Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Mentan Inginkan Alumni STPP Jadi Konglomerat

Mentan Inginkan Alumni STPP Jadi Konglomerat

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 13 Mar 2018
  • visibility 62

MAGELANG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ingin alumni Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang menjadi konglomerat. Apalagi, mayoritas dari 10 orang terkaya di Indonesia bisnisnya di sektor pertanian.

“Kami ingin anak-anakku sekalian nanti setelah tinggalkan kampus ini, Anda menjadi orang yang tangguh. Insya Allah sukses. Tapi, tergantung apa yang Anda lakukan hari ini,” ujarnya saat kuliah umum di STPP Magelang, Yogyakarta, Senin (12/03).

Katanya, menjadi orang kaya caranya sangat sederhana. Yakni, mengubah kebiasaan dan pola pikir (mindset). Kurangi tidur dan perbanyak waktu belajar, misalnya.

“Cukup empat jam tidur, 20 jam kerja. Kurangi dulu tidur, belajar 10 jam, baca buku,” jelasnya.

Anjuran tersebut juga disampaikannya ke Ketua STPP Magelang, Ali Rachman. Menteri Amran meminta STPP Magelang menambah jumlah waktu belajar dari delapan jam menjadi dua kali lipat.

Menurut pembantu Presiden kelahiran Bone ini, wajar bila nanti ada mahasiswa yang gerap terhadap Ali lantaran kebijakan tersebut. “Tapi esok, dia mengenang Anda,” ucapnya yakin.

Menteri Amran mengingatkan, mahasiswa STPP harus giat belajar, lantaran telah jauh-jauh meninggalkan orang tua dan seluruh biaya kuliah ditanggung negara. Terlebih, orang tua mereka saban hari mendoakan, agar kelak sukses. “Jangan sia-siakan. Aku minta kalian belajar 18 jam,” pesannya.

Peraih gelar doktor pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu, lantas mengenang perjuangannya sejak kecil hingga seperti sekarang. Katanya, sejak usia sembilan tahun harus menjual batu, agar bisa makan.

Bahkan, sampai rela tidur di perpustakaan kampus karena tak punya biaya untuk fotokopi. Pernah pula meminjam uang ke bank.

Dalam percintaan pun kerap bertepuk sebelah tangan. “Dulu (suka) dengan tetangga. Karena tinggal di kos-kosan, ditolak.Ada anak kerja di Pertamina, ditolak (juga),” imbuhnya.

Karenanya, Menteri Amran menyatakan, jangan pernah malu terlahir sebagai orang miskin. Menurutnya, itu bukan salah kita ataupun orang tua.

“Tapi, jangan bersedih, karena orang-orang terkemuka di Indonesia dan dunia dari orang tidak punya. Banyak yang lahir dari desa, kampung-kampung. Kenapa? Terbiasa ‘ombak besar’,” tuntasnya.

Suported by: Biro humas Kementerian Pertanian

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota dan Kebutuhan Tak Seimbang, Pupuk Subsidi Langka

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Kelangkaan Pupuk Subsidi memang kerap terjadi karena antara kuota dan kebutuhan tudak seimbang. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distannak) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Zuhri Syawal melalui Sekretarisnya, Tohirin mengatakan kelangkaan pupuk subsidi karena kuota atau ketersediaan jauh untuk mencukupi kebutuhan petani. “Kalau kita contohkan, kuota sekitar 6.000 ton sedangkan kebutuhan 33.000 […]

  • Coffe Morning dengan Insan Pers, Bupati Harap Sinergisitas Terus Terjalin

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan minta kerjasama dan sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dan insan pers terus terjalin serta ditingkatkan. “Tentunya kami minta insan pers dapat turut serta membantu membangun Kabupaten Mura. Tanpa bantuan insan pers tidak mungkin Mura bisa membahana di persada Nusantara,” pinta Hendra Gunawan saat […]

  • Petahana Dituding Libatkan ASN pada Pilkada Palembang

    • calendar_month Jum, 27 Jul 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga terlibat untuk menyukseskan Pasangan Calon Nomor Urut 1 Harnojoyo-Fitrianti Agustinda sebagai pasangan petahana dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang. Hal ini menjadi alasan Pasangan Calon Nomor Urut 2 Sarimuda-Abdul Rozak mengajukan permohonan Penyelesaian Hasil Pemilihan (PHP) Kota Palembang ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ridwan Syaidi Tarigan selaku kuasa […]

  • 2 Desa di Mura Raih Juara 3 dan Harapan 1 Lomba BBRGM Provinsi

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dua desa di Kabupaten Musi Rawas (Mura), harus puas pulang meraih juara ke 3 dan Harapan I diajang Lomba Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) tingkat provinsi tahun 2019. Penyerahan piala sekaligus sertfikat hadiah, diberikan langsung Gubernur Sumsel H. Herman Deru kepada Kepala Desa Giriyoso dan Kepala Desa T2 Purwakarya berlangsung di […]

  • Bupati : Sukakarya Miniatur Surga

    • calendar_month Kam, 15 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS,– Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan mengatakan Kecamatan Suka Karya Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan merupakan miniatur Surga Dunia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke XI Kecamatan Suka Karya di halaman Kantor Kecamatan, Rabu (14/03) Pernyataan itu tentunya bukan hal yang berlebihan karena menurut Bupati kecamatan Sukakarya […]

  • Wako Lubuklinggau Launching Operasional Angkutan Perintis Bus Damri

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – | Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Wakil Wali Kota, H Sulaiman Kohar secara resmi melaunching operasional angkutan perintis Bus Damri di halaman Kantor Walikota Lubuklinggau, Senin (20/01/2020). Bus Damri sendiri akan beroperasi di Kota Lubuklinggau dari Terminal Type A Simpang Periuk ke Bandara Silampari, Stasiun Kereta Api kemudian ke Terminal […]

expand_less