/11).

Menurut Joko Widodo, saat ini di Provinsi Sumsel ada problem besar yang harus diselesaikan bersama-sama yakni terkait dengan harga sawit dan harga karet. Sama halnya dengan kelapa sawit, karet juga merupakan komoditas international atau komoditas global yang tidak bisa dipengaruhi dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah. Namun demikian dia sudah menyiapkan formula khusus untul membantu petani karet.

“Beberapa bulan yang lalu saya perintahkan Menteri PU Republik Indonesia Pak basuki. Sebentar lagi yang di Sumsel ini kita akan beli langsung dari petani, dari koperasi beli getah karetnya langsung dibeli oleh Kementerian PU harganya Rp7500- Rp8000, sebentar lagi sudah dimulai,” tuturnya.

Diakui Jokowi tidak mudah menyelesaikan hal seperti ini, karena menyangkut produksi yang sangat besar. Akan tetapi pemerintah sudah berusaha amat sangat menyelesaikan persoalan ini.

Demikian halnya mengenai urusan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil ( CPO) diakui Jokowi bukanlah urusan mudah. Terlebih sudah empat tahun ini Pemerintah mengurus minyak sawit yang dicegat di Eropa, hal demikian berkaitan dengan bisnis maupun penjualan yang ada di Eropa.

“Mereka di sana juga jualan minyak bunga matahari, kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk kesana dihambat-hambat. Saya sudah kirim tim berapa kali agar sawit kita diterima disana sebanyak-banyaknya,” ungkapnya 

“Awal tahun yang lalu saya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok, Saya minta Tiongkok beli lebih banyak dari sekarang, Saya minta tambahan agar produksi ini bisa diserap sehingga harganya naik. Ada tambahan 500.000 ton. Tapi ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik,” tuturnya. 

Diuraikannya secara rinci, kebun kelapa sawit diseluruh Indonesia ini sudah berada posisi yang sangat besar, bahkan nomor satu di dunia. Luasannya mencapai sekitar 13 juta hektar kelapa sawit baik itu yang ada di Provinsi Sumatera, Kalimantan, Jawa Maupun di Papua. Sedangkan untuk produksinya setiap tahun sebanyak 42 juta ton. 

“42 juta ton itu kalau dinaikan truk, sekitar 10 juta truk mengangkutnya, jumlah ini sangat besar. Kita (Republik Indonesia) saat ini bersaing dengan Malaysia dan Thailand tapi kita tetap yang terbesar, oleh sebab itu mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan international atau perdagangan global. Tidak bisa kita mempengaruhi mereka, tidak semudah itu,” terangnya.

Suami dari Iriana Joko Widodo ini juga mengatakan, sudah sejak tiga bulan Pemerintah telah memperintahkan untuk memakai solar yang dicampur minyak sawit sebesar 20% atau Biodiesel (Solar B20).

“Ini nanti kalau berhasil mungkin bisa menaikan harga kelapa sawit, kita impor untuk diproduksi menjadi B20. Kalau ini berhasil akan kelihatan, tapi ini butuh waktu kurang lebih satu tahun dari tiga bulan yang lalu. Menunggu B20 berhasil, kalau berhasil harga nya akan otomatis naik karena disedot oleh permintaan dalam negeri,” katanya.

Sementara itu terkait dengan dana desa, Jokowi menuturkan, apa yang oleh Pemerintah inginkan dari pemberian dana desa di seluruh tanah air adalah ingin dana desa harus tepat sasaran. 

“Tembakannya harus tepat jangan sampai meleset. Apa yang kita bangun di desa infrastruktur berupa jalan, saluran irigasi, jembatan, embung untuk pengairan. Tapi mulai kesana harus mulai kita geser mulai dengan pemberdayaan ekonomi, inovasi-inovasi desa,” katanya.

“Coba kita lihat kenapa pembangunan dimulai dari desa. Pertama karena saya orang desa, yang kedua anggaran yang telah dikucurkan di seluruh tanah air, diseluruh Indonesia tahun 2015 Rp20, 7 Triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, tahun depan Rp73 triliun.

