Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Keterbukaan Informasi Publik di Era Jokowi Dinilai Merosot

Keterbukaan Informasi Publik di Era Jokowi Dinilai Merosot

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Sab, 24 Okt 2015
  • visibility 85

JAKARTA — Keterbukaan informasi publik di era pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merosot ke angka 59 persen.

Sebelumnya, di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), keterbukaan informasi publik dinilai masih lebih baik yakni bercokol di angka 62 persen.

“Padahal dalam Nawacita, Pak Jokowi berjanji bahwa pemerintah tidak akan absen membangun tata kelola pemerintahan yang lebih bagus,” kata Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto, Jumat (23/10).

Yenny menyebut ada penelitian open budget study (OBS) yang mengkoomparasikan 27 negara, salah satunya Indonesia.

“Hasilnya tata kelola transparansi informasi publik Indonesia malah turun, kalah dari Filipina dan Korea Selatan,” ujarnya.

Menurut dia, ada persoalan kelembagaan dalam mendorong keterbukaan infomasi publik. Seharusnya pejabat pengelola informasi publik dan dokumentasi di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sudah dibentuk. 

Dari praktik yang ada selama satu tahun pemerintahan, Jokowi tidak bisa mendorong ke arah pembentukan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID).

“Di lembaga-lembaga negara baru terbantu 33 persen,” ucap Yenny.

Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kehadiran PPID sudah baik yaitu 60 persen namun masih belum sesuai harapan. Harapan FITRA, sejak terbitnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik pada 2008 dan mulai diberlakukan di 2010, harusnya sudah mencapai 70 persen.

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buat Website JDIH Musirawas Rp 20 jutaan

    Buat Website JDIH Musirawas Rp 20 jutaan

    • calendar_month Sen, 16 Jan 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com – Anggaran untuk membuat website Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum Daerah (JDIH) Kabupaten Musirawas Rp 20 jutaan. Hal ini disampaikan Kabag Hukum melalui stafnya, Wahyu saat dikonfirmasi dikantornya, Senin (16/01/2017). Post Views: 296

  • Proyek Lapangan Bola Kaki Diduga Janggal, PUCUK Minta Pemkab Mura Transparan

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle investigasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Ketua Yayasan Pucuk, Efendi minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) transparan dalam pelaksanaan pembangunan Lapangan Bola Kaki dan Stadion di Kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. Dalam tahapan-tahapan kerja proyek tersebut dinilai banyak kejanggalan sehingga menimbulkan dugaan sengaja ada permainan terhadap pengelolaan uang negara. “Proyek dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2019. […]

  • Taat Beribadah, tapi Banyak Korupsi

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle investigasi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SEBUAH studi yang pernah dilakukan oleh lembaga  asal Amerika Serikat, Gallup, beberapa tahun lalu menyajikan suatu kesimpulan yang sangat menarik, bahwa makin miskin suatu negara, penduduknya menganggap makin penting peran agama di dalam kehidupan. Sebaliknya makin kaya negara, penduduknya menganggap peran agama kurang penting dalam hidupnya. Survei tersebut dilakukan di 40 negara dengan 1000 responden […]

  • Caleg Uji Aturan Pencabutan Hak Politik

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAHKAMAH Konstitusi (MK) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan pengujian materiil Pasal 285 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), Selasa (2/4/2019). Permohonan yang teregistrasi dengan Nomor 23/PUU-XVII/2019 ini diajukan oleh calon legislatif Lucky Andriyani. Dirinya menguji aturan terkait pencabutan hak politik. Pasal 285 UU Pemilu menyatakan, “Putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap […]

  • Remisi untuk Koruptor di Nilai Kontradiktif dengan Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemberian remisi kepada terpidana koruptor dinilai kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya pemberantasan korupsi. Padahal, perang terhadap korupsi menjadi salah satu agenda utama pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) Laola Ester mendorong agar Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) tidak memberikan remisi kepada para koruptor. “Kami mendorong […]

  • BPBD :  21,2 Hektar Lahan di Mura Sengaja Dibakar

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle investigasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – | Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus, sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Setidaknya 21, 2 Hektar lahan sengaja dibakar oleh oknum pemilik lahan. Peryataan itu disampaikan, Kepala Pelaksama (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura Paisol ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (8/8) […]

expand_less