Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » News » BPBD :  21,2 Hektar Lahan di Mura Sengaja Dibakar

BPBD :  21,2 Hektar Lahan di Mura Sengaja Dibakar

  • account_circle investigasi
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 114

MUSI RAWAS – | Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus, sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Setidaknya 21, 2 Hektar lahan sengaja dibakar oleh oknum pemilik lahan. Peryataan itu disampaikan, Kepala Pelaksama (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura Paisol ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (8/8) siang.

Dikatakannya, dari hasil evalausi terhadap penanganan bencana Karhutla. Terdata, sepanjang Januari hingga Agustus 2019 sejumlah wilayah kecamatan semuanya merata kebakaran lahan perkebunan sampai dengan 21,2  Hektar dan terbakarnya lahan sendiri bukan terbakar melainkan dibakar.

“Soal karhutla, kalaulah baru-baru ini belum ada lahan terbakar. Akan tetapi, secara menyeluruh mulai awal tahun hingga Agustus terpantau 72 titik api (Hostpot). Sedangkan, diketahui lahan terbakar 21, 2 hektar sebagian besar sengaja dibakar terjadi dibeberapa titik wilayah Kecamatan Megang Sakti, Muara Lakitan, BTS Ulu Cecar,” terangnya.

Lebih jauh, Paisol menyebutkan dalam menanggulangi karhutla, pihaknya bersama TNI-Polri telah melakukan berbagai penanganan.

“Jika ditanya, penanganan apa dilakukan. Kita BPBD bersama dengan Dandim 0406 MLM dan Polres Mura telah bersama-sama turunkan personil lakukan langkah sosialisasi larangan membakar, pencegahan dengan telah dirikan pencegahan di lima Kecamatan rawan Karhutla, mulai dari Desa Mekar Sari dan Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan. Desa Binjai Kecamatan Muara Kelingi. Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu, dan Desa Tabagindo Kecamatan Selangit,” bebernya.

Adapun, dalam teknis pencegahan selama 1 kali 24 jam diturunkan tim gabungan gulirkan giat patroli keliling lokasi hutan dan lahan perkebunan.

“Kalau kita BPBD turunkan TRC tugasnya selain patroli sosialisikan pencegahan karhutla. Begitu juga Dandim turunkan Personil Babinsa dan Polres dengan personil Babinkabtibmas,” tandasnya.

“Jika nantinya ditemukan kejadian kebakaran sekecil apapun, seluruh petugas yang stanby melapor ke posko Induk BPBD. Kemudian, tim penangulangan Karhutla turun memadamkan api,” ulasnya.

Sedangkan untuk nantinya, sambung Paisol mengenai penanganan hukum bagi pelaku. Semuanya, menjadi kewenangan penegak hukum TNI dan Polri.

“Sementara mengenai langkah tindak tegas para pelaku pembakar lahan. Bukan kewenangan kita untuk menjawab, karena semua menjadi ranahnya penegak hukum. Kalau ranah kita pencegahan, penangulangan pemadamam api jika terjadi karhutla,” tukasnya. | NRD

  • Penulis: investigasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku ‘Sadar Kaya’ : Magnet Hidup

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle investigasi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Baca Tulisan Sebelumnya : Buku ‘Sadar Kaya’ : Pertanyakan Keyakinan Anda DALAM dunia fisika ada hukum daya tarik yang kita kenal dengan istilah magnet hidup. Nah, anda adalah magnet hidup, dan pikiran anda adalah motornya. Artinya, anda akan menarik orang-orang, peluang-peluang, dan keadaan yang serasi dengan pemikiran-pemikiran dominan anda ke dalam kehidupan anda. Intinya, semua yang […]

  • Pengadaan tanah untuk Kawasan Sport Center Diduga Fiktip

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Lubuklinggau, Jurnalindependen.com — Berdasarkan informasi yang diterima, Tahun 2014 Dinas Pemerintah Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menganggarkan Dana untuk Kegiatan Pengadaan Tanah Kawasan Sport Center Kel. Petanang Ulu dengan item Belanja Modal sebesar +Rp 1.000.000.000,- kemudian dianggarkan lagi dana untuk kegiatan pengadaan Tanah untuk pengembangan Kawasan Sport Center dan Kawasan Strategis […]

  • Lurah Pulo Kerto Pertanyakan Copy Surat Tanah, Warga Curiga

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Palembang, Jurnalindependen.com — Masalah sengketa tanah di Kota Palembang kerap terjadi, salah satu penyebabnya karena warga tidak mau berurusan dengan Aparat Kota Palembang yang dianggap mahal dalam hal pembiayaan. Seperti PBB, Pendaftaran tanah bahkan KTP warga pun banyak yang lebih memilih berurusan ke Kabupaten Banyuasin. “Kamu Tanyo, tanah kamu tuh masuk Palembang atau Talang buluh. Tanyo […]

  • Demokrat Mulai Jaring Calon Gubernur Sumsel Untuk Pilkada

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2017
    • account_circle investigasi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumatera Selatan mulai menjaring pendaftaran bakal calon gubernur/wakil gubernur yang akan maju pada pemilihan kepala daerah serentak 2018. Post Views: 332

  • Merasa Berjasa dengan Listrik, PT PHML Abaikan Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS, Jurnalindependen.com — Jangan merasa sudah berjasa dengan menyuplai aliran listrik, sebab sejak pabrik PT PHML berdiri kami sudah menderita dengan bau yang tidak sedap, selain itu banyak lalat dan bising suara, apalagi sekarang sungai Kungku sudah tercemar limbah pabrik tidak dapat dimanfaatkan lagi. Ini ungkapan Deni (35) salah satu masyarakat yang tinggal di dekat […]

  • Anggaran Pilkada Mura Lebih Rendah dari Pali

    Anggaran Pilkada Mura Lebih Rendah dari Pali

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle investigasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    * Muratara Rp 20 Milyar MUSI RAWAS,Jurnalindependen.com — Anggaran pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang disyahkan Rp 16,5 Milyar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan anggaran pilkada Kabupaten PALI yang mencapai Rp 25 Milyar. Dengan anggaran itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) sedikit meradang. Mereka […]

expand_less