Jadi sampai tahun ini sudah Rp187 triliun kita gelontorkan sekitar 74.000 desa yang ada diseluruh tanah air ini,” pungkasnya.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kata sambutannya melaporkan, dana desa yang dikucurkan di Provinsi Sumsel mulai dari tahun 2015 sebesar Rp775.043.818.000 kemudian tahun 2016 sebanyak Rp1. 780.769.519.000. Selanjutnya tahun 2017 sebesar Rp. 2. 267.261.445.000, tahun 2018 sebesar Rp. 2.314.121.041.000 dan di tahun 2019 sebesar Rp2.683.946.345.000. Jumlah total selama dari tahun 2015 hingga 2018 sebesar Rp. 9.821.142.168.000.

“Pemanfaatan dana desa di Provinsi Sumsel dari tahun 2015- 2018 dibagi menjadi dua bidang yakni bidang ekonomi masyarakat dan bidang peningkatan kualitaa hidup masyarakat desa,” tambahnya.

Acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel tersebut tampak dihadiri pula Ibu Negara RI Hj. Iriana Joko Widodo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Patro Sandjojo, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D,  Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru, serta Bupati/Walikota yang berkesempatan hadir.

MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp238,-/kg – Rabu 22 September 2021

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    HARGA INDIKASI KARET PROV. SUMSEL, 22 SEPTEMBER 2021 dengan Kadar Karet Kering (KKK) sebagai berikut : 1. KKK 100% dibeli Rp 19.078,-/kg 2. KKK 70% dibeli Rp 13.354,-/kg 3. KKK 60% dibeli Rp 11.447,-/kg Baca : Harga Karet Sumsel, ‘Turun’ Rp410,-/kg – Selasa 21 September 2021 4. KKK 50% dibeli Rp 9.539,-/kg 5. KKK 40% […]

  • Bupati Hadiri Lokakarya STP BATAN 2018

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Bogor – Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menghadiri pembukaan Lokakarya Science and Technology Park (STP) Badan Teknologi Atom Nasional (BATAN) tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Santika Bogor Jawa Barat, Jum’at (21/12/2018) yang mengangkat tema tentang Agro Techno Park (ATP) dan National Science Techno Park (NSTP) ‘’ Science Techno Park BATAN Penggerak Ekonomi Rakyat’’. […]

  • Amankan Warga Berlibur, Polisi Terjunkan Patroli Keliling Objek Wisata

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Perayaan lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, hingga libur akhir pekan. Kepolisian Resort (Polres) Mura terus tingkatkan keamanan. Terutama di beberapa lokasi objek wisata. Sejumlah petugas shabara berseragam lengkap diterjunkan untuk giat patroli keliling. Kapolres Mura AKBP Suhendro menegaskan, patroli dimaksud agar dapat memberikan rasa aman warga masyarakat serta menjaga kondusifitas di […]

  • Dewan : Harga Karet Sekarang Masih Turun

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumatera Selatan Budiarto Marsul menyatakan kalau sekarang ini harga karet masih turun sehingga masyarakat menderita. “Sekarang ini harga karet masih turun dan itulah faktanya,” kata Budiarto Marsul saat ditanya mengenai harga karet yang sekarang ini kembali turun di Palembang, Rabu. Menurut dia, harga karet ini terkait dengan harga […]

  • BPKP Gelar Workshop Siskeudes Mura dan Muratara

    • calendar_month Sen, 9 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, Jurnalindependen.co.id – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama dua Pemda setempat yakni Pemkab Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes, Senin (09/04) di Bagas Raya, Lubuklinggau. Dalam acara tersebut menghadirkan nara sumber yakni, Wakil Ketua Komisi XI A. Hafisz Thohir, […]

  • Badan Pemeriksa Keuangan Harus Independen

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA – | Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal mengatakan bahwa anggaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus mandiri dan tidak bergantung terhadap Kementerian Keuangan. Sebab sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, Indonesia harusnya mampu membuktikan bahwa lembaga pemeriksa keuangannya bersifat independen. Hal ini disampaikannya saat melakukan Peer Review dengan Sekretariat Jendral dan Badan Keahlian (BK) […]

expand_less