Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Desa » Dua Tahun Pimpin Musi Rawas, Ratna-Suwarti Fokus Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Dua Tahun Pimpin Musi Rawas, Ratna-Suwarti Fokus Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
  • visibility 160

JAKARTA – Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati (Wabup) Hj. Suwarti, memprioritaskan penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu fokus utama dalam pembangunan di era kepemimpinan mereka.

“Kami menetapkan penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Musi Rawas.

Kami akan meningkatkan sinergitas dan integritas program penanggulangan kemiskinan serta meningkatkan dukungan terhadap penyandang permasalahan kesejahteraan sosial.

Target kami adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,9% pada akhir periode RPJMD (Tahun 2026),” ujar Bupati Ratna Machmud didampingi Wabup Suwarti saat audiensi dengan Staf Ahli Kementerian Koordinator Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Senin (10/4/2023), di Gedung Kemenko PMK, Jakarta.

Kunjungan kehormatan ini dilaksanakan untuk membahas Percepatan Penuruan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Musi Rawas.

Pada kurun waktu satu tahun terakhir (2021-2022), terjadi penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas sebesar 0,55 persen, yaitu dari 13,89 persen menjadi 13,34 persen. Hal ini tidak terlepas dari upaya keras Pemerintah melalui Program Pro-rakyat.

“Kami sangat bersyukur karena upaya keras kami dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas telah membuahkan hasil. Namun, kami tetap akan terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan lebih lanjut,” tambah Wabup Suwarti.

Untuk terus mengoptimalkan upaya penanggulangan kemiskinan, Bupati Ratna Machmud dan Wabup Suwarti melakukan kunjungan ke kantor Kemenko PMK.

Dalam audiensi yang dilakukan di kantor tersebut, keduanya menyampaikan strategi penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Musi Rawas.

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas. Kami memiliki strategi untuk menurunkan angka stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem.

Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkap Bupati Ratna Machmud.

Dia menjelaskan, kemiskinan merupakan masalah utama yang harus dipecahkan, terutama di Kabupaten Musi Rawas yang mengalami peningkatan angka kemiskinan menjadi 13,5% di tahun 2020 dan meningkat lagi menjadi 13,89% di tahun 2021 akibat dampak pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

“Kami berharap dengan dukungan dari pemerintah pusat dan berbagai pihak, kami dapat mencapai target menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas,” tutupnya. | *

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putusan MK Tentang Mantan Napi Korupsi, Buka Peluang Money Politic di Pilkada

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JAKARTA — Mantan narapidana kasus korupsi yang mengajukan diri ikut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak lepas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menganulir batasan waktunya. Putusan ini dinilai membuka peluang besar terjadinya money politic dalam Pilkada serentak tahun ini. Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jeirry Sumampow mengatakan aturan baru yang dikeluarkan MK […]

  • Karena Beban Kerja, UU Pemilu di Uji ke MK

    • calendar_month Sen, 16 Apr 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah kalangan mulai dari anggota aktif KPU, Panwas, dan aktivis ormas serta perseorangan warga negara mengajukan uji Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) pada Senin (16/4) di Ruang Sidang Pleno MK. Para Pemohon perkara yang teregistrasi Nomor 31/PUU-XVI/2018 ini terdiri atas Erik Fitriadi (Pemohon I) dan Miftah Farid (Pemohon […]

  • Anggaran Tenaga Honorer SMA/SMK disiapkan untuk Kelas Jauh

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Belum adanya kepastian mengenai gaji tenaga honor SMA/SMK membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas tidak khawatir. Pasalnya, gaji bagi tenaga honor tersebut sudah disiapkan pada APBD Musirawas, hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Sukamto kepada wartawan, Selasa (21/02/0217) dikantornya. Post Views: 251

  • Kompetensi Memisahkan Kita dari Wartawan Abal-abal

    • calendar_month Sen, 24 Des 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIDAK ada yang istimewa dari buah pikir Tuan Wilson Lalengke yang menggugat perihal kompetensi wartawan Indonesia. Pendapat Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Sekretariat Bersama Pers Indonesia tersebut lazim kita dengar di sebagian kalangan wartawan abal-abal. Mereka menolak Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI, AJI, IJTI, dan lembaga-lembaga berwenang lainnya. […]

  • Pemkab Mura Persiapkan Gedung Media Centre

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Musi Rawas – Media centre merupakan pusat informasi, dimana pentingnya bagi awak media untuk mengumpulkan data-data diseputaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Musi Rawas (Mura), sebagai bahan tulisan yang akan dimuat dalam bentuk berita dan siap untuk dipublikasikan. Kadis Kominfo dan Statistik Mura, Bambang Hermanto, saat dikonfirmasi diruangan Kerjanya, Senin (8/1) mengatakan, dinasnya saat ini telah […]

  • KUR Bersubsidi Disepakati Hingga 40 Persen

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi akhirnya disepakati mencapai 40 persen yang menyasar para pelaku usaha di level terkecil. Sebelumnya, pemerintah baru menyasar 22 persen. Tahun 2017 ini sasaran sisanya akan ditambah 20 persen lagi. Post Views: 455

expand_less