Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Megawati Menghendaki Partai Politik Bisa Pecat Kepala Daerah

Megawati Menghendaki Partai Politik Bisa Pecat Kepala Daerah

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2015
  • visibility 58

DEPOK — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghendaki, agar partai politik punya hak untuk melakukan pergantian antar waktu (PAW) bagi kepala daerah.

Hak tersebut dikatakan olehnya diperlukan jika kepala daerah, sudah tak lagi menjalankan ideologi kepartaian ataupun terjerat hukum.

Mantan Presiden ke-5 RI itu mengatakan, semua eksekutif adalah petugas partai politik. Dari presiden sampai gubernur, bupati ataupun wali kota, adalah perpanjangan tangan partai politik. Karena, jabatan eksekutif tersebut didapat lewat peran partai politik sebagai pengusungnya.

Hanya, dikatakan Mega, banyak pejabat eksekutif, terutama kepala daerah lupa tugas kepartaiannya setelah memangku jabatan. Terutama soal tugas mensejahterakan rakyat dan pemilihnya. Padahal, tugas mensejahterakan rakyat tersebut adalah ideologi dan fungsi utama partai politik.

Karena itu, kata dia, perlu ada bagi partai politik untuk memberikan sanksi bagi pejabat eksekutif, yang abai menjalankan ideologi partai politik, baik sanksi pemecatan sebagai kader, pun mestinya bisa di PAW.

“Tapi memang di undang-undang (partai) politik, undang-undang pemilu, orang berpikir kalau saya dipecat dari partai tidak ada yang bisa sentuh,” kata Megawati di hadapan peserta didik calon kepala daerah dari PDI Perjuangan, di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7).

Alih-alih ingat dengan ideologi partai politik pengusungnya, kepala daerah, malah membuat malu, dengan memperkaya dirinya sendiri. Megawati punya catatan, ada 128 kepala daerah yang terjerat kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran terlibat transaksi kotor. Kata dia, prilaku koruptif tersebut tentunya jauh dari didikan partai politik.

Menurut Megawati, konstitusi mengharuskan partai politik, mengisi jabatan legislatif dan eksekutif. Dua lembaga suprastruktur tersebut punya kedudukan sama. Namun, pertanyaannya kata dia, mengapa hanya untuk anggota legislatif yang boleh di PAW oleh partai.

“Eksekutif daerah belum ada (mengatur PAW). Padahal dalam prosesnya mereka yang jadi bupati banyak yang sangat memalukan, tidak sejalan lagi dengan partai,” ujarnya. (rol)

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut Kebakaran Lapas, Kemenkumham Evaluasi Seluruh Lapas

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    TANGERANG – | Buntut dari insiden kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (8/9), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham akan mengevaluasi keamanan di seluruh Lapas. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Ditjen Pas, Apriyanti mengatakan pihaknya telah menginstruksikan para Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) untuk melakukan asesmen Lapas di wilayah masing-masing. “Sudah diinstruksikan ke […]

  • Gubernur Sumsel Turut Meriahkan Festival Asian Games 2018

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin setiap harinya selalu berada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Selain untuk memastikan Asian Games 2018 berjalan lancar, hampir setiap hari Alex Noerdin juga mendampingi sejumlah pejabat tinggi negara yang datang ke Jakabaring untuk menyaksikan pertandingan Asian Games 2018. Salah satu tempat favorit yang selalu dikunjunginya saat sore hari, […]

  • Proyek Infrastruktur Tidak Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Kam, 29 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA – Empat tahun selama Presiden Joko Widodo memerintah, proyek infrastruktur yang telah dibangun ternyata tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ratusan proyek infrastruktur tak memiliki asas manfaat. Demikian penegasan Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018). Infrastrutur yang tak berdampak pada […]

  • Istri Gubernur Bengkulu Diduga Terima Suap Satu Miliar

    • calendar_month Sel, 20 Jun 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BENGKULU – Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan operasi tangkap tangan ( OTT) melibatkan istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Lili Martiani, Selasa (20/6/2017). Post Views: 292

  • Jokowi Perlu Political Will untuk Atasi Penurunan Ekonomi

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) harus memiliki political will dalam menyelesaikan persoalan penurunan kondisi ekonomi. Sah-sah saja jika Jokowi melakukan perombakan kabinet untuk mempercepat laju perbaikan ekonomi. Pendiri Priyo Budi Santoso untuk Demokrasi (Pridem), Priyo Budi Santoso mengatakan butuh political will dalam mengatasi sulitnya kondisi ekonomi yang terjadi saat ini. “Presiden Jokowi harus menciptakan […]

  • Jokowi Ditinggal Para Menterinya, Sibuk Persiapan 2024?

    • calendar_month Kam, 12 Mei 2022
    • account_circle investigasi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Post Views: 836

expand_less